Wow, Warga Kecamatan Lemahabang Digegerkan Adanya Dangdeur Raksasa

- Redaksi

Kamis, 27 September 2018 - 20:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Cirebon – Masyarakat yang bermukim di perbukitan wilayah barat Kecamatan Lemahabang dibuat geger dengan penebangan pohon raksasa yang usianya sudah ratusan tahun, pohon jenis Randu Alas atau dalam bahasa lokal setempat di sebut dengan nama Pohon Dangdeur.

Masyarakat setempat pun menyayangkan terjadinya penebangan pohon raksasa yang bertengger di sisi selatan jurang (Red. Lamping) sebagai penahan longsor yang sekaligus sebagai resapan air bagi wilayah sekitar dimana pada musim kemarau mata air di wilayah tersebut mengalami penyusutan debit air.

Selidik punya selidik gegernya penebangan pohon berawal dari kejadian pada hari minggu tanggal 22 September 2018, dimana salah seorang anggota masyarakat mengaku mendapatkan wangsit (Red. Mimpi) dari sang pemilik lahan agar menebang pohon jenis Dangdeur (Red. Randu Alas) yang berada di Blok Cikubung Desa Belawa Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat.

Adapun hasil dari penjualan pohon Dangdeur Raksasa tersebut untuk disumbangkan sebagian pada salah satu Lembaga Sosial keagamaan setempat. Ungkap salah seorang warga setempat yang tidak mau namanya di korankan, Namun penebangan pohon raksasa yang berusia ratusan tahun ini dengan alasan seizin pemilik pun berbuntut panjang, ternyata lokasi tanah tersebut (Red. TKP) sudah di pecah oleh pemilik sebelumnya setelah dilakukan pengecekan melalui SPPT Desa setempat ternyata pohon tersebut berada di bidang tanah atas nama kepemilikan Keluarga yang lain.

Maka atas dasar itulah Keluarga yang tertera pada SPPT mengadukan peristiwa penebangan pohon raksasa ini kepada Pemdes setempat untuk dimediasikan terlebih dahulu, namun upaya mediasi berujung pada jalan buntu karena ada 2 ahli waris dari tanah tersebut belum dapat hadir dikarenakan masih berada diluar Kota (Red.Jakarta) maka mediasi akan dilanjutkan kembali setelah semua ahli waris datang.

Baca Juga :  Rekomendasi Panwascam Ditolak KPU Kota Cirebon, Tim Pemenangan Oke akan Melaporkan Secara Hukum

Menurut Oo Sugiarto Ketua BPD setempat membenarkan adanya penebangan pohon Dangdeur milik perorangan, adapun issue ramai atau hangat dirinya tidak bisa mendefinisikan, karena dirinya mengetahui berawal dari Pesan WhatsApp Pak Yaya yang menjabat RW 05 yang menginformasikan tentang adanya penebangan pohon Dangdeur di Cikubung.

“Iya betul ada penebangan pohon Dangdeur milik perseorangan, namun untuk lebih jelas akan data ke pemilikan lahan agar lebih akurat konfirmasi dengan Pemdes saja.” Ungkapnya pada rakyatjabarnews.com saat dihubungi via WhatsApp, Kamis (27/9/2018).

Baca Juga :  Ini Dia, Polisi Bongkar Jaringan Prostitusi Online di Cirebon

Awak media pun mencoba menghubungi Kapolsek Lemahabang untuk minta informasi seputar issue yang hangat di tengah masyarakat tersebut, apakah sudah ada laporan dari masyarakat pemilik lahan yang pohonnya ditebang.

Kompol S Sembiring mengatakan jika sampai hari ini pihaknya belum menerima laporan dari masyarakat yang merasa dirugikan

“Kami belum terima laporan dari masyarakat,”ungkapnya kepada rakyatjabarnews.com Sedangkan saat mengkofirmasi pada Yaya Mulyana Ketua RW 5 yang merasa dirugikan akibat adanya kerusakan dari penebangan pohon besar jenis Dangdeur menjelaskan jika permasalahan sudah selesai setelah adanya mediasi yang di gelar oleh pihak Pemdes.

“Alhamdulillah setelah ada mediasi maka kerugian pada lahan saya yang tanamannya rusak akibat dari penebangan pohon Dangdeur sudah mendapatkan kompensasi,” tandasnya. (ymd/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jasa Marga Gelar Tinjauan Keselamatan Terpadu di Tol Palikanci, Begini Hasilnya!
Tragedi Gunung Kuda! Jasamarga Kerahkan Derek Raksasa Angkat Truk- truk Terkubur
Gunung Kuda Kembali Bergemuruh, Tim SAR Nyaris Jadi Korban Longsor Susulan
Longsor Maut, Tambang Ditutup!
Gunung Kuda Murka, Dedi Mulyadi: Tambang Tanpa Etika adalah Kejahatan
Zona Longsor Diabaikan, 14 Orang Jadi Korban Tambang Gunung Kuda!
Korban Eks Perawat Didampingi Polisi dan Komnas Perlindungan Anak
Pemprov dan Pemkab Cirebon Kolaborasi Tangani Jalan Rusak

Berita Terkait

Senin, 15 September 2025 - 16:00 WIB

Jasa Marga Gelar Tinjauan Keselamatan Terpadu di Tol Palikanci, Begini Hasilnya!

Minggu, 1 Juni 2025 - 13:46 WIB

Tragedi Gunung Kuda! Jasamarga Kerahkan Derek Raksasa Angkat Truk- truk Terkubur

Sabtu, 31 Mei 2025 - 15:08 WIB

Gunung Kuda Kembali Bergemuruh, Tim SAR Nyaris Jadi Korban Longsor Susulan

Jumat, 30 Mei 2025 - 20:00 WIB

Longsor Maut, Tambang Ditutup!

Jumat, 30 Mei 2025 - 16:09 WIB

Gunung Kuda Murka, Dedi Mulyadi: Tambang Tanpa Etika adalah Kejahatan

Berita Terbaru