Regina Art Hidupkan Kisah Ati Soetji, Perempuan Pemberani Lawan Perdagangan Manusia

- Redaksi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Jajaran pemain, kru produksi, dan tim Regina Art berfoto bersama saat konferensi pers pertunjukan teater Njonja Ati Soetji di The Forest at The Veranda, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2026). Pementasan ini mengangkat kisah perjuangan Njonja Ati Soetji melawan perdagangan manusia pada masa Hindia Belanda.

i

Jajaran pemain, kru produksi, dan tim Regina Art berfoto bersama saat konferensi pers pertunjukan teater Njonja Ati Soetji di The Forest at The Veranda, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2026). Pementasan ini mengangkat kisah perjuangan Njonja Ati Soetji melawan perdagangan manusia pada masa Hindia Belanda.

JAKARTA – Rumah produksi seni Regina Art mengangkat kisah perjuangan Njonja Ati Soetji atau Auw Tjoei Lan, tokoh perempuan keturunan Tionghoa asal Majalengka, Jawa Barat, yang dikenal karena kiprahnya melindungi perempuan dan anak-anak dari perdagangan manusia pada masa Hindia Belanda.

Kisah tersebut dihadirkan melalui sebuah pertunjukan teater yang mengangkat keberanian Ati Soetji dalam menyelamatkan perempuan dari eksploitasi dan jeratan prostitusi. Pementasan ini sekaligus menjadi upaya memperkenalkan kembali sosok perempuan yang memiliki kontribusi besar dalam perjuangan kemanusiaan.

Rencana pementasan tersebut diperkenalkan dalam konferensi pers di The Forest at The Veranda, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pendiri Regina Art, Joane Win, memerankan tokoh Njonja Ati Soetji. Sementara itu, sejumlah seniman turut terlibat, di antaranya Maudy Koesnaedi sebagai Sayap Hitam, Tika Bravani sebagai Noona Kneefel, dan Lutfi Ardiansyah sebagai Jirrin.

Baca Juga :  PPID Menyala, Solusi Digital Informasi Publik Bekasi

Pemeran lainnya yakni Chloe Gerry sebagai Suyun, Willem Bievers sebagai Van Walsem, Jim Lim sebagai Seng Hoe, Haikal Mubarok sebagai Tuan Lie, Andri Surawan sebagai Buron, serta Andi Solohin sebagai Jagal.

Wakil Ketua Yayasan Hati Suci, Wenny, menyambut positif pementasan tersebut. Menurut dia, kisah Ati Soetji merupakan bagian sejarah yang belum banyak diketahui masyarakat, padahal perjuangannya memiliki nilai kemanusiaan yang kuat.

“Ini memang untold story. Sebenarnya, beliau calon pahlawan nasional. Pada 1914, beliau membuat rumah singgah untuk perlindungan dan pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan. Pada zaman Hindia Belanda, banyak terjadi eksploitasi sehingga perlindungan seperti ini sangat dibutuhkan,” kata Wenny.

Baca Juga :  Mengintip Kehidupan Jungkir Balik Jang Na Ra di Good Partner: dari Kantor Pengacara hingga Kesehariannya di Rumah

Wenny mengatakan, ada tiga nilai penting dari perjuangan Ati Soetji yang masih relevan hingga saat ini. Pertama, kekuatan perempuan untuk mengambil tindakan nyata dalam menyelamatkan orang lain.

Kedua, kasih sayang tidak cukup diwujudkan melalui rasa iba, tetapi harus disertai keberanian untuk melindungi, berkorban, dan mendampingi mereka hingga mampu hidup mandiri.

Ketiga, semangat perjuangan dan kepedulian sosial harus terus diwariskan kepada generasi muda agar nilai kemanusiaan tetap terjaga.

Penulis naskah, Endah D. Jenura, mengatakan kisah Ati Soetji juga mengandung pesan tentang pentingnya kepedulian sosial, terutama bagi mereka yang memiliki kemampuan dan kehidupan lebih berkecukupan.

Menurut Endah, status sosial dan materi semestinya dapat menjadi modal untuk membantu sesama. Hal itu tercermin dari keberanian Ati Soetji yang turun langsung menyelamatkan perempuan dari perdagangan manusia, meskipun dirinya merupakan istri seorang tokoh masyarakat Tionghoa bergelar kapitan.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Tangani Dampak Puting Beliung di SDN Telajung 04

Pementasan ini diproduseri secara eksekutif oleh Joane Win dan disutradarai Wawan Sofwan. Naskah ditulis Endah D. Jenura dengan dukungan Yayasan Hati Suci yang diwakili Wenny.

Melalui pertunjukan tersebut, Regina Art berharap perjuangan Ati Soetji tidak sekadar menjadi catatan sejarah, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk memperkuat solidaritas serta meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak dari berbagai bentuk eksploitasi dan perdagangan manusia.

Pementasan ini mendapat dukungan dari Ciputra Artpreneur, BFI Finance, Alcester, Regina Realty, Sariayu Martha Tilaar, dan Le Minerale.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ruang Raya Karawang 2026 Siap Digelar, Dewa 19 hingga Kunto Aji Bakal Meriahkan Karawang
Naik Panzer Anoa Gratis! Pameran Alutsista TNI Bikin Anak-anak Antusias di Bekasi
Mahalini Berharap Jakarta Fair Kemayoran Terus Mengudara
Jakarta Fair 2026 Dibuka, Pramono Sebut Tahun Ini Spesial Jelang 500 Tahun Jakarta
Jadwal Fiersa Besari di Jakarta Fair 2026, Siap Bawakan “Celengan Rindu” di Pekan Pertama
Besok Dibuka! Jakarta Fair 2026 Hadir Lebih Besar, Ada 2.800 Tenant & Nobar Piala Dunia
Konser Slank hingga JKT48 Siap Meriahkan Jakarta Fair 2026, Simak Jadwal dan Harga Tiketnya
J-Rocks Siapkan Kejutan di Jakarta Fair 2026, Iman Bocorkan Rencana Kolaborasi Spesial

Komentar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Regina Art Hidupkan Kisah Ati Soetji, Perempuan Pemberani Lawan Perdagangan Manusia

Jumat, 11 September 2026 - 11:43 WIB

Ruang Raya Karawang 2026 Siap Digelar, Dewa 19 hingga Kunto Aji Bakal Meriahkan Karawang

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Naik Panzer Anoa Gratis! Pameran Alutsista TNI Bikin Anak-anak Antusias di Bekasi

Senin, 22 Juni 2026 - 10:19 WIB

Mahalini Berharap Jakarta Fair Kemayoran Terus Mengudara

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:41 WIB

Jakarta Fair 2026 Dibuka, Pramono Sebut Tahun Ini Spesial Jelang 500 Tahun Jakarta

Berita Terbaru