RakyatJabarNews.com, Cirebon– Kisah hidup pasangan Sarma dan Sumiyati yang sudah 3 bulan ini dirundung duka, usut punya usut pasangan ini memiliki balita yang do duga menderita gizi buruk akibat ekonomi orang tuanya yang merupakan buruh serabutan.
Keluarga yang tinggal di Desa Picungpugur ini kontras dengan kondisi Desanya yang gemah ripah loh ji nawi, dimana Suryani yang selama ini terkenal sabagai Kuwu yang ulet dalam memberantas kemiskinan melalui berbagai macam program pembangunan baik infrastructure maupun pemberdayaan.
Bahkan jika menilik kepiawaian dari Kuwu Picungpugur, rasanya tak mungkin ada balita dengan kondisi giji buruk, namun setelah berusaha mengkonfirmasi kepada salah seorang Perangkat Desa, Sukardi mengatakan jika memang benar adanya kondisi dari Sarma 72 Tahun dan Sumiyati 45 tahun yang memiliki anak umur 11 bulan yang bernama Rasa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sedangkan menurut Sukardi bahwa kondisi anak yang diduga menderita gizi buruk akibat dari kondisi ekonomi dan diperparah oleh sakitnya Ibu Sumiyati yang selama 3 bulan terbaring akibat seluruh kulitnya melepuh dan tidak bisa berjalan. Senin 30/7/2018
“Kondisi ibu Sumiyati sakit sudah 3 bulan, semua kulit badannya melupuh dan hanya bisa berbaring saja”
Dijelaskan Sukardi mencuatnya kasus keluarga pra sejahtera ini terungkap oleh orang dinsos yang mengantarkan anak tiri dari Kakek Sarma yang bernama Slamet 10 Tahun dan tidak sekolah dan tidur di emperan UPT Dinsos Kecamatan Lemahabang kabupaten Cirebon.
“Awalnya orang dinsos menganyatarkan slamet 10 tahun yang tidur diemperan UPT Dinsos Lemahabang, mencuatlah berita tentang kondisi orang tuanya yang sudah sakit selama 3 bulan dan menemukan kondisi balita gizi buruk”
Masih menurut Sukardi bahkan dari Polsek Lemahabang pun sampai turun untuk mengecek kondisi dari Keluarga pra sejahtera, melalui Panit II Binmas Aiptu Taryana bersama Babinkamtibas Desa Picunggur Brigadir Guntur menjenguk keluarga pra sejahtera yang sakit melepuh sekujur badan dan tidak bisa jalan selama 3 (tiga)bulan.
“Sebetulnya pihak Pemerintah Desa sudah menyiapkan mobil siaga untuk mengantar Ibu Sumiyati ke Rumah Sakit namun pihak keluarga menolak dengan alasan tidak ada yang bisa menunggu,”pungkasnya.(ymd/RJN)









