Perusahaan Tambang di Purwakarta Ledakan Gunung, Batu Raksasa Menimpa Rumah Warga

- Redaksi

Rabu, 9 Oktober 2019 - 22:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Purwakarta – Batu raksasa berukuran diameter lebih dari dua meter ‎di penambangan batu di Kampung Cihandelem Desa Sukamulya Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta, terbang dan menimpa rumah warga pada Selasa (8/10).

Peristiwa itu bermula saat PT MSS‎, perusahaan pertambangan batu di kampung itu, meledakan batu dengan bahan peledak.

“Hasil ledakannya, batu-batu besar menimpa rumah warga,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Purwakarta, Wahyu Wibisono.

Baca Juga :  Peringati HUT RI Ke-74, 580 Warga Binaan Lapas Klas I Cirebon Memperoleh Remisi

Rumah yang tertimpa batu besar itu sebanyak tujuh rumah. Semua rumah yang tertimpa berada dekat dengan lokasi penambangan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tujuh rumah rusak oleh 8 buah batu ledak ukuran besar. Batu-batu berjatuhan dari ketinggian 500 meter. Rumah yang tertimpa di bawah area penambangan,” ujarnya.

Saat peristiwa tragis itu terjadi, sejumlah warga pemilik rumah tidak ada yang sedang berada di dalam rumah. Sehingga, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Salah satu rumah yang terkena imbas, salah satunya madrasah. ‎

Baca Juga :  PKB dan Bawaslu Kompak! Bro Adi: Ini Bukti Demokrasi Sehat di Bekasi

“Tidak ada korban jiwa karena pemilik rumah saat kejadian sedang pada di luar. ‎Pemilik rumah sudah dievakuasi ke tempat aman,” katanya.

Sesaat setelah kejadian, para pemilik rumah langsung mendemo perusahaan tersebut yang jaraknya tidak terlalu jauh.

Baca Juga :  Polres Metro Bekasi Kota Ungkap Kasus Perampokan dan Kekerasan di Fly Over Cut Meutia

Saat ini, polisi sedang menyelidiki kasus ini, terutama berkaitan dengan kelalaian oleh penambang.

Hingga saat ini, warga pemilik rumah mendesak pemerintah untuk menutup penambangan batu tersebut karena membahayakan warga sekitar. Apalagi, batu diambil dengan cara diledaka .

Di samping itu, proses penambangan membuat lingkungan dan kondisi udara di sekitar desa jadi rusak.

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polemik Perumahan LBS 2 Mencuat, DPRD Bekasi Dorong Evaluasi Perizinan dan PSU
Pesan Menyentuh Gus Imam Hafash di Maulid Nabi PNI Cibitung: Bayangkan Rasulullah Ada di Depan Kita
Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri
Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum
Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 07:40 WIB

Polemik Perumahan LBS 2 Mencuat, DPRD Bekasi Dorong Evaluasi Perizinan dan PSU

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:10 WIB

Pesan Menyentuh Gus Imam Hafash di Maulid Nabi PNI Cibitung: Bayangkan Rasulullah Ada di Depan Kita

Senin, 13 Juli 2026 - 12:31 WIB

Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:47 WIB

Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Berita Terbaru

Keterangan Foto:
Calon Kepala Desa Muktiwari nomor urut 1, H. Bahrudin, S.E., bersama pendukungnya mengikuti rangkaian kampanye Pilkades Muktiwari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Sabtu (12/9/2026). Kampanye mengusung tagline “Birukan Langit, Putihkan Hati” dan mendapat antusiasme dari warga.

Pilkades

Bahrudin Nomor Hiji, Ribuan Warga Muktiwari Tumpah Ruah

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:11 WIB