Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen Kampanyekan Pembatasan Gawai di Sekolah

- Redaksi

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Sejumlah anak mengikuti kegiatan belajar sambil bermain menggunakan media edukatif di ruang kelas PAUD. Aktivitas ini mencerminkan semangat Hari Anak Nasional 2026 yang mendorong anak belajar melalui interaksi langsung sekaligus mendukung pembatasan penggunaan gawai di lingkungan satuan pendidikan.

i

Sejumlah anak mengikuti kegiatan belajar sambil bermain menggunakan media edukatif di ruang kelas PAUD. Aktivitas ini mencerminkan semangat Hari Anak Nasional 2026 yang mendorong anak belajar melalui interaksi langsung sekaligus mendukung pembatasan penggunaan gawai di lingkungan satuan pendidikan.

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Tugu Daun Sirih Emas, Alun-alun Gurindam Tepi Laut, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Kamis (23/7/2026). Mengusung tema “Semua Setara Riang Bersama”, peringatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi dalam pemenuhan hak anak sekaligus mengampanyekan pembatasan penggunaan gawai di lingkungan satuan pendidikan.

Peringatan HAN 2026 menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh hak yang sama untuk tumbuh, belajar, bermain, dan berkembang secara optimal. Melalui sinergi lintas sektor, pemerintah mendorong terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak.

Acara tersebut akan dihadiri Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih, perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kemendikdasmen, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, serta peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan.

Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kemendikdasmen, Kurniawan, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga ajakan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menghadirkan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

“Pemenuhan hak dan perlindungan anak tidak dapat dilakukan sendirian. Diperlukan kerja sama lintas sektor agar setiap anak benar-benar terlindungi, terdidik, dan tumbuh dalam lingkungan yang sehat,” ujar Kurniawan.

Dalam rangkaian kegiatan HAN 2026, Kemendikdasmen menghadirkan Main Raya Anak Nusantara, ruang bermain edukatif yang memadukan permainan tradisional, aktivitas berbasis Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM), serta eksplorasi alam.

Baca Juga :  Sekda Buka Musyawah PWRI Kota Bekasi Periode 2019-2024

Peserta didik PAUD hingga SD kelas rendah akan mengikuti berbagai aktivitas seperti eksplorasi alam, menjadi ilmuwan cilik, bermain peran, hingga membuat kincir angin dan layang-layang. Sementara siswa SD kelas tinggi hingga SMA diajak memainkan beragam permainan tradisional, seperti gasing, congklak, egrang batok, bakiak, rangku alu, dan membuat perahu jong.

Seluruh kegiatan tersebut dirancang untuk mengembangkan kemampuan fisik, sosial, emosional, dan kognitif anak melalui aktivitas bermain dan interaksi langsung.

Peringatan HAN 2026 juga menjadi bagian dari kampanye pelaksanaan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Lingkungan Satuan Pendidikan.

Baca Juga :  Rocky Gerung Jadi Wantimpres Prabowo, Heru Subagia Soroti Independensi dan Efektivitas

Menurut Kurniawan, kebijakan tersebut bukan bertujuan melarang penggunaan teknologi, melainkan mendorong keseimbangan agar anak memperoleh lebih banyak pengalaman belajar melalui interaksi langsung.

“Permainan langsung dan interaksi antarsesama adalah cara terbaik anak belajar. Pembatasan gawai di sekolah bukan larangan mutlak, melainkan upaya memastikan anak lebih banyak berinteraksi nyata, bukan melalui layar,” tegasnya.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen berharap kolaborasi seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam memenuhi hak anak dan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, serta mendukung tumbuh kembang anak Indonesia.

“Mari bergandengan tangan. Pastikan setiap anak tumbuh setara, berkembang seutuhnya, dan riang bersama menuju masa depan yang gemilang,” tutup Kurniawan.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komunitas Honda Tembus 50.000 Anggota, Pesta Besar Digelar 7 November
PEVS 2026 Siap Digelar, Hadirkan Kendaraan Listrik dan Cashback Rp200 Juta
16 Orang Diamankan, Polda Metro Jaya Bongkar Dua Lokasi Produksi Obat Keras Ilegal
Toyota Bikin Mobil Makin Pintar, Kini Bisa Diakses Lewat Smartphone
IAI Nusantara Tawarkan Beasiswa Bebas SPP hingga Lulus, Tersedia 5 Program Studi
KAMMI Diajak Terlibat Aktif dalam Pembangunan Desa
Rocky Gerung Soroti Ideologi Global, Asep Kusnanto Tekankan Partisipasi Publik
Persija Jakarta Kalah 2-3 dari Persita, Shin Tae-yong Siapkan Evaluasi

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:26 WIB

PEVS 2026 Siap Digelar, Hadirkan Kendaraan Listrik dan Cashback Rp200 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:41 WIB

16 Orang Diamankan, Polda Metro Jaya Bongkar Dua Lokasi Produksi Obat Keras Ilegal

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Toyota Bikin Mobil Makin Pintar, Kini Bisa Diakses Lewat Smartphone

Rabu, 21 Oktober 2026 - 03:10 WIB

IAI Nusantara Tawarkan Beasiswa Bebas SPP hingga Lulus, Tersedia 5 Program Studi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:24 WIB

KAMMI Diajak Terlibat Aktif dalam Pembangunan Desa

Berita Terbaru