Bekasi – Lautan manusia membanjiri Kawasan Jababeka! Puluhan ribu pencari kerja tumpah ruah menghadiri Bekasi Pasti Kerja Expo yang digelar di President University Convention Center, Cikarang Utara. Harapan akan masa depan cerah berubah jadi kekacauan saat kerumunan mendesak masuk hingga menimbulkan kepanikan.
Kericuhan tak terhindarkan. Antrean yang mengular sejak subuh berubah menjadi dorong-dorongan saat akses masuk expo dibuka. Petugas keamanan tampak kewalahan menghalau massa yang terus mendesak masuk.
“Saya ke sini dari jam setengah tujuh pagi, tapi kata orang tadi subuh jam lima udah penuh antrean,” ujar Farhan Gumilar (25), warga Cibitung yang mengaku sudah tujuh tahun menganggur sejak lulus sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Farhan, seperti ribuan pencaker lainnya, datang dengan harapan tinggi untuk meraih pekerjaan. Namun, realita di lapangan justru memperlihatkan wajah buram dunia kerja. Ia mengaku sudah mencoba berbagai jalur, bahkan melalui “agen kerja” berbayar yang berujung penipuan.
“Duit malah ilang, kerjaan enggak dapet,” ujarnya kecewa.
Acara yang sedianya menjadi momentum strategis kolaborasi pemerintah dan swasta itu kini disorot karena minim antisipasi terhadap lonjakan pengunjung. Panitia terlihat pontang-panting menertibkan kerumunan, bahkan harus menambah jalur masuk darurat untuk mengurai kepadatan.
Job Fair ini sejatinya digagas sebagai bagian dari janji politik Bupati dan Wakil Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang dan Asep Surya Atmaja, untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Bekasi. Namun pelaksanaan kali pertama ini justru membuka fakta bahwa kebutuhan lapangan kerja jauh lebih besar dari yang disediakan.
Hingga berita ini diturunkan, antrean masih mengular, dan kepanikan masih terasa. Banyak pencaker memilih bertahan, berharap mendapat peluang emas di tengah lautan persaingan. (*)










