Pria Pembuat Video Adu Domba TNI-Polri Minta Maaf dan Sesali Perbuatannya

- Redaksi

Selasa, 14 Mei 2019 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iwan Adi Sucipto.

i

Iwan Adi Sucipto.

RJN, Cirebon – Setelah diamankan petugas gabungan Polres Cirebon dan Tim Resmob Dir Reskrimum Polda Jawa Barat, IAS, pria pembuat dan penyebar video ujaran kebencian serta adu domba antara TNI-Polri meminta maaf dan menyesali perbuatannya.

Permohonan maaf IAS dinyatakan dalam sebuah rekaman video. Lelaki berusia 49 tahun dan bekerja wiraswasta itu, juga memohon maaf telah berkata-kata kasar terhadap Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Baca Juga :  Tingkatkan Sinergi Bisnis XL Axiata-PLN Kolaborasi Integrasi Produk dan Gali Potensi Bisnis

Ibrahim Kadir Tuasamu, selaku kuasa hukum IAS menyatakan, kliennya tidak bermaksud menghina institusi Polri dan menyulut kekacauan di tengah masyarakat.

“Beliau hanya mungkin terlalu emosional sebagai pendukung capres 02 (Prabowo-Sandi). Tidak ada maksud dan tujuan apa-apa,” katanya, Selasa (14/5/2019).

Menurutnya, pernyataan-pernyataan IAS dalam video itu sebagai nasehat kepada elite politik. “Beliau sebagai dosen dan ustaz, memakai bahasa-bahasa pembinaan,” ujarnya.

Baca Juga :  Antisipasi Covid-19, Bupati Bekasi Pimpin Langsung Penyemprotan Disinfektan

Ibrahim menyatakan, kliennya dengan sungguh-sungguh mengakui dan meminta maaf kepada seluruh masyarakat dan TNI-Polri. “Ini membuktikan bahwa IAS bertanggung jawab atas perbuatannya,” tuturnya.

Ia mengapresiasi, karena IAS telah menjalani proses hukum dengan baik dan kooperatif. “Saat diperiksa beliau kooperatif,” pungkasnya. (aan/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April
DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara
PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Senin, 25 Mei 2026 - 10:20 WIB

Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB

Sabtu, 25 April 2026 - 13:22 WIB

Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April

Jumat, 24 April 2026 - 14:00 WIB

DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara

Berita Terbaru