Anggota DKP ini Kreatif, Menyerap Aspirasi dan Mencari Solusi

- Redaksi

Selasa, 6 Maret 2018 - 08:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Sesuai arahan Menteri Pertanian untuk menggapai Indonesia Menjadi Lumbung Pangan Dunia, para anggota Dewan Ketahanan Pangan (DKP) diminta segera berkreasi. Di mana semua anggota Dewan Ketahanan Pangan perlu punya binaan sesuai potensi di daerah dan keahliannya masing-masing. Jadi, semua harus berkreasi. Dengan demikian, akan mendapatkan hasil nyata yang membanggakan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, pada saat memberi pengarahan dalam Rapat Konsolidasi DKP di Jakarta, Jumat (23/2) lalu.

Saat dihubungi melalui telpon hari Senin (5/3) ke salah seorang Anggota Dewan Ketahanan Pangan, Dr. Ir. Mustoha Iskandar MDM, MH.SH asal Cirebon, sebelum turun ke lapangan menemui para petani meminta masukan dari para tokoh masyarakat Cirebon dan Indramayu. Di antaranya Abah Didie, Cecep mantan Sekda Indramayu, Edison Tokoh Cirebon Timur.

Menurut salah seorang Tokoh Cirebon Abah Didie berharap Kang Toha masuk dewan DKP. Sebagai mana diketahui, bahwa Ketua DKP di tingkat Nasional itu Presiden, lalu di Provinsi adalah Gubernur dan Kabupaten Kota na Bupati/walikota berdasarkan Pepres 83/2006.

“Saya sedikit saran saja, tentang masalah lama mengenai produksi khususnya padi. Ketahanan pangan kan salah satunya adalah terkait kesediaan pangan (salah satunya padi/gabah/beras). Kenapa kemarin ada hiruk pikuk ‘sesama pemerintah’ perihal impor beras,” ungkapnya.

Selain kepentingan uang oleh salah satunya, lanjutnya, adalah juga tidak adanya satu data yang valid tentang produksi padi. BPS yang seharusnya menjadi satu satunya sumber data sering terjadi benturan data dengan Kementrian Pertanian, tara pernah akur datanya.

Sementara juga data panen Kementan memakai cara ubinan, boleh ubinan tapi sampling tiap petakana harus ditambah, sehingga bias error-nya kecil.

“Menurut saya, sapanjang datanya tidak valid, susah kita bicara kecukupan pangan khususnya padi.
Bagaimana menghitung pemenuhan kebutuhan pangan per kapitanya kalau datanya belum akurat?” tegasnya.

Baca Juga :  Bank Indonesia Sediakan Fasilitas Penukaran Uang Jelang Ramadhan dan Lebaran

Dia menyarankan agar membuat satu lembaga yang tidak ada lembaga lainnya dalam hal data produksi khususnya padi/gabah/beras. Agar data Deptan dan BPS bisa sama dan akurat.

Sedangkan menurut salah satu tokoh dari Indramayu Cecep berharap, masalah pangan sangat “wow” amburadul. Seperti PPL hilang, biaya oprasional tidak ada, petani berinisiatif sendiri, petani terabaikan, petani hanya dijadikan obyek politik pemilu.

“Bukti lain? Lihatlah saprotan (sarana produksi pertanian) susah dicari bila adapun harga mahal. Pada saat panen, pemerintah import beras bikin harga gabah/gkp jatuh dan petani gigit jari tidak sebanding antara biaya produksi dengan harga jual hasil produksi, petani terlilit hutang dan jadi budak rentenir,” terangnya.

“Jadi masalahnya apa? Dan solusinya apa? Masalah yang benar adalah masalah kalimat dulu namanya Swasembada Pangan diganti menjadi Ketahanan Pangan, atau jadi solusinya sederhana gabungkan saja kalimatnya menjadi kalimat “Swasembada Ketahanan Pangan” pasti petani sejahtera,” imbuhnya.

Baca Juga :  Selama Bulan Mei 2018, Inflasi di Cirebon Lebih Rendah Dibanding Jawa Barat dan Nasional

Sedangkan menurut Edison, dirinya berharap Anggota Toha Iskandar mau turun ke lapangan langsung agar pesan dari para petani khususnya pupuk subsidi jangan hilang kalau pas dibutuhkan waktu tanam.

“Hampir setiap daerah kalau saya tanya pasti membenarkan, sehingga Anggota DKP harus turun, jangan percaya dulu cerita orang bisa bohong. Intinya, program jangka pendek dan jangka panjang jangan dibawa jangka rumah petani tetap miskin kang,” ungkapnya.

Sedangkan menurut Mustoha Iskandar, akan segera turun dan dijadwalkan setelah mendapatkan masukan dari para tokoh yang akan turun ke daerah untuk dijadikan sample dan akan menjadi solusi dalam menjaga Ketahanan Pangan Nasional.(Ymd/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker
Kota Bekasi Peringkat 6 Wilayah Terinovatif Indonesia
Jalan Ditutup, Warga Terdampak! Komisi III Desak Pengembang Punya Akses Sendiri
Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Panggil Fajar Paper, Pastikan Perizinan Pengolahan Limbah Lengkap
8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan
APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
Demi Keselamatan Siswa, Akses SMAN 20 Bekasi Dibongkar dan Diperlebar 8 Meter
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 15:27 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker

Senin, 7 September 2026 - 16:35 WIB

Kota Bekasi Peringkat 6 Wilayah Terinovatif Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 16:04 WIB

Jalan Ditutup, Warga Terdampak! Komisi III Desak Pengembang Punya Akses Sendiri

Senin, 7 September 2026 - 15:09 WIB

Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Panggil Fajar Paper, Pastikan Perizinan Pengolahan Limbah Lengkap

Rabu, 2 September 2026 - 22:44 WIB

8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan

Berita Terbaru

XLSMART bersama REMIND menghadirkan #ByeByeBox di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, sebagai teknologi E-Waste Reverse Vending Machine untuk mendorong pengelolaan sampah elektronik dan ekonomi sirkular.

Bandung

E-Waste Bisa Jadi Kuota Internet? Teknologi Ini Hadir di ITB

Selasa, 15 Sep 2026 - 20:27 WIB

Antusiasme warga mewarnai Gebyar Senam Sehat di kawasan Perumahan Logam Bangun Setia (LBS) 2, Desa Muktiwari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi. Massa didominasi pakaian bernuansa biru dan putih, dalam kegiatan yang turut menjadi momentum silaturahmi warga menjelang Pilkades Muktiwari 2026.

Bekasi

LBS 2 Membiru-Putih, Nomor 1 Jadi Pilihan Warga Muktiwari

Senin, 14 Sep 2026 - 16:18 WIB

Keterangan Foto:
Calon Kepala Desa Muktiwari nomor urut 1, H. Bahrudin, S.E., bersama pendukungnya mengikuti rangkaian kampanye Pilkades Muktiwari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Sabtu (12/9/2026). Kampanye mengusung tagline “Birukan Langit, Putihkan Hati” dan mendapat antusiasme dari warga.

Pilkades

Bahrudin Nomor Hiji, Ribuan Warga Muktiwari Tumpah Ruah

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:11 WIB