Sultan: Usai Pemilu, Masyarakat Jangan Terlalu Fanatik Menyikapi Hasil Quick Count

- Redaksi

Jumat, 19 April 2019 - 14:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Cirebon – Setelah hari pencoblosan Pemilu 2019 yang jatuh pada tanggal 17 April 2019 kemarin, Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat mengimbau kepada masyarakat, terutama Kota Cirebon, untuk tetap menjaga kerukunan. Karena, perbedaan pilihan dalam Pemilu bukanlah hal yang dijadikan sebagai ajang permusuhan antar masyarakat.

Baca Juga :  Bawaslu Protes Soal DPTb, Pleno Rekapitulasi Pemilu Ditunda

“Perbedaan pilihan dalam politik merupakan hal biasa, tapi jangan sampai memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” jelasnya saat ditemui di Keraton Kesepuhan, Kota Cirebon, pada Kamis (18/4/2019).

Sultan bersyukur, karena antusiasme masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya cukup tinggi. Hal itu terlihat dari situasi TPS yang ramai sejak dibuka hingga pemungutan suara usai. Untuk di wilayah Keraton Kasepuhan sendiri, terdapat 11 TPS yang dianggap sebagai sumbangsih keraton untuk demokrasi di Indonesia.

“Alhamdulillah di semua TPS itu ramai, warga datang dari pagi-pagi,” tuturnya.

Sultan juga meminta kepada masyarakat agar tidak terlalu fanatik menyikapi hasil quick count. Dia mengimbau agar tidak perlu berlebih-lebihan menyikapi kemenangan atau kekalahan calon yang didukung. Karena dirinya berharap, masyarakat dapat bersabar hingga penghitungan resmi KPU dilakukan.

Baca Juga :  Aneh, RAB Bestek Ditolak Cipta Karya Kabupaten Cirebon

“Mari bersatu kembali, guyub, dan jaga Indonesia. Mari kita tunggu hasil resmi dari KPU,” pungkasnya. (pri/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon
Pemkab Cirebon Bekali 100 Calon PMI, Tekankan Berangkat Lewat Jalur Resmi
18 Pemegang Saham Pendiri Tolak RUPSLB PT RSB, Persoalkan Legalitas Pengangkatan Direksi-Komisaris

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:53 WIB

BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon

Berita Terbaru