Bekasi - Posyandu Edelweiss A Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, memiliki cara unik mengelola limbah rumah tangga melalui program Sumijan atau Sumbangan Minyak Jelantah.
Lewat program ini, minyak jelantah dari warga dikumpulkan untuk kemudian dijual kepada pengepul. Hasil penjualannya dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan sosial dan operasional Posyandu.
Perwakilan Kader Posyandu Edelweiss A, Rosmawati, mengatakan program tersebut sudah menjadi bagian dari kegiatan rutin Posyandu bersama warga.
“Minyak ini kami kumpulkan di PKK RW dan dijual kepada pengepul yang telah bekerja sama dengan kami. Jadi hasil penjualannya kami gunakan untuk operasional dan kegiatan yang ada di PKK, Posyandu, Kampung KB, hingga mendukung kegiatan remaja,” ujar Rosmawati, Selasa (26/5/2026).
Ia menjelaskan, minyak jelantah dikumpulkan dari rumah-rumah warga yang dikoordinasikan oleh RT dan kader Posyandu di masing-masing lingkungan.
Rosmawati menyebut, program Sumijan sudah berjalan hampir 10 tahun dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar. Selain membantu pendanaan kegiatan sosial, program ini juga menjadi edukasi lingkungan agar warga tidak membuang minyak bekas sembarangan.
“Dulu ibu-ibu biasanya langsung membuang sisa minyak gorengnya. Sekarang adanya program Sumijan warga jadi rajin mengumpulkan. Program ini juga menjadi sedekah warga melalui minyak jelantah, karena hasilnya kita manfaatkan kembali untuk kepentingan warga, istilahnya dari warga ke warga,” jelasnya.
Menurutnya, minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat mencemari lingkungan dan menyumbat saluran air akibat lemak minyak.
Karena itu, program Sumijan dinilai menjadi salah satu contoh pengelolaan limbah rumah tangga yang memiliki nilai ekonomis sekaligus ramah lingkungan.
“Alhamdulillah setelah adanya program Sumijan ini turut memotivasi lingkungan lain. Bahkan sudah banyak warga yang kini mulai mengkoordinir pengumpulan minyak jelantah untuk dimanfaatkan secara mandiri,” terangnya.
Rosmawati berharap program Sumijan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kabupaten Bekasi – Posyandu Edelweiss A Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, memiliki cara unik mengelola limbah rumah tangga melalui program Sumijan atau Sumbangan Minyak Jelantah.
Lewat program ini, minyak jelantah dari warga dikumpulkan untuk kemudian dijual kepada pengepul. Hasil penjualannya dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan sosial dan operasional Posyandu.
Perwakilan Kader Posyandu Edelweiss A, Rosmawati, mengatakan program tersebut sudah menjadi bagian dari kegiatan rutin Posyandu bersama warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Minyak ini kami kumpulkan di PKK RW dan dijual kepada pengepul yang telah bekerja sama dengan kami. Jadi hasil penjualannya kami gunakan untuk operasional dan kegiatan yang ada di PKK, Posyandu, Kampung KB, hingga mendukung kegiatan remaja,” ujar Rosmawati, Selasa (26/5/2026).
Ia menjelaskan, minyak jelantah dikumpulkan dari rumah-rumah warga yang dikoordinasikan oleh RT dan kader Posyandu di masing-masing lingkungan.
Rosmawati menyebut, program Sumijan sudah berjalan hampir 10 tahun dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar. Selain membantu pendanaan kegiatan sosial, program ini juga menjadi edukasi lingkungan agar warga tidak membuang minyak bekas sembarangan.
“Dulu ibu-ibu biasanya langsung membuang sisa minyak gorengnya. Sekarang adanya program Sumijan warga jadi rajin mengumpulkan. Program ini juga menjadi sedekah warga melalui minyak jelantah, karena hasilnya kita manfaatkan kembali untuk kepentingan warga, istilahnya dari warga ke warga,” jelasnya.
Menurutnya, minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat mencemari lingkungan dan menyumbat saluran air akibat lemak minyak.
Karena itu, program Sumijan dinilai menjadi salah satu contoh pengelolaan limbah rumah tangga yang memiliki nilai ekonomis sekaligus ramah lingkungan.
“Alhamdulillah setelah adanya program Sumijan ini turut memotivasi lingkungan lain. Bahkan sudah banyak warga yang kini mulai mengkoordinir pengumpulan minyak jelantah untuk dimanfaatkan secara mandiri,” terangnya.
Rosmawati berharap program Sumijan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. (*)
Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow