BEKASI – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, bergerak cepat menanggapi kasus pelecehan sesama jenis yang melibatkan anak di bawah umur di wilayahnya. Tidak hanya membaca laporan, Tri langsung turun ke lapangan dan mengunjungi kediaman salah satu korban untuk mendengarkan langsung kondisi korban dan keluarganya.
Dalam kunjungan tersebut, Tri disambut oleh kedua orang tua korban. Ia berbicara dari hati ke hati, memberi dukungan moril, dan menyampaikan komitmen penuh dari Pemerintah Kota Bekasi untuk mendampingi pemulihan psikologis korban.
“Yang paling penting saat ini adalah pemulihan mental dan psikologis korban. Tapi kami juga tidak lupa bahwa pelaku juga masih anak-anak, dan sama-sama butuh penanganan yang tepat,” ungkap Tri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
💬 Fokus ke Pemulihan, Bukan Penghakiman
Wali Kota menegaskan bahwa aspek psikologis menjadi fokus utama, baik bagi korban maupun pelaku, mengingat keduanya masih di bawah umur. Ia menginstruksikan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi untuk memberikan pendampingan psikologis secara intensif, termasuk bantuan hukum melalui lembaga yang kredibel.
“Kami akan lakukan recovery menyeluruh, agar kedua belah pihak dapat melewati fase ini dengan dukungan yang mereka butuhkan,” jelasnya.
Tri juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota memahami betul betapa besar trauma yang dialami keluarga korban. Maka dari itu, penanganan terbaik dan manusiawi menjadi prioritas utama.
🙏 Hindari Stigma, Bangun Dukungan
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bekasi mengajak seluruh masyarakat untuk tidak menghakimi atau memberi stigma, baik kepada korban maupun pelaku. Ia meminta masyarakat untuk mendukung proses pemulihan dengan bijak dan empati.
“Kami minta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan dan memberi label. Anak-anak kita perlu perlindungan, bukan penghakiman,” tegas Tri.
✅ Komitmen Pemkot: Lindungi Anak, Tangani dengan Hati
Tri Adhianto menegaskan bahwa Pemkot Bekasi memiliki komitmen kuat dalam menjaga hak, keamanan, dan kesejahteraan anak-anak di wilayahnya. Ia memastikan setiap langkah penanganan dilakukan dengan pendekatan komprehensif, berpihak, dan bermartabat.
“Kami tidak akan tinggal diam. Ini soal masa depan anak-anak kita, dan mereka harus kita jaga bersama-sama,” tutupnya. (*)










