Warga Indramayu Rasakan Suhu Udara Tinggi, Ini Penyebabnya

- Redaksi

Minggu, 6 Oktober 2019 - 17:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi.

i

ilustrasi.

RJN, Indramayu – Masyarakat di wilayah cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning), merasakan terik matahari dan suhu udara yang tinggi dalam beberapa hari terakhir. Diperkirakan suhu udara antara 33-34 derajat celcius.

“Saat siang hari, terik matahari terasa menyengat di kulit. Karena udahanya panas, jadi membuat tenggorokan cepat haus,” ujar Nadia (39 tahun), warga Kelurahan Karangmalang, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Minggu (6/9). Ia pun saat bekerja kerap menggunakan topi meski sudah berhijab.

Hal sama juga diungkapkan oleh Raka,(15 tahun) asal Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Suhu udara di Kota Cirebon juga semakin meningkat. “Meski saat sekolah sudah memakai jaket, tapi panas nya cukup terasa,” kata dia.

Suhu udara di Wilayah Cirebon yang meliputi lima daerah mengalami peningkatan memasuki bulan Oktober 2019. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kertajati, Kabupaten Majalengka, memprediksi peningkatan suhu udara akan bertambah hingga pertengahan Oktober.

“Saat ini suhu udara maksimum mencapai 36-37 derajat celsius. Suhu diprakirakan masih akan meningkat sampai 38 derajat celsius,” sebut Prakirawan BMKG Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Izyn, Minggu (6/10).

Peningkatan suhu ini, terjadi karena kulminasi atau transit atau istiwa’. Kulminasi sendiri merupakan fenomena ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Kala deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, fenomena itu dikenal sebagai kulminasi utama. Saat itu, matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit.

Baca Juga :  Komisi 4 Sarankan Pemkot Bekasi Agar Melakukan Operasi Yustisi Kependudukan

“Titik kulminasi utama di setiap daerah akan berbeda-beda, disesuaikan dengan waktu masing-masing,” ujarnya. Pada Oktober ini, kulminasi utama pertama kali akan terjadi di Kabupaten Indramayu, pada 9 Oktober 2019 pukul 11.34 WIB.

Untuk Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Kuningan, titik kulminasi utama akan terjadi pada 11 Oktober 2019 pukul 11.32 WIB, sedangkan Kabupaten Majalengka pukul 11.33 WIB. Ketika kulminasi utama terlewati, suhu udara akan mulai menurun hingga memasuki masa pancaroba (peralihan) dari musim kemarau ke penghujan.

Baca Juga :  BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Akibat Cuaca

Di wilayah Cirebon, masa pancaroba diperkirakan mulai pada akhir Oktober 2019 hingga pertengahan November 2019. Dia mengungkapkan, tingginya temperatur udara kini mengakibatkan kekeringan dan berpotensi meningkatkan kebakaran hutan dan lahan. Warga pun diimbau tak membakar sembarangan dan menyiapkan peralatan pemadaman api.

“Sebaiknya warga juga membuat tempat penampungan air, karena kekeringan masih akan terjadi,” ujarnya. Temperatur udara yang panas juga bisa menyebabkan dehidrasi dan kulit kering.

(red/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April
DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara
PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Senin, 25 Mei 2026 - 10:20 WIB

Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB

Sabtu, 25 April 2026 - 13:22 WIB

Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April

Berita Terbaru