Permudah Izin hingga Hitungan Jam, Wawali Bekasi Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Ekspor

- Redaksi

Sabtu, 17 Januari 2026 - 20:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Bekasi, Harris Bobihoe, sebagai bagian dari strategi mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah berbasis kerakyatan. Menurutnya, UMKM terbukti lebih tangguh dan konsisten menjadi penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dibandingkan sektor industri berskala besar.

i

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Bekasi, Harris Bobihoe, sebagai bagian dari strategi mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah berbasis kerakyatan. Menurutnya, UMKM terbukti lebih tangguh dan konsisten menjadi penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dibandingkan sektor industri berskala besar.

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi mempertegas keberpihakannya kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui kebijakan pemangkasan birokrasi, Pemkot Bekasi memastikan proses perizinan usaha kini jauh lebih cepat dan sederhana, bahkan dapat diselesaikan hanya dalam hitungan jam.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Bekasi, Harris Bobihoe, sebagai bagian dari strategi mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah berbasis kerakyatan. Menurutnya, UMKM terbukti lebih tangguh dan konsisten menjadi penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dibandingkan sektor industri berskala besar.

“Selama persyaratan administrasi lengkap, izin usaha tidak perlu menunggu lama. Bisa satu hari, bahkan hanya hitungan jam. Pemerintah tidak boleh menjadi penghambat bagi orang yang ingin berusaha,” tegas Harris Bobihoe di Bekasi, Sabtu (17/01/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan saat Harris meninjau kembali operasional Rumah Makan Sambel Hejo Sambel Dadak (SHSD) yang bangkit pascakebakaran. Ia menilai, kembalinya aktivitas usaha tersebut menjadi contoh konkret bahwa percepatan layanan dan dukungan pemerintah sangat menentukan keberlangsungan UMKM.

Menurut Harris, kecepatan pemulihan usaha bukan hanya soal permodalan, tetapi juga soal kepastian regulasi dan kehadiran negara dalam memberi rasa aman bagi pelaku usaha.

Naik Kelas Lewat Kemasan, Bukan Sekadar Produksi

Lebih lanjut, Harris Bobihoe mengungkapkan bahwa fokus pembinaan UMKM saat ini tidak lagi sebatas produksi, melainkan pada peningkatan kualitas kemasan (packaging) sebagai pintu masuk menuju pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.

Baca Juga :  TNI Siaga Penuh Hadapi Ancaman Karhutla 2026, Satgas Resmi Digelar untuk Cegah Bencana Sejak Dini

Ia menilai, banyak produk UMKM Bekasi memiliki cita rasa dan kualitas yang baik, namun belum didukung tampilan kemasan yang kompetitif.

“Kualitas produk kita tidak kalah. Yang perlu diperkuat adalah kemasan. Kalau tampilannya rapi dan profesional, peluang menembus pasar nasional bahkan ekspor akan terbuka lebar,” jelasnya.

Pemkot Bekasi, kata Harris, terus mendorong pendampingan terpadu agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi benar-benar naik kelas dan berdaya saing global.

Sport City dan Wisata Kuliner Jadi Penggerak Baru

Menyadari keterbatasan potensi wisata alam seperti pegunungan atau pantai, Pemkot Bekasi mengembangkan strategi alternatif melalui konsep Sport City dan wisata kuliner sebagai pengungkit ekonomi baru.

Baca Juga :  World Diabetes Day 2020 : Pentingnya Peran Caregiverdan Saatnya Sadar Serta Peduli Diabetes

Konsep ini dirancang untuk menciptakan ruang aktivitas publik sekaligus membuka peluang usaha bagi UMKM lokal. Harris menyebutkan, kolaborasi lintas sektor tengah diperkuat dengan melibatkan Dinas Koperasi dan UMKM, dunia
usaha, serta dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

Skema tersebut juga disiapkan sebagai langkah mitigasi bagi UMKM yang terdampak bencana, agar dapat segera bangkit melalui akses pembiayaan ringan dan bantuan teknis.

“Kami memberi perhatian besar pada UMKM, termasuk yang paling kecil sekalipun. Karena penggerak ekonomi daerah sesungguhnya ada di sana, bukan hanya pada industri besar,” pungkas Harris Bobihoe. (*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Video CCTV Lift Viral, Eks Caleg Jabar VII Siapkan Langkah Hukum
8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan
Ratusan Pedagang Pasar Baru Geruduk DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi Desak Wali Kota Bertindak
277 Siswa Kota Bekasi Raih Pramuka Garuda, Tri Adhianto Minta Jadi Teladan
Demi Keselamatan Siswa, Akses SMAN 20 Bekasi Dibongkar dan Diperlebar 8 Meter
Rp4,5 Miliar Jadi Sorotan, Kasus Korupsi Tirta Bhagasasi Segera Meja Hijau
Bukan Perkara Pidana, Datun Kejari Kabupaten Bekasi Justru Pulihkan Rp4 Miliar Lebih
Kejari Bekasi Selamatkan Rp40,1 Miliar Uang Negara, 739 Perkara Ditangani

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:56 WIB

Video CCTV Lift Viral, Eks Caleg Jabar VII Siapkan Langkah Hukum

Rabu, 2 September 2026 - 22:44 WIB

8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan

Rabu, 2 September 2026 - 16:41 WIB

Ratusan Pedagang Pasar Baru Geruduk DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi Desak Wali Kota Bertindak

Rabu, 2 September 2026 - 12:54 WIB

277 Siswa Kota Bekasi Raih Pramuka Garuda, Tri Adhianto Minta Jadi Teladan

Selasa, 1 September 2026 - 16:28 WIB

Demi Keselamatan Siswa, Akses SMAN 20 Bekasi Dibongkar dan Diperlebar 8 Meter

Berita Terbaru