Janda Sembilan Anak Hancurkan Rumahnya Sendiri Akibat Suami Menjualnya Diam-Diam

- Redaksi

Jumat, 8 September 2017 - 16:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

<em>Manah bersama dua anaknya duduk di samping runtuhan rumah yang dihancurkannya seorang diri</em>

i

<em>Manah bersama dua anaknya duduk di samping runtuhan rumah yang dihancurkannya seorang diri</em>

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Murka akibat rumahnya dijual diam-diam oleh suaminya, Manah (39) menghancurkan rumahnya seorang diri yang beralamat di RT 02/04 Surapandan Kelurahan Argasunya Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon. Dia mengaku kesal atas perbuatan suaminya itu.

“Saya marah karena suami enggak bilang-bilang kalau jual rumah. Ini kan rumah peninggalan orang tua saya. Apalagi dia menikah lagi,” jelasnya saat ditemui RakyatJabarNews.com di kediamannya pada hari Kamis (7/9).

Baca Juga :  Kemsos Berikan Bantuan Non Tunai PKH untuk Warga Kabupaten Bekasi

“Saya menikah dengan suami sudah 20 tahun. Belum ada setahun saya pisah dengan suami saya,” ucap Manah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Manah bersama dua anaknya duduk di samping runtuhan rumah yang dihancurkannya seorang diri

Bagaikan wonder women, Manah menghancurkan rumahnya seorang diri dengan menggunakan alat seadanya. Dan itu dia lakukan bertahap, mulai dari atap-atap, hingga tembok. Dan kini hanya tinggal reruntuhannya saja. Aksinya itu sempat membuat tetangganya geger.

Baca Juga :  Manjakan Wisatawan, Bus Citros Bisa Kembangkan Ekonomi Warga Cirebon

“Dikira saya gila. Padahal enggak. Saya hanya marah dan kesal saja,” ungkapnya.

Kini, janda sembilan anak itu hanya menyisakan bagian dapur saja yang biasa dia gunakan untuk istirahat bersama anak-anaknya. Untuk kebutuhan sehari-hari, Manah membuat bata yang dijual Rp 500 hingga Rp 800 per bata.

Baca Juga :  Jembatan Muaragembong Masih Dalam Tahap Penyelidikan

“Kalau enggak ada yang laku, ya hutang ke warung,” tuturnya.

Kini rumah yang sudah dijual dan dihancurkan tersebut sudah ditebus kembali dengan harga Rp 12 juta. Manah dan anak-anaknya tinggal di rumah saudaranya yang tak jauh dari tempat tinggalnya. (Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan
OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus
Maxim Perkuat UMKM di 400 Kota, Bantu Pelaku Usaha Tekan Biaya Operasional
Pemuda Patriot dan Digdaya Ajak Generasi Muda Jaga Ketertiban dan Persatuan Bangsa
Go-Woman.id Gelar Seminar UMKM Perempuan, Dorong Bisnis Rumahan Naik Kelas
KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data
JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:25 WIB

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini

Selasa, 1 September 2026 - 06:44 WIB

HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan

Selasa, 1 September 2026 - 06:34 WIB

OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:06 WIB

Maxim Perkuat UMKM di 400 Kota, Bantu Pelaku Usaha Tekan Biaya Operasional

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:50 WIB

Pemuda Patriot dan Digdaya Ajak Generasi Muda Jaga Ketertiban dan Persatuan Bangsa

Berita Terbaru