Pasca Kasus, Jalur Dangdeur Beunghar Menjadi Rawan Begal

- Redaksi

Selasa, 20 Maret 2018 - 17:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Setelah kasus pembegalan pada warga asal Desa Greged Kecamatan Greged Kabupaten Cirebon seminggu yang lalu, kini nama Dangdeur Beunghar menjadi momok menakutkan bagi masyarakat yang melintasi perbatasan Kecamatan Greged dan Kecamatan Beber.

Menurut cerita rakyat yang melekat di tengah masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Cirebon, situs Dangdeur Beunghar dikenal angker. Selain jauh dari pemukiman, di lokasi ini terdapat pohon besar yang berusia ratusan tahun, sehingga membuat bulu kuduk berdiri. Apalahi tidak jauh dari pohon tua ini terdapat pemakaman umum warga setempat.

Baca Juga :  Begal Ibu Hamil, Rata-rata Pelakunya Remaja

Dituturkan oleh seorang tokoh masyarakat Kamarang, Rosid (55), saat ditemui di halaman Balai Desa Kamarang, Selasa (20/3) mengatakan, sejak dirinya kecil, pohon itu sudah sebesar itu dan dianggap masyarakat sekarang sebagai salah satu pohon tertua di wilayah Kecamatan Greged.

“Sebetulnya dahulu wilayah ini aman namun kini dijadikan lokasi pembegalan oleh para penjahat. Ditambah kondisi jalan di Jalur Sindanglaut-Ciawigajah, tepatnya di daerah Dangdeur Beunghar selalu rusak berat. Sehingga masyarakat yang lewat tidak nyaman dan hawatir oleh licin nya jalan dan jalan berlobang besar dan dalam,” terangnya.

Baca Juga :  Owner Restoran Sangkara Garden Diduga Tipu Supplier sebesar 41 Juta

Kejahatan yang terjadi di lokasi Dangdeur Beunghar merupakan Kejadian yang langka karena jika malam tiba, di wilayah ini gelap gulita.

“Padahal, lokasi tersebut adalah jalan utama Kabupaten Cirebon menuju Kabupaten Kuningan, namun tidak ada lampu penerangan jalan umum,” pungkasnya.(Ymd/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

16 Orang Diamankan, Polda Metro Jaya Bongkar Dua Lokasi Produksi Obat Keras Ilegal
Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Polri Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, 24 Orang Diamankan
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:41 WIB

16 Orang Diamankan, Polda Metro Jaya Bongkar Dua Lokasi Produksi Obat Keras Ilegal

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:57 WIB

Polri Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, 24 Orang Diamankan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Berita Terbaru

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengikuti ekspos pembangunan manajemen talenta ASN bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Kantor BKN RI, Rabu (21/10/2026), sebagai upaya memperkuat profesionalisme dan kinerja aparatur di lingkungan Pemkot Bekasi.

Pemerintahan

Tri Adhianto Matangkan Manajemen Talenta ASN

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:30 WIB