Kertajati Disindir “Peuteuy Selong”, Pakar ITB: Bandara Gagah Tak Ada Penumpang, Ya Percuma!

- Redaksi

Selasa, 10 Juni 2025 - 10:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakar transportasi Sony Sulaksono dari ITB menyoroti BIJB Kertajati: “Gedung bisa dibangun, tapi tanpa pasar penumpang, bandara hanya jadi etalase kosong.”

i

Pakar transportasi Sony Sulaksono dari ITB menyoroti BIJB Kertajati: “Gedung bisa dibangun, tapi tanpa pasar penumpang, bandara hanya jadi etalase kosong.”

MAJALENGKA – Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati kembali jadi buah bibir. Bukan karena lonjakan penumpang atau rute baru, tapi karena sindiran pedas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menyebut bandara megah ini bak peuteuy selong—besar, tapi kosong tak berisi.

Sindiran itu bukan tanpa alasan. Meski berdiri megah di Majalengka dan digadang-gadang sebagai tulang punggung transportasi udara kawasan timur Jabar, nyatanya Kertajati masih kesulitan menggaet penumpang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pakar transportasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Sony Sulaksono, ikut angkat bicara. Ia menilai bahwa akar persoalan bukan terletak pada fisik bandara, tapi pada hilangnya pasar yang seharusnya menopang operasionalnya.

“Bandara itu bukan cuma soal gedung megah. Tanpa kawasan interland atau pasar yang jelas, hasilnya ya begini: besar tapi sepi,” ujar Sony, Senin (9/6/2025).

Menurut Sony, sejak awal Kertajati diharapkan menggantikan Bandara Husein Sastranegara di Bandung dan melayani wilayah seperti Subang, Cirebon, Kuningan, hingga sebagian Jateng. Tapi faktanya, penumpang malah lari ke Jakarta, apalagi sejak ada kereta cepat Whoosh yang bikin akses ke Soekarno-Hatta makin gampang.

“Maskapai enggan buka rute kalau bangku kosong. Harapan agar warga Bandung pindah ke Kertajati tak menarik di mata publik,” tegasnya.

Sony menambahkan bahwa potensi bisnis dan wisata di Jabar masih sangat terpusat di Bandung. Itu membuat Kertajati sulit bersaing tanpa strategi khusus.

“Kargo juga sulit. Apa yang bisa dikirim udara dari Majalengka? Kalau bisa pakai truk atau kereta dengan biaya lebih murah, siapa yang mau bayar mahal naik pesawat?” tambahnya.

Namun bukan berarti harapan hilang. Sony melihat peluang besar Kertajati sebagai pusat MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) atau bengkel pesawat skala besar.

“Kertajati cocok untuk MRO. Itu realistis, dan bisa jalan tanpa bergantung pada volume penumpang,” katanya.

Ia juga mendukung visi Gubernur Dedi Mulyadi soal pengembangan Rebana Metropolitan dan konsep aero city untuk menarik ekonomi baru ke sekitar bandara.

“Kalau Rebana tumbuh, pasar penumpang bisa ikut terbentuk. Tapi perlu kerja keras dan insentif agar maskapai mau masuk,” pungkasnya.

Kini, BIJB Kertajati masih menanti momentum. Infrastruktur sudah siap, tapi tanpa konektivitas, pasar, dan strategi yang jitu, bandara ini berisiko menjadi monumen sunyi — megah namun minim manfaat. (*)

Baca Juga :  Perkuat Sinergi untuk Kelancaran Mudik: Menko PMK dan Stakeholder Lakukan Koordinasi Semua Lini

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPMB 2026 Kota Bekasi, Pemkot Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah
Ketua DPRD Kota Bekasi Dukung Program Literasi Digital JMSI Bekasi Raya
HBH Lamahu Bekasi Pererat Harmoni Budaya di CFD
Pasar Tumpah Cikarang Bakal “Disapu Bersih”, TNI-Polri Siaga 24 Jam!
Asep Surya Ajak Infocity Kawal Program Bekasi, Fokus Sampah hingga Banjir
Posyandu di Bekasi Bakal Berubah Total, Kini Urus 6 Layanan Dasar Warga
DPRD Bekasi Warning Disdik, SPMB 2026 Jangan Sampai Chaos Lagi
Tri Adhianto Tegaskan SPMB Bekasi Tanpa Titipan, Gandeng Kejari

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 21:59 WIB

SPMB 2026 Kota Bekasi, Pemkot Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah

Senin, 11 Mei 2026 - 14:41 WIB

Ketua DPRD Kota Bekasi Dukung Program Literasi Digital JMSI Bekasi Raya

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:09 WIB

HBH Lamahu Bekasi Pererat Harmoni Budaya di CFD

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:57 WIB

Pasar Tumpah Cikarang Bakal “Disapu Bersih”, TNI-Polri Siaga 24 Jam!

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:17 WIB

Asep Surya Ajak Infocity Kawal Program Bekasi, Fokus Sampah hingga Banjir

Berita Terbaru