PPDB SMK Negeri 1 Lemahabang Pastikan Tidak Ada Praktik Jual Beli Kursi

- Redaksi

Jumat, 6 Juli 2018 - 13:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Di tahun kedua penerapan sistem zonasi, SMK Negeri 1 Lemahabang Kabupaten Cirebon melakukan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) Online yang dimulai dari tanggal 5 Juli sampai dengan 10 Juli 2018.

Dari pantau awak media RakyatJabarNews.com, di hari kedua penerimaan ini, sekolah yang terletak di Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon ini, dipenuhi calon siswa pelamar yang terdiri dari berbagai pelajar SMP.

Menurut Ketua Panitia PPDB SMK Negeri 1 Lemahabang, Elpasa menuturkan, jika di tahun ke 2 PPDB Online di sekolahnya sekarang lebih tertib dan tidak banyak tekanan. Hal tersebut dikarenakan sistem sudah berjalan baik, sehingga panitia hanya mengikuti aturan yang telah di tetapkan oleh Disdik Provinasi.

Baca Juga :  Puskesmas Astana Japura Kabupaten Cirebon Adakan Lomba Cuci Tangan

“Untuk tahun ini, dengan ditetapkannya sistem zonasi, maka sekolah memberikan keistimewaan pada siswa masyarakat sekitar. Karena itu, kami hanya menginput data, dan untuk hasil menunggu dari Provinsi,” jelasnya, Jumat (6/7).

Kepada menuturkan, bahwa di sekolahnya bebas dari pungutan liar dalam proses penerimaan siswa baru. Sedangkan untuk kuota sendiri, sekolah hanya mendapatkan 600 kursi.

“Kami sudah menerima siswa melalui sistem, WPS, KTM, PGRI, dan jalur prestasi. Dan untuk sekarang, merupakan jalur umum dan dalam pelaksanaan PPDB kami mengedepankan prinsip akuntabilitas, obyektivitas, transparansi, dan nondiskriminatif. Dan Alhamdulillah, sampai hari ini tidak ada yang berani menekan panita dan dipastikan dalam PPDB 2 tahun ini bersih dari praktik jual beli kursi,” tuturnya.

Baca Juga :  Dampak Rujukan Baru BPJS, Selain Merugikan Masyarakat Cirebon Timur

Sedangkan menurut salah seorang dari orangtua siswa asal Desa Mertapada Kecamatan Astana Japura, Kurma (45) mengatakan, bahwa dirinya menuruti keinginan anaknya untuk mendaftar di SMK 1 Lemahabang, karena paling lengkap di wilayah Cirebon Timur. Dan sebagai orang tua dirinya sangat mendukung.

“Sudah 2 hari ini nganter anak daftar, kami dari desa tetangga berharap anak kami diterima, karena sekolah ini yang paling lengkap. Anak perempuan saya ingin masuk jurusan perkantoran,” jelasnya.

Baca Juga :  Hari Pahlawan, Walikota Cirebon: Generasi Penerus Harus Bisa Melanjutkan Perjuangan Pahlawan

Sedangkan menurut tokoh masyarakat desa setempat, Solikin yang sekaligus pengamat pendidikan mengatakan, dengan diterapkannya zonasi, maka warga yang dekat lingkungan bisa masuk sekolah terdekat. Dan ini merupakan salah solusi dari pemerintah untuk meredam gejolak yang pernah terjadi pada tahun awal penerapan zonasi.

“Masyarakat sekitar mendapatkan porsi 5% sesuai WPS, langkah dan keputusan zonasi memberikan rasa keadilan bagi masyarakat di lingkungan sekolah. Penerapan zonasi ini bisa meredam gejolak masyarakat sekitar yang pada tahun lalu kecewa anak tidak bisa masuk, walaupun rumahnya berjarak puluhan meter saja dari sekolah,” pungkasnya.(Ymd/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bekasi Cetak Sejarah, Satu-Satunya Kota di Jabar dengan Rata-Rata Lama Sekolah di Atas 12 Tahun
Soroti Daya Tampung SMPN 7 Cibitung, Kadisdik Bekasi Pastikan Sekolah Baru Dibangun
Hari Pertama MPLS di Bekasi Jadi Sorotan, Kadisdik Tegas: Tak Ada Tempat untuk Perpeloncoan!
Wakil Wali Kota Bekasi Pantau Hari Pertama Sekolah, Pastikan MPLS dan Pembelajaran Berjalan Lancar
Tri Adhianto Tinjau Hari Pertama Sekolah di SMPN 12 Bekasi, Pastikan MPLS Ramah Berjalan Optimal
28 Tahun Reformasi, Pemuda Patriot Ajak Generasi Muda Jaga Kedamaian dan Stabilitas Bangsa
Pemuda Patriot dan Digdaya Ajak Generasi Muda Jaga Stabilitas dan Kedamaian Bangsa
Kuota SMPN 7 Cibitung Mentok, Warga Muktiwari Siap Ngadu ke Kang Dedi Mulyadi

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 15:30 WIB

Bekasi Cetak Sejarah, Satu-Satunya Kota di Jabar dengan Rata-Rata Lama Sekolah di Atas 12 Tahun

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:16 WIB

Soroti Daya Tampung SMPN 7 Cibitung, Kadisdik Bekasi Pastikan Sekolah Baru Dibangun

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:52 WIB

Hari Pertama MPLS di Bekasi Jadi Sorotan, Kadisdik Tegas: Tak Ada Tempat untuk Perpeloncoan!

Senin, 13 Juli 2026 - 11:31 WIB

Wakil Wali Kota Bekasi Pantau Hari Pertama Sekolah, Pastikan MPLS dan Pembelajaran Berjalan Lancar

Senin, 13 Juli 2026 - 09:09 WIB

Tri Adhianto Tinjau Hari Pertama Sekolah di SMPN 12 Bekasi, Pastikan MPLS Ramah Berjalan Optimal

Berita Terbaru

Tampak gedung XLSMART Tower di Jakarta. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk resmi ditetapkan sebagai salah satu pemenang seleksi pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz Tahun 2026, yang akan dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan layanan 4G, mempercepat pengembangan 5G, serta meningkatkan kualitas konektivitas digital di Indonesia. Foto: Dok. XLSMART.

Bisnis

XLSMART Resmi Raih Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz

Kamis, 23 Jul 2026 - 07:03 WIB