Pelaku Pariwisata di Cirebon Berharap Anggaran Promosi Diperbesar

- Redaksi

Kamis, 1 Agustus 2019 - 22:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Cirebon– Pengembangan sektor pariwisata di Cirebon masih membutuhkan campur tangan pihak lain selaku investor. Rendahnya biaya promosi di tingkat pemerintah daerah dinilai dapat mengancam perkembangan sektor ini.

Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPC Wilayah 3 Jawa Barat, Abdul Rozak mengungkapkan, salah satu tantangan terbesar para pelaku pariwisata di Wilayah Cirebon, menarik para pelintas yang memanfaatkan akses-akses transportasi nasional seperti jalan tol dan Bandara Internasional Kertajati, untuk singgah ke Cirebon.

Baca Juga :  Kamis depan, Kota Bekasi Resmi Miliki Bus Pariwisata

“Tidak sekedar singgah, mereka diharapkan menetap lebih lama untuk menikmati aneka potensi wisata yang ada di Cirebon,” katanya, Kamis (1/8/2019).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyatakan, Cirebon memiliki potensi wisata sangat beragam mulai dari kuliner, sejarah, hingga wisata religi. “Potensi wisata di Cirebon mulai dilirik masyarakat regional dan nasional,” ujarnya.

Baca Juga :  Ketua Bhaladika Karya Kandidat Kuat Pengganti Rahmat Effendi

Sayangnya, biaya promosi yang dialokasikan pemerintah daerah masih rendah, rata-rata pemerintah daerah di wilayah Cirebon khususnya, mengalokasikan biaya promosi di bawah Rp1 miliar.

“Kalau masih di bawah Rp1 miliar, pengembangan potensi pariwisata bisa jauh tertinggal,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dinkes Kabupaten Bekasi Berikan Tips Cegah Obesitas Pada Anak

Menurutnya, idealnya biaya promosi pariwisata sekitar 10% dari pendapatan asli daerah (PAD) yang berasal dari sektor ini. Meski mengaku tidak mengetahui pasti besaran alokasi untuk sektor pariwisata di Cirebon, ia menyebutkan anggarannya kemungkinan di bawah 10%.

(uan/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon
Pemkab Cirebon Bekali 100 Calon PMI, Tekankan Berangkat Lewat Jalur Resmi
18 Pemegang Saham Pendiri Tolak RUPSLB PT RSB, Persoalkan Legalitas Pengangkatan Direksi-Komisaris
APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:53 WIB

BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon

Rabu, 30 September 2026 - 19:59 WIB

Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon

Berita Terbaru

Teknologi Super Intelligent Valet Parking (SIVP) dan Super AI Cockpit yang dikembangkan OMODA & JAECOO untuk menghadirkan pengalaman parkir otomatis dan interaksi cerdas antara kendaraan dan pengguna. Kedua teknologi tersebut akan diuji dalam ajang International User Summit di China pada 19–21 Oktober 2026.

Otomotif

OMODA & JAECOO Uji Teknologi Parkir Otomatis dan AI di China

Sabtu, 17 Okt 2026 - 07:43 WIB

Keterangan foto: Ilustrasi tindak pidana korupsi yang berdampak terhadap kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

Jakarta

Prof Romli Nilai Korupsi Rugikan Hak Sosial Masyarakat

Sabtu, 17 Okt 2026 - 06:02 WIB

Kondisi bangunan Rumah Sakit Watunggong di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang akan didukung pembangunannya melalui bantuan kemanusiaan Rp2,1 miliar dari masyarakat Kota Bekasi.

Nasional

Warga Bekasi Galang Rp2,1 Miliar, Bangun Rumah Sakit di NTT

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:37 WIB