Tradisi Dugdag, Tanda akan Memasuki Bulan Ramadhan di Keraton Kasepuhan

- Redaksi

Rabu, 16 Mei 2018 - 21:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Sudah menjadi adat di lingkungan Keraton Kasepuhan Kota Cirebon, yakni ketika akan memasuki bulan suci Ramadhan, maka akan dilakukan tradisi Dugdag yang berlangsung di Langgar Agung Keraton Kasepuhan Cirebon, Rabu (16/5) selepas salat Ashar.

Tradisi Dugdag ditandai dengan pemukulan bedug bertalu-talu untuk menandakan bahwa memasuki bulan Ramadhan. Menurut Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon PRA Arief Natadiningrata, tradisi ini sudah ada sejak ratusan tahun sejak zaman Wali Songo.

Baca Juga :  Buya Yahya Ajak Anggawira Berkolaborasi Majukan Ekonomi Umat

“Tradisi ini biasa dilakukan oleh leluhur-leluhur kita termasuk Wali Songo selama ratusan tahun,” jelasnya usai ditemui awak media usai menjalani kegiatan Dugdag di Keraton Kasepuhan Kota Cirebon, Rabu (16/5).

Sultan Arief menjelaskan, bahwa di Timur Tengah atau di Madinah dan Mekkah tidak ada bedug. Bedug ini adanya di Pulau Jawa yang dipakai oleh Wali Songo untuk menandakan datangnya waktu salat, malam Idul Fitri dan Idul Adha, dan untuk menandakan masuknya bulan suci Ramadhan.

Baca Juga :  2020, Basarnas Jabar Targetkan Nol Persen Kecelakaan Laut

Sebelum melakukan pemukulan bedug, Sultan Arief melakukan salat Ashar berjamaah di Langgar Agung Keraton Kasepuhan Cirebon, dan mendoakan untuk kelancaran menjalankan ibadah puasa.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon
Komunitas Honda Tembus 50.000 Anggota, Pesta Besar Digelar 7 November
Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Komunitas Honda Tembus 50.000 Anggota, Pesta Besar Digelar 7 November

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Berita Terbaru