Kota Bekasi – Memasuki usia ke-29 tahun, pembangunan di Bekasi terus menunjukkan berbagai kemajuan, terutama pada sektor infrastruktur dan penataan ruang publik.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi, Sardi Efendi mengatakan sejumlah program pembenahan kota mulai dirasakan masyarakat. Pemerintah daerah saat ini memprioritaskan perbaikan taman kota, pedestrian, hingga penataan jalan yang rusak.
“Banyak capaian dari sisi infrastruktur. Taman-taman kota, pedestrian, hingga jalan-jalan rusak mulai dirapikan agar masyarakat semakin nyaman,” ujar Sardi, Kamis (5/3/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, perbaikan jalan berlubang belum dilakukan secara menyeluruh karena curah hujan masih cukup tinggi. Pemerintah Kota Bekasi memilih menunggu kondisi cuaca lebih stabil agar kualitas aspal tidak cepat rusak kembali.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menyambut arus mudik Lebaran agar kondisi jalan di Kota Bekasi lebih aman bagi masyarakat maupun pemudik yang melintas.
Plaza Patriot Jadi Ruang Publik Favorit Warga
Selain pembenahan infrastruktur jalan, Kota Bekasi juga memperbanyak ruang terbuka bagi masyarakat. Salah satu yang kini menjadi perhatian publik adalah kawasan Plaza Patriot Chandrabhaga.
Area tersebut sebelumnya merupakan kolam renang yang tidak terurus. Kini kawasan itu telah diubah menjadi plaza dengan fasilitas jogging track yang ramai dimanfaatkan warga untuk berolahraga maupun bersantai.
“Dulu itu kolam renang yang tidak terurus, sekarang menjadi plaza dengan jogging track yang bagus dan dimanfaatkan masyarakat,” kata Sardi.
Penataan ruang terbuka ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memenuhi target Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebesar 30 persen dari total wilayah kota.
Aparatur Pemerintah Diminta Lebih Gerak Cepat
Dalam refleksi Hari Jadi Kota Bekasi ke-29, Sardi juga menyoroti pentingnya adaptasi bagi aparatur pemerintah daerah, khususnya pejabat-pejabat baru.
Menurutnya, birokrat harus mampu bekerja lebih cepat dan responsif dalam menangani berbagai persoalan masyarakat.
“Pejabat-pejabat baru harus lebih gercep merespons setiap persoalan masyarakat. Itu menjadi bahan kebijakan pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa usia ke-29 merupakan momentum bagi Kota Bekasi untuk terus berkembang dengan semangat baru.
Tagline Keren yang diusung dalam peringatan hari jadi kota diharapkan menjadi semangat bagi aparatur pemerintah dalam menjalankan tugasnya.
“Keren itu kreatif, enerjik, dan responsif. Itu yang harus menjadi jati diri aparatur pemerintahan daerah dalam mengelola pemerintahan,” tutup Sardi. (ADV)









