Proyek Pengurugan Sering Didemo, Ini Kata GM. Hyundai Engeneering Construction

- Redaksi

Minggu, 28 Januari 2018 - 20:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Mega proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Unit 2 Cirebon masih dipermasalahkan oleh beberapa pihak. Badan Akuntabilitas Publik Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia akhirnya ‘turun gunung’ untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Kawasan Strategis Nasional.

PLTU 2 Cirebon yang berdiri di lahan seluas 205 ha pada wilayah Kecamatan Mundu dan Astanajapura ini mulai dikerjakan proyek pembangunannya oleh perusahaan asal Korea Selatan pada akhir tahun 2016 silam. Sudah puluhan kali proyek tersebut didemo oleh masyarakat dan LSM setempat. Namun, ini tidak menyurutkan langkah Pembangunan PLTU 2 milik Cirebon Power yang direncanakan mulai beroprasi pada tahun 2022.

Baca Juga :  Sejarah Desa Sindang Laut Cirebon

Saat menemui Harry Jung selaku GM Hyundai Engeneering Construction di Kantor Cabang di bilangan Jalan Pantura dekat Pintu Tol Kanci, dirinya tidak mau berkomentar akan permasalahan lahan yang disengketakan oleh warga dari 5 Desa setempat, karena perusahaannya hanya sebagai Sub Contractor.

Hal tersebut juga dikarenakan pemilik Proyek PLTU adalah Cirebon Energi Prasarana (CEPR), anak Perusahaan raksasa Cirebon Power, dan pembangunannya sendiri masih pada tahap proses pengurugan lahan seluas 200 Hektar di 2 Kecamatan Mundu dan Astana Japura.

“Kami dari Hyundai hanya sebagai Subcon karena pemiliknya CEPR. Dan selama ini tidak merasa terganggu dengan permasalahan sengketa lahan dan selama ini hubungan dengan masyarakat sekitar baik baik saja dan target pengurugan selesai pada bulan Mei tahun ini,” jelasnya.

Baca Juga :  PT Ethica Industri Farmasi Resmikan Pabrik Obat Injeksi Senilai Rp 1 Triliun

Masih menurut Harry Jung, pembangunan Reaktor Pembangkit Listrik Tenaga Uap Cirebon Power belumlah dimulai di atas lahan 200 ha. Tahap pengurugan lahan selesai bulan Mei 2019 setelah pengurugan baru.

“Pada tahap kontruksi pembangunan reaktor pembangkit yang ditargetkan selesai pada awal tahun 2022 dan mulai beroprasi pada akhir tahun 2022 nanti,” pungkasnya.(Ymd/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siqom Tancap Gas Bentuk DPRt NasDem di 187 Desa dan Kelurahan Kabupaten Bekasi
Tabrakan Kereta Bekasi Timur, Wali Kota Tinjau Lokasi Evakuasi Korban
445 Jamaah Haji Bekasi Dilepas, Fokus Kesehatan Hadapi Cuaca Arab Saudi
SATU PINTU Resmi Aktif, Warga Bekasi Kini Urus Perizinan Online 24 Jam
Ribuan Jamaah Muhammadiyah Salat Id di Bekasi, Kawasan Grand Wisata Padat
Jelang Lebaran, Fuso Berkah Ramadan Hadir Servis Truk Dapat Diskon & Cek Gratis
VinFast Resmi Buka Pemesanan VF MPV 7 di Indonesia, MPV Listrik Premium Tujuh Penumpang
Bupati Bekasi Ade Kuswara Tinjau Lokasi Banjir di Sukamanah: “Tindakan Cepat dan Nyata di Lapangan Harus Dilakukan”
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:27 WIB

Siqom Tancap Gas Bentuk DPRt NasDem di 187 Desa dan Kelurahan Kabupaten Bekasi

Senin, 27 April 2026 - 22:00 WIB

Tabrakan Kereta Bekasi Timur, Wali Kota Tinjau Lokasi Evakuasi Korban

Senin, 27 April 2026 - 14:41 WIB

445 Jamaah Haji Bekasi Dilepas, Fokus Kesehatan Hadapi Cuaca Arab Saudi

Senin, 27 April 2026 - 10:01 WIB

SATU PINTU Resmi Aktif, Warga Bekasi Kini Urus Perizinan Online 24 Jam

Jumat, 20 Maret 2026 - 09:21 WIB

Ribuan Jamaah Muhammadiyah Salat Id di Bekasi, Kawasan Grand Wisata Padat

Berita Terbaru