Salut, Puskesmas ini pertama yang bisa mengantarkan
Deklarasi ODF dan Kudeta Rokok
Di Cirebon Jawa Barat
Cirebon
Banyak program kesehatan yang belum bisa dimaksimalkan dan implementasikan di lapangan (Red. Ditengah masyarakat), namun berbeda dengan kondisi di salah satu Kecamatan yang telah mampu mendeklarasikan Open Defecation Free (ODF) dan Kawasan tanpa rokok.
Adalah Kecamatan Sedong yang terletak di ujung selatan Kabupaten Cirebon bagian Timur yang telah mencatatkan wilayahnya menjadi selalu yang pertama mendeklarsikan diri mampu untuk mengimplementasikan program pemerintah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun tanpa peran dari Puskesmas Sedong dan tenaga kesehatan lainnya yang dibantu oleh para kader posyandu dan PKK maka sangatlah berat, dibuktikan dari 40 Kecamatan yang tersebar di Kabupaten Cirebon dengan jumlah 240 Kelurahan dan Desa.
Apresiasi pun di lontarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Hj. Enni Suhaeni, SKM.M.Kes melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dokter Edi Susanto memuji pelaksanaan deklarasi kawasan tanpa rokok di yang di gelar oleh Desa Panongan.
“Desa Panongan Oke, ini sangat bagus dan insya Allah Desa yang lain pun bisa menirunya. Ungkapnya pada rakyatjabarnews.com. Rabu (29/8/2018).
Sedangkan menurut tenaga fungsional Promosi Kesehatan Masyarakat dari Dinkes Kab Cirebon yang hadir pada acara Deklarasi Kudeta Rokok, Amdad, M.Ph pendeklarasian Kawasan Tanpa Rokok merupakan suatu langkah nyata dari pihak Pemerintah Desa Panongan yang di bantu oleh Puskesmas Sedong.
Sebagai tenaga fungsional promosi kesehatan masyarakat sangat mengapresiasi Desa disini sehingga bisa menjadi contoh bagi Desa Desa lainnya.
“Dari 424 Kelurahan dan Desa yang ada di Kabupaten Cirebon baru satu yang mendeklarsikan Desanya sebagai kawasan tanpa rokok sehingga kesadaran masyarakat di Desa ini mampu mengingatkan perokok untuk tidak merokok di 7 Tempat”.
Tentu ini hasil kerja keras dari Puskesmas Sedong dan Dokter Internship yang telah mampu meyakinkan masyarakat Desa Panongan agar bebas dari bahaya asap rokok.
Sedangkan pada saat meminta penjelasan pada Kepala Puskesmas Sedong, Dokter Rexy Oktavianus menjelaskan jika keberhasilan Deklarasi ODF dan Kudeta Rokok (Kawasan tanpa rokok) merupakan hasil kerja keras dari seluruh stakeholders yang ada di Kecamatan Sedong.
Dokter Rexy menambahakan dari hasil program mawas diri yang di laksanakan oleh Puskesmas maka pihaknya melakukan langkah inovasi seperti halnya Kudeta Rokok di Desa Panongan.
“Melalui program mawas diri yang kami laksanakan terkumpul data perokok tertinggi di Desa Panongan, sehingga program Kudeta Rokok menjadi inovasi pihak Puskesmas Sedong dimana Dokter Internship turun langsung mensosialisasikan pada masyarakat, dan Alhamdulilah Deklarasi Kawasan Tanpa Rokok bisa terwujud di Desa Panongan,”pungkasnya.(ymd/RJN)









