RJN, Bogor – Program Nongol babat (Nobat) yang diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, menjadi acuan bagi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol – PP) untuk mengawal dan mengawasi jika terjadi pelangaran terhadap Peraturan Daerah (Perda).
“Kami, selaku aparat penegak peraturan daerah (Perda), bakal mengintensifkan razia terhadap bangunan-bangunan yang berdiri dilahan negara khususnya yang berada di kawasan puncak yang diduga kuat dijadikan sarang mesum,” kata Kasi Ketentraman Masyarakat (Transmas) Satpol PP Kabupaten Bogor, Hendrik saat menggelar operasi di sekitar kampung Naringgul, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua
Ia mengatakan, saat ini kegiatan operasi tersebut akan kembali ditingkatkan. Mengingat, pihaknya sering menerima laporan masyarakat, bila dikawasan puncak banyak bangunan yang diduga sering dijadikan tempat mesum.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Banyak bangunan menjamur di kawasan puncak yang berhawa sejuk ini kerap dijadikan jaringan bisnis dengan menyewakannya. Buktinya, hasil operasi barusan kami berhasil mengamankan satu pasangan bukan suami – istri, karena saat diperiksa mereka tidak bisa memperlihatkan bukti sah berupa surat nikah dan alamat KTP nya juga beda, satu orang bekasi satu lagi orang depok,” tegasnya, Selasa ( 30/4/2019)
Kegiatan yang merupakan agenda rutin jajarannya itu, lanjutnya, akan terus digiatkan, tentunya dengan menyisir sejumlah lokasi, baik hotel, penginapan maupun kos-kosan. Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga ketertiban umum serta terciptanya rasa aman dari penyakit masyarakat.
“Rasa aman dan nyaman itu kan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, Satpol PP, kepolisian dan TNI, tapi tanggung jawab bersama seluruh kalangan masyarakat. Karenanya, kami berharap masyarakat bisa turut membantu untuk menjaga kententraman di masing-masing wilayahnya,” pinta Hendrik
Sementara, Kabid Binariksa Satp PP, Agus Ridho menerangkan saat ini di bangunan – bangunan tersebut sudah dibuat kamar – kamar layaknya seperti sebuah kamar untuk lokasi protitusi.
“Ya, di dalam bangunannya itu sudah dibuatkan kamar – kamar layaknya untuk tempat begituan, kami khawatir jika hal ini dibiarkan akan menjadi area protitusti, makanya kami berencana dalam waktu dekat akan melakukan pembongkaran,” terangnya.
(red/rjn)









