Pemkab Bekasi Siapkan Perluasan TPA Burangkeng

- Redaksi

Selasa, 15 Maret 2022 - 23:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Kondisi lahan TPA Burangkeng, Kabupaten Bekasi, sudah kelebihan volume sampah, Minggu, 13 Maret 2022. Foto BeritaSatu Photo

i

Kondisi lahan TPA Burangkeng, Kabupaten Bekasi, sudah kelebihan volume sampah, Minggu, 13 Maret 2022. Foto BeritaSatu Photo

 

Bekasi – Lahan ‎tempat pembuangan akhir (TPA) Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, kondisinya sudah kelebihan volume sampah (overload). Pemerintah Kabupaten Bekasi (Pemkab) Bekasi merencanakan perluasan lahan TPA Burangkeng sekitar lima hektare.

“Lahan TPA saat ini sekitar 11 hektare, sudah overload sehingga tidak mampu lagi menampung sampah. Kami merencanakan pembebasan lahan dalam waktu dekat,” ujar Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Khaerul Hamid, Minggu (13/3/2022).

 

Dia menjelaskan, Pemkab Bekasi akan menyediakan sekitar lima hek‎tare sebagai penambahan lahan di TPA Burangkeng.

 

“Warga yang terdampak pembebasan lahan, secara prinsip tidak ada persoalan. Dengan kondisi overload ini, masyarakat juga meminta agar Pemerintah daerah mencarikan solusinya,” tuturnya.

Baca Juga :  Kapolsek Lemahabang Tegas Menindak Pelanggaran Hukum Tanpa Pandang Bulu

 

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Eman Sulaeman, menambahkan pihaknya akan menerapkan teknologi baru dalam pengolahan sampah di TPA Burangkeng. Pengolahan sampah dengan metode‎ buang dan tumpuk, akan ditinggalkan.

“Kita coba terapkan adalah metode refuse derived fuel (RDF). Dengan teknologi ini mengolah sampah menjadi energi biomassa dan selanjutnya dijadikan sebagai sumber energi baru terbarukan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bupati Bekasi Tinjau Rumah Warga Roboh di Kelurahan Sertajaya

 

Menurutnya, pengolahan sampah menjadi RDF sebagai pengganti batu baru, memiliki nilai ekonomis yang tinggi, lebih efisien karena tidak memerlukan lahan luas dan mengurangi pencemaran air serta udara.

 

suimber: investordaily

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pilkades Muktiwari Memanas! Bahrudin No. 1 dan Rusdi No. 2 Mulai Adu Program 12 September
Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker
Fajar Paper Siapkan Fasilitas Pengolahan Limbah, Aktivitas Truk Bakal Ditata
Kota Bekasi Peringkat 6 Wilayah Terinovatif Indonesia
Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Bekasi, Tri Adhianto Minta Warga Waspada
Jalan Ditutup, Warga Terdampak! Komisi III Desak Pengembang Punya Akses Sendiri
Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Panggil Fajar Paper, Pastikan Perizinan Pengolahan Limbah Lengkap
Video CCTV Lift Viral, Eks Caleg Jabar VII Siapkan Langkah Hukum

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:32 WIB

Pilkades Muktiwari Memanas! Bahrudin No. 1 dan Rusdi No. 2 Mulai Adu Program 12 September

Selasa, 8 September 2026 - 15:27 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker

Senin, 7 September 2026 - 19:24 WIB

Fajar Paper Siapkan Fasilitas Pengolahan Limbah, Aktivitas Truk Bakal Ditata

Senin, 7 September 2026 - 16:35 WIB

Kota Bekasi Peringkat 6 Wilayah Terinovatif Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 16:20 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Bekasi, Tri Adhianto Minta Warga Waspada

Berita Terbaru

Pengunjung melihat produk dan teknologi industri yang dipamerkan dalam GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Pameran ini diikuti lebih dari 260 eksibitor dari 19 negara dan menampilkan berbagai solusi teknologi untuk industri logam dan manufaktur.

Jakarta

GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 Resmi Dibuka

Rabu, 9 Sep 2026 - 12:23 WIB