Situs Keramat Sindang Pancuran Miliki 7 Buah Sumber Mata Air

- Redaksi

Minggu, 28 April 2019 - 20:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Cirebon – Jika berkunjung ke wilayah Cirebon Timur, tepatnya di Sindang Laut, cobalah singgah di situs keramat Sindang Pancuran. Situs tersebut tidak begitu jauh dari jalan raya, tepatnya di desa Sindang Laut, Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon.

Sindang Pancuran merupakan mata air yang memiliki 7 buah sumber mata air. Tiga diantaranya berada di sekitar situs keramat dan mudah dijumpai. Sedangkan empat lainnya berada jauh. Ketujuh sumber mata air tersebut masih berada dalam satu aliran sungai.

Salah satu mata air yang biasa digunakan oleh masyarakat adalah mata air yang berada di dekat area pemakaman, di mana di situ terdapat 5 pancuran, dan 2 pancuran yang berada di dekatnya. 5 pancuran tersebut diberi tembok dan atap, yang berfungsi sebagai mencegah benda-benda dari atas yang jatuh ke mata air. Sedangkan untuk yang satunya, ditembok tertutup. Hanya aliran air saja yang mengalir keluar dan dihubungkan dengan pipa.

Baca Juga :  The Box akan Hadir di CSB Mall Awal Januari Nanti

Menurut kuncen situs keramat Sindang Pancuran, Maksudi (62), tembok tersebut dibangun oleh Belanda, yang berfungsi untuk mengalirkan air dari mata air menuju pabrik gula di Sindang Laut. Diperkirakan usianya sama sejak dibangunnya Pabrik Gula Sindang Laut, yakni sekitar 1896.

Maksudi menceritakan, sumber mata air ini pertama kali ditemukan oleh Pangeran Sela Ganda, di masa pemerintahan Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran. Awalnya, salah satu anak Prabu Siliwangi yang beragama Islam bernama Pangeran Walangsungsang atau Pangeran Sapujagat atau Pangeran Cakrabuana, mendirikan sebuah pesantren bernama Dukuh Awi. Dinamakan tersebut karena pesantren atau pedukuhan tersebut terbuat dari bambu. Dalam bahasa Sunda, awi berarti bambu.

“Dukuh Awi digunakan sebagai tempat bermusyawarah dan mengajarkan agama Islam,” jelasnya saat ditemui di situs keramat akan Sindang Pancuran, Desa Sindang Laut, Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon, Sabtu (27/4/2019).

Baca Juga :  Korem 063/SGJ Bangun Sinergitas Bersama Insan Media Dengan Menembak Bersama

Terdapat permasalahan di Dukuh Awi, karena di sekitar tempat tersebut tidak ada sumber air. Hingga akhirnya, lokasi Dukuh Awi berpindah-pindah. Kemudian, Pangeran Sapu Jagat meminta kepada salah satu temannya bernama Pangeran Sela Ganda, untuk mencarikan sumber mata air.

Akhirnya, Pangeran Sela Ganda menemukan sumber mata air yang bersih dan jernih di sungai Desa Sindang Laut. Karena airnya terus memancar, Pangeran Sapu Jagad dengan prajuritnya membangun tempat penampungan agar air tidak terbuang sia-sia. Akhirnya Dukuh Awi pun menetap di situ. Kemudian oleh Belanda, mata air tersebut pun diperbesar, ditemboki, dan diberi atap supaya lebih terlindungi dari benda-benda yang masuk ke mata air.

Baca Juga :  Dapat Dukungan, Kang Eza Maju Pilwakot

Konon katanya, lanjut Maksudi, air dari Sindang Pancuran ini dipercaya bisa mendatangkan khasiat. Hal tersebut berawal saat salah satu anak Prabu Siliwangi bernama Kian Santang sedang sakit ketika masih kecil. Prabu Siliwangi pun memerintahkan sang kakak, Pangeran Walangsungsang, untuk mengambil air yang ada di Sindang Pancuran.

“Setelah diberi minum air tersebut, Kian Santang akhirnya sembuh,” jelasnya.

Hal tersebutlah yang akhirnya membuat masyarakat sekitar, bahkan dari luar daerah, mendatangi Sindang Pancuran untuk mendapatkan khasiatnya, seperti menyembuhkan penyakit, penjagaan, serta muhabbah atau pengasihan.

“Mitosnya begitu, Sindang Pancuran diyakini oleh warga memiliki beberapa khasiat di antaranya penjagaan, kejayaan, dan pengasihan. Tapi sama warga sekitar biasa digunakan untuk beraktivitas seperti mencuci baju dan minum,” pungkasnya.

(pri/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri
Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum
KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data
JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan
Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 12:31 WIB

Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:47 WIB

Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:55 WIB

KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:06 WIB

JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Berita Terbaru

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Gerindra, H. Bodin, memberikan keterangan kepada awak media di sela-sela rapat Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Bekasi, Kamis (16/7/2026).

Pemerintahan

Komisi III Desak Percepat Realisasi Infrastruktur

Kamis, 16 Jul 2026 - 22:48 WIB

Kepala Desa Burangkeng Nemin Bin H. Sain.

Pilkades

Kades Burangkeng Minta Perda Desa Tak Tergesa-gesa

Kamis, 16 Jul 2026 - 19:41 WIB

Kerjasama Hubungi Kami