RakyatJabarNews.com, Bekasi – Ada yang berbeda di rumah dinas (Rumdin) Wakil Wali Kota Bekasi Ahamd Syaikhu. Tampak barang terkemas dengan berbagai ukuran kardus dan pakaian yang tertata dalam seperangkat koper. Itulah persiapan Ahmad Syaikhu saat berkemas untuk meninggalkan rumdin, dan kembali ke rumahnya di perumahan Antara Jatikramat.
Menurut Ustad Syaikhu, akrab disapa, hal itu dilakukan lantaran dirinya memasuki masa cuti untuk maju sebagai Calon Wakil Gubernur Jawa Barat berpasangan dengan Sudrajat.
“Saya kan cuti. Saya pun harus kembali ke rumah saya. Kalau kata Khalifah Umar bin Khattab, janganlah kita pergunakan aset negara untuk kepentingan pribadi. Ya saya kembalikan, ini bukan punya saya,” ujarnya pada Rabu (21/02).
Itulah sosok Ahmad Syaikhu. Sederhana dan tidak pernah memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan dirinya,hal itu juga di lakukan putera kelahiran Cirebon saat dirinya sudah tidak menjabat anggota DPRD Kota Bekasi dan anggota DPRD Provinsi. Pria kelahiran 23 Januari 1967 itu kembali ke rumah yang sederhana dan yang telah di huninya selama bertahun-tahun. Bahkan pernah seorang kepala dinas Pemkot Bekasi yang pertama kali berkunjung ke rumahnya saat open house tahun pertama menjadi Wakil Walikota dibuat kaget dengan kondisi rumahnya.
“Ya Allah, rumah beliau sangat sederhana. Ruangan dan bagian rumahnya nampak biasa. Kalah dengan rumah-rumah sekelas kabid di Pemkot Bekasi,” ujar pejabat yang sudah pensiun itu kagum.
Mungkin bagi sebagian orang,rumah terkadang menunjukkan identitas diri dengan kemewahan. Namun tidak bagi Syaikhu, beliau tetap dengan kesederhanaan.
“Bagi saya rumah itu yang terpenting nyaman untuk beribadah dan membangun semangat bagi anggota keluarga. Kalau kata rasulullah janganlah kemegahan rumahmu melebihi kemegahan masjid,” lirihnya.
Ahmad Syaikhu kini telah berniat untuk mengabdikan diri untuk amanah yang lebih tinggi menjadi Cawagub Jawa Barat berpasangan dengan Sudrajat. Pasangan dengan jargon ASYIK ini diusung partai PKS Gerindra dan PAN. Jika terpilih,masyarakat Jawa Barat akan bangga memiliki pemimpin yang sederhana dan amanah. Karena rumah itu terkadang simbol atau pertanda dari kedalaman jiwa dan hati si pemiliknya.
Pengalaman sebagai auditor di BPPKP, dan keberhasilan sebagai sutradara atau orang di balik keberhasilan dalam membangun Kota Bekasi ini akan memimpin Provinsi Jawa Barat yang notabene berbasis Islam yang kental.(Rls/RJN)










