Pengguna KRL Keluhkan Layanan E-Ticketing yang Diupgrade

- Redaksi

Senin, 23 Juli 2018 - 17:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Bekasi – Pengguna Commuter line di Stasiun Bekasi mengeluhkan layanan e-tiketing Stasiun Bekasi yang sedang diupgrade. Imbas tidak berfungsinya e-tiketing, penumpang mengantri panjang hingga keluar pagar stasiun.

Antrian panjang ini diduga karena petugas tidak siap dengan pergantian tiket terusan ke tiket manual yang dijual Rp3.000. Loket yang dibuka tidak cukup cepat menampung kedatangan calon penumpang yang datang hampir secara bersamaan.

“Antrian udah ampe keluar pagar luar stasiun, udah gitu petugasnya tidak sigap. Harusnya petugas bisa jemput bola melayani penumpang yang mengantri biar cepat terurai,”ujar Putri warga Teluk Pucung, Bekasi, Senin (23/7/2018).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Putri, dirinya bisa saja terlambat masuk ke kantor di wilayah Tanah Abang karena antrian sudah tidak manusiawi. “Seharusnya udah digratisin aja lah, daripada bikin antri dan telat ngantor,” tegasnya

Hal yang sama disampaikan Eka, warga Duren Jaya. Menurutnya jika memang system tidak bisa dipakai lebih baik jika digratiskan saja untuk satu hari. Sebab, antrian dari pekerja yang hendak memakai jasa kereta api sudah mengular.

Baca Juga :  Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, 14 Tewas Pemkot Bergerak Cepat

“Tadi aja ngantri di luar pagar. Meski antrian berjalan, tapi sangat lambat. Ampe jalanan jadi macet,” ujarnya.

Eka mengaku akan berpikir dua kali untuk memakai jasa commuter line lagi jika system yang di update masih belum juga selesai. “Mungkin pulangnya naik transportasi lain. Kalo masih belum bisa berarti akan sama kyk sekarang ini,” kata Eka.

Penggratisan kereta api juga sebelumnya terjadi di Stasiun Bogor setelah ada desakan dari penumpang yang mengantri terlalu lama dan panjang. Dari posting pengguna twitter, PT KAI terpaksa membuat seluruh gate dan menggratiskan biasa naik kereta commuter line karena penumpang berteriak-teriak.

Sebelumnya, dalam rilis VP Komunikasi Perusahaan PT KCI Eva Chairunisa, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami seluruh pengguna KRL selama masa pembaharuan dan pemeliharaan sistem tiket elektronik. Permintaan maaf khususnya kami sampaikan kepada para pelanggan setia kami, pemilik Kartu Multi Trip (KMT) maupun kartu uang elektronik dari bank yang tetap perlu melakukan transaksi tiket pada loket sebelum menggunakan jasa KRL selama masa pemeliharaan berlangsung.

Baca Juga :  Tol Cipali Kembali Makan Korban

Sebagaimana diketahui, sistem tiket elektronik KRL telah berjalan sejak Juli 2013 atau lima tahun yang lalu. Pembaharuan dan pemeliharaan sistem dalam skala keseluruhan yang berlangsung saat ini tidak dapat dihindari untuk menjaga keandalan sistem ini di masa yang akan datang.

Pembaharuan sistem dan pemeliharaan dilakukan sejak Sabtu 21 Juli 2018. Sebagai bentuk mitigasi jika proses pembaharuan masih membutuhkan waktu maka untuk kelancaran mobilitas pengguna KRL pada Senin 23 Juli 2018 transaksi tiket KRL akan menggunakan tiket kertas yang diberlakukan di 79 stasiun KRL dimulai dari perjalanan kereta pertama hingga kereta terakhir.

Baca Juga :  Diler Kendaraan Mitsubishi ke-32 Diresmikan Atas Kerjasama Dua Perusahaan

Tiket kertas dijual seharga Rp 3.000 ke semua stasiun tujuan. Untuk mempercepat proses transaksi pengguna jasa dihimbau untuk menyiapkan uang tunai sesuai tarif tiket kertas. Prosedur pembeliannya, pengguna dapat mengantri di loket maupun pada petugas di luar loket yang melayani pembelian tiket kertas ini. Satu tiket kertas hanya dapat digunakan oleh satu orang pengguna untuk satu kali perjalanan KRL. Di stasiun awal, tiket kertas perlu diperlihatkan kepada petugas untuk ditandai bahwa tiket tersebut telah terpakai dan selanjutnya disimpan oleh pengguna jasa sebagai tanda bukti perjalanan.

Untuk kenyamanan bersama PT KCI menghimbau pengguna jasa untuk merencanakan kembali waktu perjalanannya.

PT KCI memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini seluruh petugas telah dikerahkan untuk mendukung pembaharuan sistem sekaligus membantu layanan kepada para pengguna KRL.(RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Video CCTV Lift Viral, Eks Caleg Jabar VII Siapkan Langkah Hukum
8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan
Ratusan Pedagang Pasar Baru Geruduk DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi Desak Wali Kota Bertindak
277 Siswa Kota Bekasi Raih Pramuka Garuda, Tri Adhianto Minta Jadi Teladan
Demi Keselamatan Siswa, Akses SMAN 20 Bekasi Dibongkar dan Diperlebar 8 Meter
Rp4,5 Miliar Jadi Sorotan, Kasus Korupsi Tirta Bhagasasi Segera Meja Hijau
Bukan Perkara Pidana, Datun Kejari Kabupaten Bekasi Justru Pulihkan Rp4 Miliar Lebih
Kejari Bekasi Selamatkan Rp40,1 Miliar Uang Negara, 739 Perkara Ditangani
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:56 WIB

Video CCTV Lift Viral, Eks Caleg Jabar VII Siapkan Langkah Hukum

Rabu, 2 September 2026 - 22:44 WIB

8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan

Rabu, 2 September 2026 - 16:41 WIB

Ratusan Pedagang Pasar Baru Geruduk DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi Desak Wali Kota Bertindak

Rabu, 2 September 2026 - 12:54 WIB

277 Siswa Kota Bekasi Raih Pramuka Garuda, Tri Adhianto Minta Jadi Teladan

Selasa, 1 September 2026 - 16:28 WIB

Demi Keselamatan Siswa, Akses SMAN 20 Bekasi Dibongkar dan Diperlebar 8 Meter

Berita Terbaru