Sorotan Tajam DPRD: Di Balik Slogan ‘Pasti Kerja’, Ada Ribuan Warga Masih Menganggur

- Redaksi

Selasa, 27 Mei 2025 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan pencari kerja memadati area Job Fair ‘Bekasi Pasti Kerja’ di Presiden University, Cikarang Utara, Senin (27/5/2025). Antusiasme tinggi ini sekaligus menjadi refleksi nyata tingginya angka pengangguran di Kabupaten Bekasi.”

i

Ribuan pencari kerja memadati area Job Fair ‘Bekasi Pasti Kerja’ di Presiden University, Cikarang Utara, Senin (27/5/2025). Antusiasme tinggi ini sekaligus menjadi refleksi nyata tingginya angka pengangguran di Kabupaten Bekasi.”

Bekasi – Antusiasme puluhan ribu pencari kerja memadati area kampus Presiden University, Cikarang Utara, pada Senin (27/5/2025). Mereka datang dengan harapan, dengan semangat, mengikuti gelaran Job Fair “Bekasi Pasti Kerja” yang digagas oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi. Namun, di balik euforia dan semangat mencari peluang, tersimpan realita yang patut menjadi catatan serius bagi pemerintah daerah.

Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, melalui anggotanya Haryanto, memberikan sorotan tajam terhadap pelaksanaan job fair ini. Bagaimana tidak, dari sekitar 2.500 lowongan kerja yang tersedia, tercatat lebih dari 25.000 pencari kerja hadir. Angka yang timpang ini tak sekadar menunjukkan antusiasme, tetapi juga menggambarkan betapa mendesaknya persoalan pengangguran di Kabupaten Bekasi.

Baca Juga :  Disgadperin Kota Bekasi Fasilitasi Teknik Implementasi dan Sertifikasi HAACP bagi IKM Kota Bekasi

“Kegiatan job fair ini kuotanya kurang dari tiga ribuan, tetapi antusias masyarakat yang hadir sekitar dua puluh lima ribu. Artinya, agenda ini memperlihatkan keprihatinan besar masyarakat Bekasi yang masih menganggur,” kata Haryanto.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski demikian, apresiasi tetap diberikan kepada Bupati dan Wakil Bupati Bekasi yang telah menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari program 100 hari kerja mereka. Terobosan membangun komunikasi aktif dengan perusahaan-perusahaan lokal dianggap sebagai langkah progresif dalam membuka akses kerja yang lebih luas.

Namun, tidak bisa dipungkiri, pelaksanaan di lapangan menuai sejumlah catatan penting. Haryanto menyebutkan beberapa kekurangan serius, mulai dari peserta yang jatuh pingsan akibat kepadatan, keributan di lokasi, hingga minimnya fasilitas seperti ambulans dan area parkir yang layak. Kesiapan panitia pun dinilai belum optimal dalam menangani lonjakan pengunjung yang datang.

Baca Juga :  Komisi III DPRD Kota Bekasi Mendorong Intensifikasi Penerimaan Pajak Daerah Oleh Bapenda

“Pelaksanaan teknis harus dievaluasi. Ke depan, panitia harus lebih sigap, dan fasilitas pendukung harus memadai,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengusulkan agar kegiatan serupa tidak terpusat di satu titik, tetapi disebar merata di tiap kecamatan. Dengan begitu, penumpukan massa dapat dihindari, dan akses masyarakat ke informasi lowongan kerja menjadi lebih merata.

Haryanto juga mendorong agar proses rekrutmen lebih inovatif, tidak lagi bergantung pada metode konvensional yang berpotensi menimbulkan kerumunan besar. Ia menekankan pentingnya inklusivitas, agar pencari kerja dari kalangan disabilitas juga mendapat perhatian dan prioritas sesuai dengan amanat undang-undang.

Baca Juga :  Jelang Arus Mudik, PT JTT Pastikan Kesiapan Operasional di Wilayah Jawa Barat

Menutup keterangannya, Haryanto menegaskan pentingnya transparansi dari pihak Disnaker terhadap hasil rekrutmen.

“Kita akan minta kepada Disnaker agar terbuka hasil mengenai siapa saja masyarakat yang diterima kerja melalui agenda job fair ini, agar rencana menekan angka pengangguran bisa dilihat hasilnya,” tutupnya.

Job fair ini menjadi cermin bahwa di balik angka-angka statistik, ada ribuan wajah penuh harapan yang menunggu kesempatan. Evaluasi yang tepat, distribusi kegiatan yang merata, serta pendekatan yang lebih manusiawi dan transparan akan menjadi kunci agar “Bekasi Pasti Kerja” tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga solusi. (*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi, Polisi Temukan Luka Benda Tajam dan Tumpul
Geger di Bekasi! Pipa Gas Diduga Kena Beko, Air Menyembur Setinggi 4 Meter
Tak Lagi Coblos Kertas? Bekasi Siapkan Pilkades Digital di 154 Desa
Tak Salat di Masjid Besar, Plt Bupati Bekasi Pilih Musala Kampung di Perbatasan Setu
Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton Tiba di Jatiasih, Warga Sambut Haru
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Keren! Warga Tambun Sulap Minyak Jelantah Jadi Dana Posyandu dan Kegiatan Sosial
JTT Siagakan Layanan Operasional Trans Jawa Antisipasi Lonjakan Arus Libur Iduladha 2026

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:16 WIB

Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi, Polisi Temukan Luka Benda Tajam dan Tumpul

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:56 WIB

Geger di Bekasi! Pipa Gas Diduga Kena Beko, Air Menyembur Setinggi 4 Meter

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:36 WIB

Tak Lagi Coblos Kertas? Bekasi Siapkan Pilkades Digital di 154 Desa

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:25 WIB

Tak Salat di Masjid Besar, Plt Bupati Bekasi Pilih Musala Kampung di Perbatasan Setu

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:59 WIB

Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton Tiba di Jatiasih, Warga Sambut Haru

Berita Terbaru