Sinergi Patriot Bekasi Usul 20 Ribu Sambungan Jargas Baru, Warga Mulai Tinggalkan LPG

- Redaksi

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas jaringan gas bersama warga berdialog saat peninjauan program jargas rumah tangga di kawasan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jumat (22/5/2026). Program perluasan sambungan gas bumi terus didorong untuk memenuhi tingginya minat masyarakat terhadap energi yang lebih hemat dan praktis.

i

Petugas jaringan gas bersama warga berdialog saat peninjauan program jargas rumah tangga di kawasan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jumat (22/5/2026). Program perluasan sambungan gas bumi terus didorong untuk memenuhi tingginya minat masyarakat terhadap energi yang lebih hemat dan praktis.

Kota Bekasi – PT Sinergi Patriot Bekasi mengusulkan penambahan 20 ribu sambungan rumah (SR) jaringan gas bumi (jargas) baru di Kota Bekasi kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Tingginya minat warga menggunakan gas bumi menjadi alasan utama pengajuan tersebut.

Usulan itu disampaikan Direktur Utama PT Sinergi Patriot Bekasi, M. Aldo Sirait saat mendampingi kunjungan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi bersama PT Pertagas Niaga di Kecamatan Rawalumbu, Jumat (22/5/2026).

“Sinergi Patriot sudah mengajukan penambahan 20 ribu sambungan rumah jargas ke ESDM untuk wilayah Kota Bekasi. Kami berharap ada dorongan dari BPH Migas agar usulan ini bisa segera direalisasikan,” kata Aldo.

Baca Juga :  Dibongkar dan Ditata, Ternyata Pasar Cikarang Sudah Ada Sejak 1854

Menurutnya, penggunaan jargas kini semakin diminati masyarakat karena dinilai lebih hemat, praktis, aman, dan ramah lingkungan dibanding LPG tabung.

Saat ini, PT Pertagas Niaga bersama PT Sinergi Patriot Bekasi tercatat telah mengelola sebanyak 4.857 sambungan rumah jaringan gas di Kota Bekasi.

Aldo mengatakan pihaknya juga terus mencari berbagai skema pengembangan agar perluasan jargas bisa berjalan lebih cepat.

Selain mengandalkan dukungan pemerintah pusat, pengembangan juga dibuka melalui kerja sama investasi dengan pihak swasta maupun pemerintah daerah.

“Kami ingin masyarakat Kota Bekasi semakin mudah mendapatkan akses energi gas bumi yang lebih efisien. Karena itu perlu kolaborasi semua pihak agar pengembangan jargas bisa berjalan maksimal,” ujarnya.

Baca Juga :  Sukses di Tahap Pertamanya, Burgundy Commercial Buka Penjualan Tahap Kedua Berlokasi Strategis

Sementara itu, Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menyebut tingginya antusiasme warga terhadap penggunaan jargas menjadi sinyal positif bagi pengembangan energi gas bumi di daerah.

“Kami sudah menerima berbagai aspirasi masyarakat yang ingin menggunakan jargas. Skema pembiayaannya sedang dirumuskan, bisa melalui APBN maupun APBD,” kata Wahyudi.

Ia memastikan pasokan gas bumi di wilayah Bekasi masih mencukupi untuk mendukung penambahan sambungan rumah baru.

Di sisi lain, warga yang telah menggunakan jargas mengaku merasakan langsung manfaatnya. Ketua RW 037 Kelurahan Bojong Rawalumbu, Bambang Suharyono, menyebut biaya penggunaan jargas lebih hemat dibanding LPG tabung.

Baca Juga :  Warga PNI Blok RW 016 Helat Peringatan Maulid Nabi SAW

“Sekarang minat warga sangat tinggi. Kalau biaya pemasangan lebih terjangkau, potensinya bisa puluhan ribu rumah tangga di Rawalumbu,” ujarnya.

Hal senada disampaikan warga bernama Sutaryoto yang mengaku lebih nyaman menggunakan jargas karena tersedia selama 24 jam tanpa harus mengganti tabung gas.

“Kalau dulu pakai LPG suka repot, sekarang lebih praktis dan hemat,” katanya.

Tak hanya rumah tangga, jaringan gas bumi juga dimanfaatkan Masjid Jami Al Hikmah untuk mendukung kegiatan sosial Jumat Berkah yang rutin menyediakan ratusan paket makanan bagi warga sekitar. (*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tri Adhianto Bidik Stadion Patriot Jadi Magnet Sport City Bekasi
Raperda Pariwisata Bekasi Belum Diputus, Pansus XIV Libatkan Semua Pihak
Sarif Marhaendi: Kades Terpilih Wajib Ikuti Aturan Sebelum Ganti Perangkat Desa
Pansus XV DPRD Bekasi Desak Pemkab Terbitkan Surat Edaran Pilkades 2026–2034
Harris Bobihoe: Sinergi Pusat-Daerah Kunci Sukses Cek Kesehatan Gratis
Balita Korban Dugaan Penganiayaan Ibu Tiri di Bekasi Meninggal Dunia, Jenazah Diautopsi
Koalisi Sipil Desak KPK Tuntaskan Dugaan Ijon Proyek di Kabupaten Bekasi
Eks Kabid Pasar Disdagperin Kota Bekasi Jadi Tersangka, Diduga Minta Rp80 Juta untuk Alih Kelola MCK

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:57 WIB

Tri Adhianto Bidik Stadion Patriot Jadi Magnet Sport City Bekasi

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:48 WIB

Raperda Pariwisata Bekasi Belum Diputus, Pansus XIV Libatkan Semua Pihak

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:58 WIB

Pansus XV DPRD Bekasi Desak Pemkab Terbitkan Surat Edaran Pilkades 2026–2034

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:34 WIB

Harris Bobihoe: Sinergi Pusat-Daerah Kunci Sukses Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:22 WIB

Balita Korban Dugaan Penganiayaan Ibu Tiri di Bekasi Meninggal Dunia, Jenazah Diautopsi

Berita Terbaru

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Gerindra, H. Bodin, memberikan keterangan kepada awak media di sela-sela rapat Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Bekasi, Kamis (16/7/2026).

Pemerintahan

Komisi III Desak Percepat Realisasi Infrastruktur

Kamis, 16 Jul 2026 - 22:48 WIB

Kepala Desa Burangkeng Nemin Bin H. Sain.

Pilkades

Kades Burangkeng Minta Perda Desa Tak Tergesa-gesa

Kamis, 16 Jul 2026 - 19:41 WIB

Kerjasama Hubungi Kami