Kontras Ciamis Keluhkan Pelayanan Disdukcapil Kabupaten Ciamis

- Redaksi

Kamis, 7 Desember 2017 - 11:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Ciamis – Komunitas Transparansi Ciamis (Kontras) mengeluhkan pelayanan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ciamis. Kontras kecewa terhadap pelayanan pegawai di Disdukcapil. Bahkan Kontras mencium masih terjadinya pungli dalam pelayanan administrasi kependudukan.

Kekecewaan terhadap pelayanan pegawai disdukcapil dirasakan langsung oleh Ketua Kontras, Pujitio Sentoso. Rabu (06/12/2017) ia bermaksud mengurus perbaikan data kartu keluarga.

“Saya akan membenarkan kartu keluarga salah satu warga yang kurang mampu, datang langsung ke kantor disdukcapil. Saya naik ke lantai dua bagian pelayanan KK dan KTP. Namun, sesampainya di atas tidak ada satu pun petugas di loket. Karena petugas tak kunjung datang, saya pun berinisiatif masuk ke ruang pelayanan,” jelas Tio, sapaan akrab Pujitio.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tio melanjutkan, ia berani masuk ke ruang pelayanan karena ia melihat banyak masyarakat lain yang melakukan hal sama, langsung masuk ke ruang pelayanan. “Pas di sana (ruang pelayanan KK, KTP) ada pegawai ibu-ibu menanyakan apa yang bisa dibantu dengan nada cukup tinggi. Lalu saya pun memperlihatkan dokumen yang saya bawa, tapi dia bilang kalau data ini kurang lengkap.”

Baca Juga :  Selly Salut pada Warga Gunung Santri

“KK anak ini mana, yang ini juga mana,” ungkap Tio menirukan perkataan sang petugas. “Dan menyuruh saya pulang kembali ke kecamatan di mana saya tinggal. Ada juga pegawai yang menimpali dengan anaa ketus untuk membuat KK di kecamatan juga bisa,” papar Tio.

Ia sangat menyayangkan tindakan tidak ramah petugas tersebut. “Padahal kan bisa bicaranya baik-baik saja, jangan dengan nada tinggi. Saya datang ke capil dengan harapan dilayani dengan baik, itu hak saya sebagai warga, dan sudah jadi kewajiban dia sebagai ASN yang digaji negara untuk melayani masyarakat.”

Tio sangat menyayangkan sikap petugas tersebut. Padahal sepengetahuannya, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Ciamis tengah gencar membuat terobosan dalam pelayanan kependudukan, misalnya dengan program SAPULIDI (Sapoe Urusan Langsung Jadi).

Baca Juga :  Warga Keluhkan Bau Bangkai Hewan Pasca Banjir

Kontras pun telah melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ciamis, Drs. Adang Darajat, SH, MM. “Kadis respon dan berjanji akan langsung menegur pegawai tersebut,” ungkap Tio.

Tio juga menjelaskan, informasi dari berbagai sumber masuk ke Kontras terkait pungli dalam pembuatan KTP, Akta, KK . “Ada memang yang dipatok Rp. 10 ribu di salah satu kecamatan, ada juga yang membayar seikhlasnya. Tak hanya itu, bahkan ada lurah yang menawarkan pembuatan akta kelahiran dengan tarif satu juta tetapi sampai ini akta kelahiranya pun belum jadi. Kita kembangkan ini,” tegasnya.

Terkait hal tersebut, Kontras akan melakukan investigasi. “Saya bersama lima orang anggota Kontras Ciamis akan memantau pelayanan di lima kecamatan saja dulu, yang diduga kuat terjadi indikasi pungli dengan dalil administrasi. Nantinya, lima anggota saya dilengkapi dengan kamera tersembunyi berpura-pura akan mengurus KTP, Akta, KK. Dan nanti kita lihat saja hasilnya. Adakah pelayanan pembuatan KTP dan sebagainya gratis, adakah senyuman ramah dari pegawainya. Ya, tunggu saja, soalnya kan sudah jalas pelayanan pembuatan KTP dan yang lainnya itu gratis,” jelas Tio.

Baca Juga :  Disperkimtan Bagi-bagi Takjil Untuk Pengguna Jalan

Anggota Kontras Ciamis, Reza Fazrin, juga menambahkan tentang dugaan pungli dalam pembuatan administrasi kependudukan. “sudah jelas pelayanan pembuatan Akta, KK, KTP itu gratis. Lalu saat saya bikin KTP dipungut Rp. 10 ribu dan ada juga yang memberi ikhlasnya, itu apa? Yang katanya administrasi sambil salah satu pelayan kecamatan bilang  kalau tidak bayar ya silahkan saja berangkat ke Ciamis sendiri,” paparnya.

“Jika ada pegawai saya yang di kecamatan meminta uang dengan dalil administrasi segera lapor ke saya foto orangnya siapa namanya nanti kasih taHu saya, besok juga saya pecat. Tapi, kalau itu pegawai kecamatan biarkan Camat dulu yang mengurus. Karena itu merusak nama baik Disdukcapil Ciamis,” tegas Adang Darajat.(RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker
Kota Bekasi Peringkat 6 Wilayah Terinovatif Indonesia
Jalan Ditutup, Warga Terdampak! Komisi III Desak Pengembang Punya Akses Sendiri
Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Panggil Fajar Paper, Pastikan Perizinan Pengolahan Limbah Lengkap
8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan
Demi Keselamatan Siswa, Akses SMAN 20 Bekasi Dibongkar dan Diperlebar 8 Meter
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan
BPBD Kabupaten Bekasi Kirim 20 Ton Bantuan ke NTT

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 15:27 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker

Senin, 7 September 2026 - 16:35 WIB

Kota Bekasi Peringkat 6 Wilayah Terinovatif Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 16:04 WIB

Jalan Ditutup, Warga Terdampak! Komisi III Desak Pengembang Punya Akses Sendiri

Senin, 7 September 2026 - 15:09 WIB

Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Panggil Fajar Paper, Pastikan Perizinan Pengolahan Limbah Lengkap

Rabu, 2 September 2026 - 22:44 WIB

8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan

Berita Terbaru

Keterangan Foto:
Calon Kepala Desa Muktiwari nomor urut 1, H. Bahrudin, S.E., bersama pendukungnya mengikuti rangkaian kampanye Pilkades Muktiwari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Sabtu (12/9/2026). Kampanye mengusung tagline “Birukan Langit, Putihkan Hati” dan mendapat antusiasme dari warga.

Pilkades

Bahrudin Nomor Hiji, Ribuan Warga Muktiwari Tumpah Ruah

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:11 WIB