Tukang Becak dan Sol Sepatu Pangandaran Berharap ke Kang Uu

- Redaksi

Minggu, 27 Mei 2018 - 21:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Pangandaran – Sejumlah tukang becak yang kerap mangkal di Pasar Pananjung, mencurahkan keluh kesah dan isi hati mereka kepada Calon Wakil Gubermur Jawa Barat nomor urut satu, Uu Ruzhanul Ulum saat melakukan kunjungan ke sejumlah pasar tradisional di Pangandaran, Minggu (27/5) siang.

Para tukang becak ini menceritakan berbagai hal kepada Kang Uu, termasuk di antaranya persoalan pendaparan sehari-hari yang selalu pas-pasan bahkan tak mencukupi kebutuhan hingga kurangnya perhatian pemerintah teehadap nasib mereka.

Salah seorang tukang becak, Udin pujiono (55) mengatakan pendapatannya sebagai tukang becak selalu mengalami pasang surut. Paling banter, pendapatan rata-rata hariannya tak pernah mencapai lebih dari Rp 50.000 hasil dari dua hingga tiga kali menarik penumpang.

“Itu juga kalau lagi bagus. Kalau lagi sepi, malah enggak dapat uang. Pendapatan segitu pasti enggak cukup buat kebutuhan sehari-hari. Tapi, ya, dipas-pasin aja,” kata Udin yang merupakan warga Babakan kepada wartawan selepas dijumpai Kang Uu.

Baca Juga :  KPAI : Firiani dan Bayi Sudah Bisa Pulang

Pengayuh becak lainnya, Sodikin (45) menuturkan pendapatan harian para tukang becak ini terus menurun lantaran orang-orang saat ini telah memiliki kendaraan pribadi atau memilih moda transportasi lain. Kehdirana jasa transportasi berbasi aplikasi dalam jaringan juga dinilai memperparah keadaan.

“Kami juga merasa belum terlalu diperhatikan pemerintah. Enggak ada bantuan. Harapan saya pemerintah seharusnya memberikan bantuan kepada rakyat kecil. Bantuannya dalam bentuk apa saja,” kata Sodikin.

Untuk mengongkosi kebutuhan dapurnya, Sodikin tak jarang mesti melakukan berbagai pekerjaan lain di luar menarik becak. Dari mulai menjadi kuli bangunan hingga kuli angkut barang di pasar ia lakoni. Dia mengaku tak sanggup beralih profesi lantaran keterbatasan kemampuan.

Tak cuma berjumpa tukang becak, Kang Uu juga menyempatkan diri menggunakan jasa semir sepatu di Pasar Parigi. Sambil menunggu sepatunya ranpung disemir, Kang Uu juga berbincang dengan tukang semir bernama, Maman Suherman (59) yang meruapak warga Desa Cibenda tersebut.

Sama seperti tukang becak, Maman mengeluhkan pendapatan hasil kasa servisnya yang terbilang pas-pasan. Tarif semir yang dipatok Maman Rp10.000/pasang, jahit Rp 25.000, sedangkan sol sepatu hingga Rp 100.000. Dalam sehari, ayah empat anak ini mengaku cuma mampu menghasilkan uang sekitar Rp 25.000 hingga Rp 50.000. 

Baca Juga :  Sosialisasi Beberapa UMKM Binaan Untuk Lakukan Registrasi NIB

Dia bukan sama sekali tak memikirkan beralih profesi. Sebelum membuka jasa servis sepatu, Maman sempat membuka usaha ternak ayan kampung. Usaha tersebut terpaksa harus gulung tikar dalam waktu dekat lantara ia kehabisan modal.

“Saya juga pernah jadi buruh kasar, tapi enggak betah karena kerjaannya berat, gajinya kecil. Kalau ada bantuan modal dari pemerintah, insyaallah saya mau usaha lagi. Karena kesulitan yang dialami pedagang kecil itu biasanya soal modal,” kata Maman.

