Pedagang Pasar Pocong Bogor Jual Minyak Goreng dengan Harga Eceran Tertinggi

- Redaksi

Minggu, 6 Februari 2022 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Minyak Goreng. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/YU

i

Ilustrasi Minyak Goreng. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/YU

Pedagang Pasar Pocong, Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, mulai menjual minyak goreng dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Kementerian Perdagangan pada 1 Februari 2022.

Sigit, pedagang di pasar, menjual minyak goreng merek Tropical dengan harga Rp 14 ribu per liter dan Rp 28 ribu untuk kemasan 2 liter. Ia baru mendapatkan stok dari sales merek tersebut kemarin dengan harga kurang lebih Rp 13 ribu per liter.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Harga kemasan botol Rp 14 ribu per liter kalo enggak pake kantong plastik. Kalo pake kantong jadi Rp 15 ribu,” ujar perempuan paruh baya 57 tahun tersebut saat ditemui pada Minggu, 6 Februari 2022.

 

Untuk kemasan setengah liter, ia mengambil dengan harga sekitar Rp 8.000 per liter dari sales dan menjualnya Rp 9.000 per liter kepada pembeli. Sedangkan untuk minyak goreng curah, ia sudah tidak memiliki stok.

Baca Juga :  PJ Walikota Bekasi Usulkan Kenaikan UMK Kota Bekasi Naik Sebesar 14,02%

 

Sigit mengatakan sempat menjual minyak goreng curah beberapa hari lalu dengan harga Rp 22 ribu per kilogram. Selisih Rp 1.000 dengan harga minyak goreng kemasan dengan harga Rp 21 ribu per liter.

 

Pagi tadi, kemasan 2 liter dari merek yang sama sudah cepat terjual dan tersisa 3 botol isi 1 liter dan 4 bungkus isi 0,5 liter. “Yang 2 liter udah habis, sisa yang seliter. Udah laku tujuh yang satu liter ini,” tutur Sigit.

 

Sebelum minyak goreng tersedia hari ini, ia sempat mengalami kelangkaan minyak goreng selama 2 minggu. Saat itu dari pihak sales belum memberi kabar kepadanya untuk mengisi stok kembali.

Baca Juga :  Wali Kota Bekasi Hadiri Talkshow GK Ladies Bertemakan Ibu Bijak, Ibu Hemat dan Keluarga Sehat

 

Mengenai harga yang ditetapkan pemerintah, Sigit sudah mendapatkan pemberitahuan tentang HET yang berlaku di pasaran. “Ada surat edaran waktu itu dari pemerintah,” ujar dia.

 

Selain lapak milik Sigit, terpantau penjual lain sudah memajang minyak goreng kemasan 0,5 – 1 liter. Namun tidak terlihat kemasan minyak goreng curah yang disediakan.

 

Kemudian penjual lain mengatakan minyak goreng di lapaknya baru ada lagi tadi malam. Perempuan berusia 40 tahun yang namanya tidak ingin disebutkan sempat tidak menjajakan minyak goreng karena ketiadaan stok.

 

“Ini minyak goreng baru tadi malem dateng,” katanya dalam waktu yang sama.

 

Ketika ditemui, lapak miliknya sudah banyak berjejer kemasan minyak goreng merek Tropical dengan kemasan 0,5 -1 liter juga. Sedangkan untuk minyak goreng curah, ia tidak lagi memiliki stok.

Baca Juga :  Komisi IV DPRD Bekasi Kecewa, Dispora Absen di Rapat LKPJ 2024

 

Kelangkaan minyak goreng sudah terjadi semenjak Januari 2020. Kemudian pemerintah mengambil kebijakan penetapan HET melalui Peraturan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi.

 

Menurut Pasal 3 Ayat 2 dalam peraturan tersebut, harga minyak goreng dibagi dalam tiga kategori

  1. Minyak goreng curah Rp 11.500 per liter
  2. Minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500 per liter
  3. Minyak goreng kemasan premium Rp 14.000 per liter

 

Kebijakan soal minyak goreng ini diambil seiring berlakunya Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 20 persen dan Domestic Price Obligation (DPO) untuk pasokan Crude Palm Oil (CPO) dan RBD Palm Olein di dalam negeri.

 

sumber: tempo.co

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton Tiba di Jatiasih, Warga Sambut Haru
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Keren! Warga Tambun Sulap Minyak Jelantah Jadi Dana Posyandu dan Kegiatan Sosial
Hantavirus Mulai Diwaspadai di Bekasi, Dinkes Siagakan Puskesmas dan Rumah Sakit
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Bapenda Bekasi Apresiasi PLN Cikarang Tertib Setor PPJ
Diadora Perkuat Tren Sports Lifestyle Lewat Mono Store Pertama di Bekasi
Diadora Buka Mono Store Pertama di Indonesia di Bekasi, Bidik Pasar Greater Jakarta

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:59 WIB

Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton Tiba di Jatiasih, Warga Sambut Haru

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:40 WIB

Keren! Warga Tambun Sulap Minyak Jelantah Jadi Dana Posyandu dan Kegiatan Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:47 WIB

Hantavirus Mulai Diwaspadai di Bekasi, Dinkes Siagakan Puskesmas dan Rumah Sakit

Senin, 25 Mei 2026 - 10:20 WIB

Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB

Berita Terbaru