Bekasi – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, meresmikan rute baru TransJabodetabek jurusan Bekasi–Dukuh Atas di Terminal Induk Kota Bekasi, Jumat (4/7/2025). Peresmian ini ditandai dengan uji coba perjalanan menggunakan armada bus B25, yang menawarkan tarif terjangkau mulai Rp3.500 dengan estimasi waktu tempuh sekitar 70 menit.
Setibanya di Halte Galunggung, Setiabudi, Tri Adhianto disambut langsung oleh Gubernur Daerah Khusus Jakarta, Pramono Anung, yang turut hadir mendukung pembukaan rute lintas kota ini.
Tri Adhianto menegaskan bahwa kehadiran rute B25 ini menjadi jawaban atas kebutuhan mobilitas masyarakat Bekasi yang beraktivitas di Jakarta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dengan adanya rute ini, warga Bekasi kini memiliki pilihan transportasi yang nyaman, aman, dan terjangkau. Ini merupakan jawaban atas kebutuhan mobilitas yang terus meningkat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperluas layanan transportasi publik hingga ke wilayah penyangga.
“Kami berterima kasih kepada Gubernur DKI Jakarta atas komitmennya membangun sistem transportasi terintegrasi antarwilayah. Ini bentuk sinergi untuk pelayanan publik yang lebih baik,” tambahnya.
Jadwal dan Tarif Bus B25
Bus TransJabodetabek B25 dijadwalkan beroperasi setiap 10 menit pada jam sibuk, dan setiap 20 menit di luar jam sibuk. Bus ini akan berhenti di 29 titik pemberhentian, terdiri dari 11 titik di Bekasi dan 18 titik di Jakarta.
Tarif yang ditawarkan sangat terjangkau, mulai dari Rp2.000 hingga Rp3.500, sehingga diharapkan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Tri Adhianto pun berharap hadirnya moda transportasi ini mampu memicu perubahan perilaku masyarakat dalam memilih transportasi publik demi mengurangi kemacetan dan polusi di kawasan Jabodetabek.
“Transportasi publik adalah bagian dari gaya hidup kota modern yang lebih sehat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta berkomitmen terus memperluas layanan transportasi terintegrasi, termasuk TransJakarta, MRT, hingga LRT.
“Transportasi ini inklusif, terjangkau, dan berkelanjutan. Meski konektivitas sudah mencapai 91 persen, kita perlu mendorong pemanfaatannya agar lebih optimal,” pungkas Pramono. (*)









