Bekasi – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Wildan Fathurrahman, menyoroti sejumlah tantangan pembangunan kota menjelang Hari Jadi ke-29 Kota Bekasi yang diperingati pada 10 Maret 2026.
Hal tersebut disampaikan Wildan saat diwawancarai media Rakyat Jabar News melalui sambungan seluler WhatsApp pada Jumat (7/3/2026).
Menurut Wildan, meski pembangunan Kota Bekasi menunjukkan perkembangan positif, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu indikator kemajuan pembangunan terlihat dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai 84,43 pada 2025, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 83,55.
“Angka ini menunjukkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat Bekasi tergolong tinggi,” kata Wildan.
Meski demikian, ia menilai masih terdapat sejumlah tantangan pembangunan yang harus segera ditangani, seperti persoalan banjir, pengelolaan sampah, kemacetan lalu lintas, serta penyerapan tenaga kerja lokal.
Wildan juga menyoroti proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Bantargebang yang dinilai penting sebagai solusi jangka panjang pengelolaan sampah.
Namun ia menegaskan proyek tersebut harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, terutama dalam hal kesempatan kerja.
“Bantargebang sudah lama menanggung dampak lingkungan dari aktivitas persampahan, sehingga wajar jika masyarakat sekitar mendapat prioritas dalam peluang kerja,” ujarnya.
Karena itu, DPRD mendorong agar proyek PSEL memuat klausul terkait penyerapan tenaga kerja lokal, pelatihan keterampilan masyarakat, serta keterlibatan UMKM lokal.
Wildan berharap momentum Hari Jadi ke-29 Kota Bekasi dapat menjadi refleksi bersama untuk meningkatkan kualitas pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. (ADV)









