TPST Bantargebang Dinilai Semakin Kacau, Anggota DPRD Bekasi Minta Pengelolaan Dipisah dari DLH

- Redaksi

Rabu, 14 Mei 2025 - 16:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Suryo Harjo.

i

Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Suryo Harjo.

Bekasi – Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Suryo Harjo, mengusulkan agar pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Bantargebang dan TPST Sumur Batu tidak lagi berada di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Ia menyarankan pembentukan badan khusus, seperti Badan Usaha Persampahan, untuk mengelola permasalahan persampahan secara lebih fokus dan profesional.

Menurut Suryo, persoalan di TPST Bantargebang tidak kunjung terselesaikan dari tahun ke tahun. Masalah lahan, kompensasi, hingga dampak lingkungan yang terus memburuk disebutnya semakin membebani kinerja DLH.

“Permasalahan di TPST Bantar Gebang itu-itu saja dari dulu, malah makin ke sini makin kacau. Masalah lahan, kompensasi, dan lainnya belum juga selesai. Ini jadi beban besar untuk Dinas LH,” ujar Suryo kepada awak media, Kamis (8/5/2025).

Ia menilai sudah saatnya dibentuk badan tersendiri yang khusus menangani urusan persampahan di Kota Bekasi.

Dengan demikian, DLH bisa lebih fokus menjalankan tugas lain seperti pengelolaan limbah dan pengendalian pencemaran udara.

“Seperti halnya di Dinas Kesehatan, ada puskesmas dan RSUD yang punya BLUD sendiri. Jadi bisa lebih fokus. DLH jangan selalu dibebankan menangani TPST Bantar Gebang terus,” jelas politisi yang akrab disapa Haji Ajo itu.

Baca Juga :  Kunjungan DPRD Kab Lombok Timur Hanya Disambut Gorengan

Suryo juga menyoroti ketidakmerataan pemberian Bantuan Keuangan (Bandek) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menurutnya, bantuan itu hanya diberikan ke wilayah sekitar TPST, padahal dampak operasional truk sampah DKI juga dirasakan warga di sepanjang jalur pengangkutan.

” Wilayah lintasan truk dari DKI seperti Jalan Sultan Agung dan Jalan Jatiasih juga kena dampaknya. Bau dan gangguan lalu lintas dirasakan warga, tapi tidak dapat kompensasi. Harusnya dapat juga, walau hanya beberapa persen,” tegasnya.

Baca Juga :  XLSMART Resmi Hadirkan Disney+ di myXL, AxisNet, dan SATU ON

Terkait wacana Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang tengah digagas oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Suryo menyambut baik inisiatif tersebut.

Namun, ia menilai konsep itu masih belum konkret dan belum menjawab urgensi permasalahan di lapangan.

“KPBU itu masih sebatas rencana. Sementara masalah di lapangan sudah sangat mendesak. Kalau menurut saya, solusinya bentuk saja badan khusus supaya lebih fokus dan efisien,” tandasnya. (adv)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi, Polisi Temukan Luka Benda Tajam dan Tumpul
Geger di Bekasi! Pipa Gas Diduga Kena Beko, Air Menyembur Setinggi 4 Meter
Tak Lagi Coblos Kertas? Bekasi Siapkan Pilkades Digital di 154 Desa
Tak Salat di Masjid Besar, Plt Bupati Bekasi Pilih Musala Kampung di Perbatasan Setu
Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton Tiba di Jatiasih, Warga Sambut Haru
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Keren! Warga Tambun Sulap Minyak Jelantah Jadi Dana Posyandu dan Kegiatan Sosial
JTT Siagakan Layanan Operasional Trans Jawa Antisipasi Lonjakan Arus Libur Iduladha 2026

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:16 WIB

Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi, Polisi Temukan Luka Benda Tajam dan Tumpul

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:56 WIB

Geger di Bekasi! Pipa Gas Diduga Kena Beko, Air Menyembur Setinggi 4 Meter

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:36 WIB

Tak Lagi Coblos Kertas? Bekasi Siapkan Pilkades Digital di 154 Desa

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:25 WIB

Tak Salat di Masjid Besar, Plt Bupati Bekasi Pilih Musala Kampung di Perbatasan Setu

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:59 WIB

Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton Tiba di Jatiasih, Warga Sambut Haru

Berita Terbaru