RJN, Bandung – Bermula dari membaca buku-buku biografi Affandi, Harlan Boer terinspirasi menulis lagu Bila Lapar Melukis. Frase ‘bila lapar melukis’ Harlan comot dari buku yang menggambarkan hasrat maestro Affandi yang melukis seperti orang kelaparan ingin melukis. Salah satu cirinya adalah proses yang cepat dan kuantitas karya yang banyak.
“Karya musik saya memang belum banyak, juga tentu belum menjadi klasik seperti karya lukis Affandi. Akan tetapi, deskripsi Affandi itu serasa gambaran saya juga,” ungkap Harlan pada pembukaan pameran Bila Lapar Melukis di Omni Space Jalan Ciumbuleuit Kota Bandung, pada Jumat, (15/2/2019).
Pada pameran Bila Lapar Melukis, karya Harlan dipamerkan bersama karya para seniman lain. Terdapat 10 karya seniman Bandung dan 15 karya seniman Jakarta yang merespons lagu-lagu Harlan. Pameran Bila Lapar Melukis berlangsung di Omni Space 15-17 Februari 2019. Sebelumnya, pameran dan pertunjukan musik Bila Lapar Melukis telah dilaksanakan di Jakarta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Harlan menyebutkan, melalui karya yang dia lahirkan, Harlan ingin menyampaikan kalau karya bisa diolah lagi menjadi karya baru. Contohnya dari album Bila Lapar Melukis. Selain dari buku biografi Affandi, album ini juga terinspirasi dari film, salah satunya film “The Six Million Dollar Man”.
“Lewat album, saya punya pesan bahwa karya lain bisa diolah lagi dan menjadi referensi serta inspirasi. Saat ada yang merespons karya saya, saya selalu merasa bahagia. Saya senang melihat cara orang memandang saya dan karya saya,” kata Harlan.
Harlan menjelaskan, karya lukis dia kerjakan setelah menyelesaikan album Bila Lapar Melukis. Saat sedang memikirkan gambar untuk sampul albumnya, David Tarigan memberikan ide, kenapa Harlan tidak melukis sendiri saja. Alhasil, Harlan melukis dengan media akrilik di atas kanvas 12×12 sentimeter, sesuai ukuran sampul CD.
“Tantangannya memang mengerjakan lukisan di ukuran 12×12 sentimeter. Saya memang ingin membuat lukisan konvensional, jadi harus pakai cat, pilihannya antara minyak dan akrilik, saya pilih akrilik,” ujar Harlan.
Karya lukisan Harlan menampilkan warna-warni cerah dengan objek sosok-sosok tak dikenal. Dia juga menampilkan sosok diri sendiri lewat lukisan berjudul Potret Diri Sendiri. Menurut Harlan, karya lukisan dia banyak terpengaruh juga dengan sampul-sampul album sejumlah musisi.
Pada pembukaan pameran Bila Lapar Melukis, Harlan tampil menghadirkan sejumlah nomor dari album Bila Lapar Melukis dan Operasi Kecil. Saat tampil, dia ditemani Arum Dayuputri, personel Tetangga Pak Gesang dan Syarikat Idola Remaja.
Selama hampir 60 menit, Harlan yang dikenal sebagai personel C’Mon Lennon mengisi repertoar dengan Rahasia Orangtua, Kiri Kanan, Kebanyakan Ngaso, Tak Baik Maruk, Aplusan, Jatuh Cinta Diam-diam, dan Bila Lapar Melukis. Selain Harlan, tampil juga Pemandangan dan Syarikat Idola Remaja. (red/rjn)