Terhadap para pekerja rentan sektor informal tersebut, Uu mengatakan jika mereka harus diperhatikan oleh pemerintah. Caranya pemerintah wajib memeberikan pendidikan ataupun pelatihan kemampuan dasar sehingga mereka taknkesulitan memilih dan menjalankan profesi.

Baca Juga :  Kemenko Maritim: Potensi Ekspor Garam Spa Cukup Besar

“Solusi bagi mereka adalah dengan pendidikan, karena pendisikan mengubah paradigma pola pikir dan ekonomi seseorang. Pendidikan dan pelatihan diberikan kepada mereka supaya wawasannya berubah, keberaniannya berubah, karena kalau tidak berubah, akan begitu-begitu saja,” kata Uu.

Dia juga mengatakan jika Rindu memiliki program bantuan kredit usaha masjid sejahtera kepada warga yang termasuk ke dalam golongan ekonomi lemah. Kredit diberikan secara cuma-cuma tanpa jaminan kepada ibu-ibu yang sanggup menhafal Alquran. Skemanya, ibu-ibu penghafal satu juz Alquran akan mendapat pinjaman Rp1 juta, Rp2 juta untuk dua juz, dan seterusnya.

“Untuk golongan ekonomi lemah Rindu sudah punya beberapa program, termasuk program Kredit Mesra, itu akan menyentuh kepada tukang cendol, tukang cilok, tukang becak, tukang sol sepatu, karena kalau mereka tidak diberi bantuan, mereka yang butuh modal akan kembali ke lembaga nonformal (lintah darat). Pengembaliannya luar biasa sangat mahal. Maka di sini pemerintah harus ada solusi,” kata dia.(Rls/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

dr. Ferry Parluhutan Sirait Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Tempati Komisi IV
Demokrat Kabupaten Bekasi Gencarkan Aksi Sosial Jelang HUT ke-24, Donor Darah hingga Tanam 2.000 Mangrove
HUT ke-25 Demokrat, Tanam 2.000 Mangrove dan Bersihkan Pantai Muara Gembong
PDIP Bekasi Panas! Ono Surono Minta Mesin Partai Bergerak Total Jelang 2029
Nawal Husni Resmi Pimpin PPP Kota Bekasi, Target Menang Besar 2029
Panas! Muscab PPP Kota Bekasi Disebut Ilegal, Nama Nawal Husni Disorot
DPC PDI Perjuangan Gelar Upacara & Perlombaan 17-an, Ratusan Kader Tumpah Ruah
DPC PDIP Kabupaten Bekasi Peduli Korban Banjir

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:58 WIB

dr. Ferry Parluhutan Sirait Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Tempati Komisi IV

Selasa, 14 Juli 2026 - 00:15 WIB

Demokrat Kabupaten Bekasi Gencarkan Aksi Sosial Jelang HUT ke-24, Donor Darah hingga Tanam 2.000 Mangrove

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:47 WIB

HUT ke-25 Demokrat, Tanam 2.000 Mangrove dan Bersihkan Pantai Muara Gembong

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:00 WIB

PDIP Bekasi Panas! Ono Surono Minta Mesin Partai Bergerak Total Jelang 2029

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:38 WIB

Nawal Husni Resmi Pimpin PPP Kota Bekasi, Target Menang Besar 2029

Berita Terbaru

Diskusi “Bedah Roadmap Implementasi B50: Regulasi hingga Dampaknya terhadap Industri Otomotif Indonesia” menghadirkan Cahyo Setyo Wibowo dari Kementerian ESDM, Ronny Senjaya, dan Aji Jaya dalam rangkaian GIIAS 2026, Tangerang, Jumat (7/8/2026).

Otomotif

B50 Diuji 40.000 Km, Apa yang Terjadi pada Kendaraan Diesel?

Jumat, 7 Agu 2026 - 13:39 WIB

Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe memberikan apresiasi kepada atlet Peparpeda saat membuka ajang olahraga pelajar disabilitas di Kota Bekasi.

Olahraga

Atlet Paralimpik Kota Bekasi Bikin Bangga

Kamis, 6 Agu 2026 - 14:00 WIB