Adanya Desakan Copot Kapolri, Ini Kata KH. Ayip Abbas

- Redaksi

Sabtu, 13 Oktober 2018 - 21:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Cirebon – Deklarasi Kebangsaan digelar oleh Pondok Pesantren Assalafiah Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon, Pesantren harus menjadi pendulum dan tidak boleh memihak pada salah satu pasangan Calon Presiden.

Menurut KH. Ayip Abbas pengasuh ponpes Assalifiah Lemahabang Cirebon, situasi politik sudah mulai memanas sehingga diperlukan adanya pencegahan agar suhu politik cooling down.

“Kami menggelar deklarasi kebangsaan untuk menjaga kondusifitas, karena jelang pilpres suhu politik makin memanas, “ungkapnya kepada rakyatjabarnews.com saat press conference di komplek Ponpes Assalifiah, Sabtu (13/10/2018).

Masih menurut KH Ayip Abbas jika nenek moyang Bangsa Indonesia itu terkenal santun dan saling menghargai maka dari itu kita harus bisa menghargai perbedaan.

“Negara kita itu terkenal santun dan berbudaya, belajarlah saling menghargai walau ada perbedaan pandangan politik.”

KH. Ayip Abbas menghimbau agar masyarakat jangan mudah terpancing oleh berita berita hoax yang marak belakangan ini, kami harapkan masyarakat berpikir terlebih dahulu dalam hal bertindak apakah bermanfaat atau tidak.

Baca Juga :  Polres Cirebon Mengecek Kelayakan Kendaraan Dinas

“Kami himbau pada masyarakat agar menjaga persaudaaran walau dalam pandangan politik berbeda, selain itu jika menemukan informasi agar di klarifikasi dahulu.”

KH. Ayip Abbas menekankan bahwa Pondok Pesantren itu harus sebagai pendulum atau penengah, sehingga tidak boleh dukung mendukung ke salah satu calon presiden.

Menurut KH. Ayip Abbas adanya desakan dari beberapa orang agar Presiden Joko Widodo mencopot jabatan Kapolri dari Tito Karnavian yang sedang menangani kasus berita bohong Ratna Sarumpaet hingga mencuatnya kasus lama di KPK tentang Skandal Perusakan Buku Merah.

Baca Juga :  Warga PNI Blok Ametrin Sukses Gelar Isra Mi'raj, Ini Pesan Kepala Desa!

“Kembali pada Presiden mana yang terbaik untuk Bangsa Indonesia, Presiden lebih bijaksana dalam hal itu dan yang terbaik menurut presiden,” tutupnya.

Inilah alamat situsnya yang mengungkap adanya perusakan alat bukti di KPK bisa klik di https://m.kbr.id/nasional/10-2018/skandal_perusakan_buku_merah/97396.html#page-top dimana dalam isi beritanya sangat gamblang menelusuri Skandal Perusakan Buku Merah.(ymd/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon
Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik

Berita Terbaru