Buruh PT PG Rajawali II Berdemo Menuntut Kejelasan Hak

- Redaksi

Jumat, 12 Januari 2018 - 16:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Para buruh dari PT Pabrik Gula Rajawali II Sindang Laut dan Fordisma’ 45 UNTAG melakukan aksi demo di depan Kantor PG Rajawali II di Jl. Wahidin Kota Cirebon, Jumat (12/1). Mereka menuntut status pekerja yang belum jelas, perbaikan kontrak, serta tunjangan kesehatan.

Dwi Aji Salvian selaku Perwakilan Security Keamanan PT. PG Rajawali II Sindang Laut mengatakan dalam orasinya, bahwa agar dilakukan perbaikan kontrak. Karena, karyawan hanya diberikan PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) saja, sementara buruh yang sudah bekerja selama puluhan tahun tidak mendapat tunjangan kesehatan, tunjangan hari tua, dan pesangon jika di-PHK.

Baca Juga :  Ketua Komisi IV DPRD Kab. Cirebon; Insentif Nakes Tidak Bisa Seenaknya Dibebankan ke APBD

Salvian menceritakan, ada salah satu buruh bernama Hartono yang sudah bekerja selama 17 tahun mengalami kecelakaan kerja. Bagian tubuhnya terjepit dan terjadi gangguan saraf yang menyebabkannya lumpuh. Namun, pihak perusahaan tidak bertanggung jawab dan tidak memberikan jaminan kesehatan apapun. Hartono hanya diberi surat ucapan terima kasih saja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal serupa juga terjadi kepada buruh bernama Budi Siswanto yang telah bekerja pada perusahaan tersebut selama 24 tahun, dan tidak mendapatkan tunjangan maupun jaminan kesehatan.

Baca Juga :  Nyambi Jadi Penjambret

Saat ini, status kontrak buruh yang tidak jelas, jaminan kesehatan hingga keselematan kerja yang tidak menjamin. Alvian melanjutkan, kemarin pihak perusahaan mem-PHK sekitar 200 buruh dengan alasan tidak jelas.

“Buruh adalah rakyat kecil yang hidup penuh keterbatasan dan jauh dari kata cukup. Buruh dituntut untuk bekerja keras demi menghidupi anak dan istri. Namun, situasi seperti ini menjadi sasaran empuk bagi pengusaha-pengusaha nakal yang membodohi para buruh perusahaan yang mayoritas minim pendidikan. Semua itu memang terjadi pada buruh PT. Pabrik Gula Rajawali II,” ujarnya.

Baca Juga :  Ledakan di Gereja Santa Maria Tak Bercela, 2 Tewas

Seharusnya, lanjut Alvian, buruh mendapatkan hak-haknya sebagaimana mestinya yang tercantum dalam UU No. 13 tahun 2013 Tentang Ketenagakerjaan. Buruh berhak inendapatkan fasilitas kesehatan, jaminan hari tua, dan lainnya.

Meskipun demo masih berlangsung hingga terjadi insiden pembakaran ban, pihak Direksi PT PG Rajawali II enggan merespon. Dengan demikian, para buruh akan melakukan aksi demo lebih banyak lagi dan menuntut kepada dinas tenaga kerja.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan
OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus
34 OPD Adu Gaya di Panggung Bekasi
KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data
JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan
Jakarta Fair Kemayoran 2026 Resmi Dibuka, Hari Pertama Langsung Diserbu Pengunjung
Siqom Tancap Gas Bentuk DPRt NasDem di 187 Desa dan Kelurahan Kabupaten Bekasi
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:25 WIB

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini

Selasa, 1 September 2026 - 06:44 WIB

HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan

Selasa, 1 September 2026 - 06:34 WIB

OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:46 WIB

34 OPD Adu Gaya di Panggung Bekasi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:55 WIB

KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data

Berita Terbaru

XLSMART bersama REMIND menghadirkan #ByeByeBox di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, sebagai teknologi E-Waste Reverse Vending Machine untuk mendorong pengelolaan sampah elektronik dan ekonomi sirkular.

Bandung

E-Waste Bisa Jadi Kuota Internet? Teknologi Ini Hadir di ITB

Selasa, 15 Sep 2026 - 20:27 WIB