RakyatJabarNews.com, Cirebon – Sejak diumumkannya pasangan calon walikota Cirebon dan wakil walikota Cirebon Nasrudin Azis dari Partai Demokrat dan Ety Herawati atau Eeng Charly dari Partai Nasdem, Dewan Perwakilan Wilayah Partai Amanat Nasional Jawa Barat menyatakan secara resmi mundur dari Koalisi Cirebon Maju (KCM). Sebab, hilang sudah kesempatan PAN untuk menjadi calon wakil pendamping petahana kota Cirebon. Apalagi, Partai Nasdem bukan bagian dari KCM.
Menurut Dani Mardani selaku ketua DPD PAN Kota Cirebon, keluarnya PAN dari KCM karena pada dasarnya, PAN punya tradisi khusus yakni tidak pernah mendukung calon lain, tetapi mendukung calon walikota dan wakil walikota melalui penjaringan PAN sendiri.
“Kami dari Partai PAN sudah mengundurkan diri dari KCM. Sebab, PAN sudah tidak ada kesempatan lagi buat jadi wakil. Jadi, untuk apa tetap berada di KCM?” ungkap Dani Mardani saat ditemui awak media di kawasan stadion Bima saat Car Free Day hari Minggu (5/11).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dani menjelaskan, bahwa komitmen awal sebagai calon pendamping petahana sudah hilang, jadi PAN memutuskan untuk keluar. Dan sebagai gantinya, PAN akan membentuk poros baru.
“Kami sudah lakukan komunikasi politik dengan Gerindra, PKS, Golkar, dan Hanura untuk membangun kekuatan baru atau poros baru. Sebab kami menyadari kalau PAN tidak memenuhi syarat perundang-undangan dalam penetapan pasangan calon walikota dan wakil walikota,” jelas Dani.
Adapun yang ditawarkan oleh PAN sendiri adalah berkoalisanya partai-partai yang belum memenuhi syarat perundang-undangan penetapan dengan mengusung kesetaraan calon. Jadi, pihak partai sendiri masih belum tahu siapa saja calonnya.
“Sudah ada lima partai yang kami ajak gabung. Tapi kami yakin PAN akan berkoalisi yang linier untuk lingkup Jabar. Kita juga tawarkan figur alternatif,” pungkasnya.(Juf/RJN)









