“Ini peningkatan yang cukup besar, dan saya juga minta pada saat termin evaluasi kinerja ketiga harus dilaporkan tingkat pencapaiannya,” ucapnya.
Sekda menambahkan, selain cetak massal SPPT PBB-P2 diawal tahun, upaya lain yang dilakukan untuk optimalisasi pendapatan adalah dengan melakukan pemutakhiran data secara berkelanjutan, berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait, serta melakukan pengawasan dan evaluasi untuk memastikan pengelolaan PBB-P2 sudah berjalan sesuai rencana.
“Saya berharap, dengan dilakukannya cetak massal SPPT PBB-P2 lebih awal, dapat meningkatkan pelayanan penyampaian SPPT PB-P2 serta diterima oleh wajib pajak tepat waktu,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Pajak Daerah pada Bapenda Kabupaten Bekasi, Jenal menjelaskan, PBB-P2 merupakan sumber pendapatan yang cukup potensial sebagai sumber pembiayaan kegiatan pemerintah pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat. Adapun PBB-P2 mempunyai kontribusi sebesar 24,71 persen terhadap PAD Kabupaten Bekasi.
Target PBB-P2 tahun 2023 mengalami kenaikan sebesar 60 milyar atau 11,06 persen dari target tahun 2022 dengan jumlah SPPT yang dicetak untuk tahun 2023 sebanyak 1.153.772 lembar. (Advertorial)
Halaman : 1 2











