Ubhara Tolak Calon Mahasiswa Yang Gunakan Ijazah Paket C

- Redaksi

Selasa, 28 Agustus 2018 - 19:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN,Bekasi– Miris betul nasib yang dialami oleh Palti Jeremia Alexander (21), remaja yang ingin baru lulus ujian kesetaraan paket C yang hendak melanjutkan kuliahnya di Universitas Bhayangkara (Ubhara) Jakarta yang ada di Bekasi Utara harus pupus di tenggah jalan, hal ini dikarenakan pihak kampus menolak Jeremia yang hanya mensyaratkan legalisir Ijazah Paket C.

Orang tua Jeremia, Rosmarini mengaku sangat tertarik dengan Kampus Ubhara yang memiliki mutu pendidikan yang cukup bagus sebagai tempat anaknya untuk melanjutkan kuliahnya. Namun begitu, wanita berkacamata ini sangat kecewa dengan proses penerimaan mahasiswa baru yang dinilainya terlalu ketat dan mengacu kepada aturan internal kampus.

“Saya waktu itu daftarkan anak saya tanggal 2 Agustus, karena ijazah belum keluar saya hanya menyertakan surat keterangan lulus dahulu,”ucap Rosmini dengan nada kecewa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dan untuk meyakinkan pihak kampus, Kata Rosmarini dirinya sempat membawa foto copy yang telah di legalisir pihak PKBM tempat anaknya mengikuti ujian paket C. Tindakan ini dilakukan Ros dikarenakan Ijazah belum keluar dan berbarengan dengan Surat Hasil Ujian Nasional (SHUN).

“Karena memang Ijazah belum diberikan, saya inisiatif foto copy dulu disertai legalisir,”kata Ros.

Namun demikian, usaha Ros ini rupanya tetap tidak di gubris pihak kampus. Bahkan Ros pun sempat diberitahu bahwa pihak kampus memiliki proseduran dan aturan sendiri dalam penerimaan mahasiswa baru.

Masih menurut Ros, saat itu kampus bersih kukuh bahwa sesuai dengan surat keputusan Universitas Bhayangkara Nomor : SKEP/054/VII/2016/UBJ yaitu tentang keputusan penerimaan mahasiswa baru status kelulusan program kesetaraan paket C.

“Pemerintah saja sudah mengakui bahwa Ijazah kesetaraan memiliki kesamaan dengan ijazah sekolah pada umumnya, dan banyak kampus yang menerima ijazah paket C,”tegasnya.

Tidak mau berdiam diri, dan mengginginkan anaknya bisa kuliah di kampus yang menjadi pilihan favorit pertamanya, Ros pun tidak berdiam diri. Ia beserta dengan kakaknya menghadap dengan Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) 3 di Jakarta Timur.

Baca Juga :  Persija Menang, Teco Makin Aman

“Sebagai orang tua tentunya saya ingin yang terbaik bagi anaknya, saya pun ke kopertis 3 waktu itu,”jelasnya.

Setelah menghadap ke Kopertis 3, lanjut Ros dirinya sempat menaruh asa karena pihak Kopertis menindaklanjuti dengan menyurati pihak kampus Ubhara untuk menerima calon mahasiswa baru yang menggunakan ijazah kesetaraan paket C.

Akan tetapi, kata Ros pihak Ubhara pun melayangkan surat balasan ke Kopertis 3 bahwa pihak Ubhara sebenarnya menerima calon mahasiswa dengan Ijazah Paket C.

“Cuma setelah saya lihat bahwa yang diterima itu harus menunggu satu tahun baru bisa kuliah disini,”paparnya.

“Masa harus tunggu 1 tahun lagi baru bisa diterima,”ketusnya lagi.

Dengan kejadian ini, Ros mengaku sangat kecewa dengan kampus Ubhara. Melihat kejadian ini, ia ingin memberikan pesan kepada pihak kampus agar bisa lebih longgar dalam penerapan aturan dan tidak terlalu baku menerapkannya.

Baca Juga :  Prediksi Susunan AKD DPRD Kota Bekasi

“Cukup terjadi untuk anak saya saja, ini pun sebagai informasi kepada masyarakat bahwa memang faktanya seperti ini (sulit) untuk masuk kampus Ubhara,”jelasnya lagi.

Untuk menjaga keseimbangan informasi, beberapa awak media pun berupaya menemui pihak Wakil Rektor 2 Kampus Ubhara. Saat berada di depan ruangan yang terpampang plang nama Wakil Rektor 2 yang pintunya terbuka namun tak terlihat sosok Wakil Rektor 2 tersebut.

Namun demikian, terdapat salah satu staf di depan ruangan Wakil Rektor 2 yang bernama Indah. Saat ditanyai keberadaan Wakil Rektor 2, wanita berhijab ini mengatakan bahwa Wakil Rektor 2 sedang keliling kampus.

“Lagi keliling kampus mas tadi,”ucapnya singkat.

“memangnya mas dari mana, ada keperluan apa ya,”tanyanya kepada awak media.

Saat diyakinkan bahwa kami ingin mengkonfirmasi terkait masalah yang menimpa Ros dan anaknya, Indah pun berkomunikasi dan mengkontak pihak Wakil Rektor 2.

“Barusan beliau bilang lagi di luar mas,”pungkasnya.(red/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komisi III DPRD Bongkar Persoalan Izin Industri, Proyek Makam Ikut Disorot!
Cegah Peretasan dan Kebocoran Data, Pemkot Bekasi Perkuat Keamanan Digital ASN
Disbudpora Bekasi Pastikan Venue Porprov XV Jabar Siap Digunakan
Bidik 128 Emas, Kabupaten Bekasi Tantang Peta Kekuatan Porprov Jabar 2026
CCEP Pasang PLTS Atap di Bekasi, Pangkas Emisi Karbon
Usai Dilantik, Bupati Asep Minta 154 Kades Layani Warga Tanpa Diskriminasi
PB Porprov XV Jabar Imbau Panitia Koordinasi soal Desain Publikasi
Wakil Wali Kota Bekasi Dukung Pengembangan Atlet Paramotor di Porprov XV Jabar

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:40 WIB

Komisi III DPRD Bongkar Persoalan Izin Industri, Proyek Makam Ikut Disorot!

Kamis, 5 November 2026 - 18:28 WIB

Cegah Peretasan dan Kebocoran Data, Pemkot Bekasi Perkuat Keamanan Digital ASN

Kamis, 5 November 2026 - 18:04 WIB

Disbudpora Bekasi Pastikan Venue Porprov XV Jabar Siap Digunakan

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Bidik 128 Emas, Kabupaten Bekasi Tantang Peta Kekuatan Porprov Jabar 2026

Rabu, 4 November 2026 - 22:03 WIB

CCEP Pasang PLTS Atap di Bekasi, Pangkas Emisi Karbon

Berita Terbaru

Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja melepas kontingen Kabupaten Bekasi untuk berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Pemkab Bekasi menargetkan posisi tiga besar dengan raihan 120 medali. Acara pelepasan berlangsung di Gedung Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, Kamis (5/11/2026).

Olahraga

Bupati Bekasi Targetkan Tiga Besar Porprov XV Jabar 2026

Kamis, 5 Nov 2026 - 21:50 WIB