Upaya Partai Politik Menggunakan Konsep Trisakti Bung Karno Untuk Meningkatkan Partisipasi

- Redaksi

Jumat, 22 Desember 2017 - 20:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis : Gilang Esa Mohamad (1406542180), Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Indonesia

RakyatJabarNews.com – Pada saat ini peran dari partai politik semakin lemah dalam melakukan pendidikan politik tehadap kader dan masyarakat. Hal ini terbukti dengan meningkatnya angka golput (golongan putih) dan acuh tak acuh terhadap perpolitikan nasional maupun daerah.

Penyebab dari menurunnya angka partisipasi politik di Indonesia adalah semakin berkurangnya  kepercayaan dari masyarakat terhadap partai politik. Dalam kondisi ini partai politik dan pemerintah tidak boleh diam dan harus berperan untuk mendongkrak partisipasi politik di Indonesia. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seharusnya partai politik dapat menggunakan Konsep Trisakti Bung Karno.  Konsep Trisakti adalah sebuah konsep yang digagas oleh proklamator Indonesia yaitu Ir. Soekarno. 

Konsep Trisakti ini di kemukakan oleh Bung Karno pada tahun 1963. Isi dari konsep Trisakti adalah pertama Berdaulat di Bidang Politik, kedua Berdikari di Bidang Ekonomi dan ketiga Berkepribadian dalam budaya. 

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas Kelurahan Sumurbatu Lakukan Sambang Sekaligus Pengamanan Odong-Odong

Dari ketiga konsep Trisakti Bung Karno sangat relevan untuk di aplikasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Di dalam konsep Trisakti Bung Karno yang pertama adalah Berdaulat di Bidang Politik, hal ini adalah hal nyata bahwa masyarakat Indonesia harus memiliki kedaulatan dalam politik. Dari kedaulatan di bidang politik dapat menjadi perisai kepada masyarakat dari pragmatisme. 

Dari konsep ini harusnya partai politik dapat mengaplikasikan untuk dapat mencetak kader menjadi pemimpin serta memiliki kader yang berkualitas dengan modal pemahaman ideologi. Serta partai politik seharusnya memiliki sekolah partai yang dimana pendidikan politik itu didapat oleh kader dan masyarakat. 

Konsep Trisakti Bung Karno yang kedua adalah Berdikari di Bidang Ekonomi, hal ini adalah kunci dari partai politik dan pemerintah untuk meningktakan partisipasi politik. Dengan konsep ini partai politik dapat memberikan pelatihan serta membina para kader untuk terjun langsung menjadi pengusaha mikro maupun pengusaha besar. 

Baca Juga :  Sjamsuddin: Masyarakat Cirebon Jangan Terpancing Berita Hoax

Dalam hal ini konsep Trisakti Bung Karno yang kedua ini dijalankan sebaik mungkin oleh partai politik. Sebagai salah satu wujud menjalankan konsep ini adalah dengan membuat koperasi nasional dan koperasi di daerah-daerah, karena partai politik memiliki struktur hingga RT/RW serta banyak kader yang menduduki jabatan di nasional maupun daerah darimulai eksekutif hingga legislatif. 

Dengan itu partai politik dapat memberikan hasil kepada kader maupun masyarakat. Partai politik harus bisa mandiri di bidang ekonominya maupun para kadernya. Karena konsep ini memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian global, kalau seandainya stiap kader dan masyarakat dapat menjadi produsen yang dapat dijual hingga internasional. 

Hal ini cukup penting untuk menciptakan kemandirian ekonomi. Konsep Trisakti Bung Karno yang ketiga adalah Berkerpibadia Dalam Budaya, konep ketiga ini adalah salah satu dasar partai politik untuk menarik partisipasi poltitik masyarakat dari berbagai usia. 

Baca Juga :  Adang Juhandi: Cirebon Timur Jadi Ajang Rebutan Paslon

Ini adalah hal penting untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan lokal Indonesia dari pengarush globalisasi. Partai politik juga harus memberikan wadah kepada masyarakat dalam memberikan kreatifitas dan dibantu untuk menjadi pasar di nasional maupun internasional. 

Bagi saya kalau Konsep Trisakti Bung Karno dijalankan oleh partai politik yang ada di Indonesia, saya sangat optimis partisipasi politik dari masyarakat tinggi dan partai politik dapat dipercaya oleh masyarakat. Dan proses kaderisasi serta regenerasi di tubuh partai politik berjalan dengan baik dengan pendidikan politik yang diberikan. Dengan itu partisipasi politik, keadilan sosial dan kemandirian ekonomi adalah kunci yang harus diwujudkan oleh partai politik.(RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bahagianya Orang Berpuasa
Smart Green House, DKPPP Kota Cirebon Sediakan Bertani Dilahan Terbatas
Rayakan HUT Ke-44, Jasa Marga Kembali Gelar Lomba Karya Jurnalistik
Pipit Delyarni, Sosok Wanita Karir dan Cantik Pekerja Keras hingga Mandiri
Sjamsuddin: Masyarakat Cirebon Jangan Terpancing Berita Hoax
Adang Juhandi: Euporia Pileg 2019, Pendatang Disayang, Kader Ditendang
Miris!!! Kabupaten Bekasi tidak Memiliki JPO Satupun, Dishub Melanggar HAM?
Adang Juhandi: Cirebon Timur Jadi Ajang Rebutan Paslon
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 20 Maret 2024 - 22:23 WIB

Bahagianya Orang Berpuasa

Kamis, 24 Februari 2022 - 16:27 WIB

Smart Green House, DKPPP Kota Cirebon Sediakan Bertani Dilahan Terbatas

Senin, 21 Februari 2022 - 16:28 WIB

Rayakan HUT Ke-44, Jasa Marga Kembali Gelar Lomba Karya Jurnalistik

Jumat, 12 November 2021 - 22:04 WIB

Pipit Delyarni, Sosok Wanita Karir dan Cantik Pekerja Keras hingga Mandiri

Sabtu, 27 Oktober 2018 - 22:12 WIB

Sjamsuddin: Masyarakat Cirebon Jangan Terpancing Berita Hoax

Berita Terbaru

Rapat koordinasi rencana pembangunan PSEL di TPA Burangkeng yang diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara secara daring di Command Center Diskominfosantik, Selasa (14/4/2026).

Pemerintahan

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:21 WIB

Anda Kurang Beruntung !