Perpustakaan Fotografi Keliling, Mengenalkan Buku-Buku Foto Kepada Masyarakat

- Redaksi

Minggu, 8 Oktober 2017 - 17:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarnews.com, Cirebon – Semakin menjamurnya dunia fotografi, tentunya banyak juga yang membuat album foto, galeri, ataupun diupload ke sosial media. Namun, masih sedikit yang berniat untuk membukukan hasil jepretannya.

Wahyu, seorang fotografer yang sekaligus owner dari Raws Sindicate, membuat sebuah Perpustakaan fotografi keliling. Tujuannya adalah sengaja mendekatkan buku-buku foto ke masyarakat dan fotografer. Jadi, mereka tidak hanya menikmati foto-foto di galeri atau sosial media saja, namun juga dalam bentuk buku.

Baca Juga :  Kelola Dana Amanat, BPJS Kesehatan Gelontorkan Klaim 113,47 Triliun

“Kami berusaha mengenalkan buku-buku foto ke masyarakat, terutama di daerah-daerah. Targetnya bisa membawa ke seluruh Indonesia,” ungkapnya saat ditemui RakyatJabarNews.com ketika Car Free Day (CFD) di Jl. Siliwangi Kota Cirebon hari Minggu (8/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perpustakaan fotografi keliling sendiri sudah berdiri sejak tahun lalu. Wahyu mengaku bahwa dia dan timnya mengumpulkan buku-buku fotografi dari Indonesia maupun luar, dan dengan harga yang bervariatif.

“Jika tak ada kami, teman-teman akan sulit mengakses buku foto, karena aksesnya yang susah, dan harganya mahal,” jelasnya.

Baca Juga :  Harlan Boer, Bila Lapar Melukis

Sebagai owner dari Raws Sindicate yang bergerak di bidang fotografi, Wahyu memiliki home base di Bandung. Dia lebih suka mendatangi daerah-daerah dan open publik untuk mengenalkan perpustakaan fotografi keliling, karena masyarakat pasti berkumpul di situ. Jadi bisa dilihat oleh banyak orang.

Wahyu tidak menghitung jumlah pasti berapa buku yang dimiliki. Jika sedang ke daerah-daerah, dia biasanya membagi beberapa bukunya sesuai dengan tempat yang disediakan.

Baca Juga :  Ketua Komisi I Apresiasi Perpustakaan Multikultural, Sempurnakan Layanan Fasilitas Literasi

“Kita bawa buku tapi menyesuaikan tempatnya. Kalau besar ya gelar semua. Kita stok di mobil,” tuturnya.

Wahyu menjelaskan, perpustakaan yang khusus untuk buku-buku fotografi tidak begitu banyak. Jadi, dia ingin mengenalkan buku-buku fotografi ke masyarakat supaya mereka tahu.

“Harapannya semoga buku-buku foto lebih dikenal oleh masyarakat luas, dan fotografer bisa membuat buku,” harapnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon
Mohamad Ikhfar Tsalahuddin Jabat Assistant Director of Sales Harper Cikarang
Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Syafiqa Dzikria Nafasya Raih Penghargaan Anugerah Anak Indonesia Awards 2026
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Mohamad Ikhfar Tsalahuddin Jabat Assistant Director of Sales Harper Cikarang

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Berita Terbaru