oleh

Tradisi Dugdag, Tanda akan Memasuki Bulan Ramadhan di Keraton Kasepuhan

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Sudah menjadi adat di lingkungan Keraton Kasepuhan Kota Cirebon, yakni ketika akan memasuki bulan suci Ramadhan, maka akan dilakukan tradisi Dugdag yang berlangsung di Langgar Agung Keraton Kasepuhan Cirebon, Rabu (16/5) selepas salat Ashar.

Tradisi Dugdag ditandai dengan pemukulan bedug bertalu-talu untuk menandakan bahwa memasuki bulan Ramadhan. Menurut Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon PRA Arief Natadiningrata, tradisi ini sudah ada sejak ratusan tahun sejak zaman Wali Songo.


“Tradisi ini biasa dilakukan oleh leluhur-leluhur kita termasuk Wali Songo selama ratusan tahun,” jelasnya usai ditemui awak media usai menjalani kegiatan Dugdag di Keraton Kasepuhan Kota Cirebon, Rabu (16/5).

Sultan Arief menjelaskan, bahwa di Timur Tengah atau di Madinah dan Mekkah tidak ada bedug. Bedug ini adanya di Pulau Jawa yang dipakai oleh Wali Songo untuk menandakan datangnya waktu salat, malam Idul Fitri dan Idul Adha, dan untuk menandakan masuknya bulan suci Ramadhan.

Sebelum melakukan pemukulan bedug, Sultan Arief melakukan salat Ashar berjamaah di Langgar Agung Keraton Kasepuhan Cirebon, dan mendoakan untuk kelancaran menjalankan ibadah puasa.(Juf/RJN)

Komentar

News Feed