Terkait Pemberitaan Pelecehan Seksual yang Bertolak Belakang, Pihak Rumah Sakit Gunung Jati Angkat Bicara

  • Whatsapp

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Terkait pemberitaan yang dilakukan oleh salah satu media online, di mana isinya bertolak belakang dengan yang sebenarnya, pihak RSUD Gunung Jati Kota Cirebon angkat bicara. Dalam pemberitaan tersebut, menyatakan bahwa pelaku dari pelecehan seksual yang terjadi hari Jumat (16/2) dini hari lalu adalah perawat rumah sakit.

Menurut Yayat Supriatna selaku Kasubag Sistem Informasi Manajemen dan Humas RSUD Gunung Jati, bahwa berita tersebut tidaklah benar. Sebab, seperti yang sudah diberitakan oleh media-media lainnya yang sudah lebih dulu terbit, bahwa pelaku dari pelecehan seksual tersebut bukan dari karyawan atau perawat rumah sakit, melainkan keluarga penunggu pasien.

Bacaan Lainnya

“Pelaku bukan dari pihak rumah sakit. Kebetulan saja TKP-nya di sini. Dan sekarang, pihak Polres Cirebon Kota sudah menangkap pelakunya,” jelasnya saat ditemui awak media di ruang Komite Keperawatan RSUD Gunung Jati Kota Cirebon, Kamis (22/2).

Hal senada juga dituturkan oleh Haerul Gumilar selaku Ketua Komite Keperawatan RSUD Gunung Jati dan Ketua Komisariat PPI, dugaan pelecehan seksual yang terjadi di salah satu ruangan pasien tersebut memang benar adanya. Namun, hal tersebut dilakukan oleh oknum yang sedang sama-sama menunggu pasien, bukan dari pihak rumah sakit sendiri.

“Jadi saat si pelaku sedang menjaga keluarganya yang menjadi pasien, dia melakukan perbuatan pelecehan seksual terhadap korban yang sedang tidur di ranjang pasien yang kosong,” terangnya.

Lanjut Haerul, awalnya pihak keluarga korban enggan untuk memperpanjang masalah ini. Namun, akhirnya kasus ini dilaporkan ke Polres Cirebon Kota dan segera ditangani. Hal tersebut terbukti dengan pelaku yang sudah diringkus oleh petugas kepolisian.

“Yang menjadi permasalahan di kami, terutama keperawatan, terdapat media online yang secara gamblang menjelaskan bahwa diduga yang melakukan pelecehan tersebut adalah perawat rumah sakit. Ini yang menjadi keberatan bagi kami,” ujarnya.

Haerul melanjutkan, bahwa keperawatan juga mempunyai kode etik untuk pelayanan masyarakat. Sehingga, dirinya mengklarifikasi dan menjamin tidak ada pelecehan seksual yang dilakukan oleh perawat.

“Saya mohon kepada yang memberitakan tersebut untuk meralatnya. Apalagi berita tersebut diterbitkan 3 hari setelah pemberitaan yang benar. Ini bisa mencemarkan nama baik rumah sakit,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *