Pemkab Bekasi Berkomitmen Terus Tekan Angka Stunting

- Redaksi

Jumat, 17 September 2021 - 03:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi, Dedi Supriadi di saat pembukaan kegiatan Rembuk Stunting yang diberlangsung di Hotel Nuanza, Cikarang Selatan, Kamis (16/9/21
).

i

Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi, Dedi Supriadi di saat pembukaan kegiatan Rembuk Stunting yang diberlangsung di Hotel Nuanza, Cikarang Selatan, Kamis (16/9/21 ).

rakyatjabarnews.com, Bekasi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, berkomitmen untuk mencegah serta menurunkan angka kasus gizi buruk atau stunting sesuai dengan target yang ditentukan oleh Pemerintah Pusat. Hal itu dikatakan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Kabupaten Bekasi, Herman Sujito, saat membuka kegiatan Rembuk Stunting yang diberangsung di Hotel Nuanza, Cikarang Selatan, Kamis (16/9/2021).

Herman Sujito menyampaikan, hingga saat ini Pemkab Bekasi telah aktif melakukan penanganan stunting melalui dinas terkait, sehingga pada tahun 2018 angka kasus stunting sebesar 26,37%, kemudian pada tahun 2019 mengalami penurunan menjadi 20,93%.

“Ini dicapai karena kerjasama yang baik dengan semua pihak dengan melakukan berbagai upaya dan inovasi di lapangan, sehingga Kabupaten Bekasi menduduki peringkat ke-5 kasus stunting terendah di Jawa Barat,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Bekasi Tandatangani Perjanjian Kerjasama dengan Badan Litbang SDM Kemenkominfo

Dirinya menambahkan, acara rembuk stunting untuk membangun komitmen publik dengan menyampaikan deklarasi komitmen bersama, antara dinas terkait dengan Kecamatan, Desa/Kelurahan, serta lembaga terkait lainnya dan lembaga pemerintah dengan melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah untuk melakukan intervensi penurunan stunting.

Dirinya berharap, dengan kegiatan tersebut, dapat melahirkan pikiran, gagasan kreatif dan inovatif dengan tetap menerapkan prinsip-prinsip good governance sehingga hasil rembuk stunting menjadi masukan untuk penanganan stunting.

“Saya harap, kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi Pemerintah Daerah dalam rangka menyusun perencanaan pembangunan yang efektif, efisien, terukur dan implementatif.” Terangnya.

Baca Juga :  Plt Bupati Bekasi Tinjau Peningkatan Jaling di Kelurahan Wanasari Cibitung

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi, Dedi Supriadi menyampaikan, Pemkab Bekasi siap menindaklanjuti instruksi dari Presiden Joko Widodo, untuk menekan angka prevalensi stunting hingga dibawah 14% pada tahun 2024 mendatang.

“Kami sudah menargetkan, Kabupaten Bekasi di Tahun 2022 diharapkan bisa mencapai kurang dari 6%, dan kami bertekad akan menjadi yang terbaik minimal ditingkat Provinsi Jawa Barat dan Nasional,” jelasnya.

Dalam penanganan stunting, pihaknya menyampaikan akan berperan aktif memberikan penyuluhan dan sosialisasi khususnya mengenai 1000 Hari pertama kehidupan (HPK) seperti ibu hamil, ibu menyusui, anak 0-23 bulan.

Dedi menyebutkan, angka prevalensi stunting dari tahun 2021 dengan tahun-tahun sebelumnya sudah mengalami penurunan, hal itu dikarenakan intervensi-intervensi kebijakan dan program-program yang sudah dilakukan.

Baca Juga :  Bappeda Kabupaten Bekasi Minta OPD Susun Program Berbasis Data dan Tepat Sasaran

“Untuk itu, saya berharap tahun-tahun berikutnya kita bisa mempertahankan dan meningkatkan lagi sampai dengan kondisi stunting di Kabupaten Bekasi betul-betul menurun secara signifikan.” Pungkasnya.

Acara diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama percepatan dan pencegahan stunting oleh masing-masing Kepala Perangkat Daerah di Kabupaten Bekasi.

Turut hadir dalam acara tersebut, Pj. Ketua TP. PKK Kabupaten Bekasi, Ria Dani Ramdan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Sri Enny Mainarti, Perwakilan dari Forum CSR yang diwakili oleh PT Yutaka Manufacturing Indonesia, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah di lingkup Kabupaten Bekasi.

(Advertorial)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fahrul Fauzi: Meningkatnya Laporan Menunjukkan Kesadaran Masyarakat Kian Baik
Hari Anak Nasional, Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi Soroti Perlindungan Anak
PAD Kota Bekasi Baru 85 Persen, PKS: WTP Tak Boleh Jadi Alasan Berpuas Diri
Open Dumping TPST Bantargebang Ditargetkan Berakhir pada 2029
Tanggapi Aspirasi Pegawai, Perumda Tirta Bhagasasi Pastikan Layanan Air Tetap Normal
1.564 Anggota BPD Dilantik, Asep Surya Atmaja Tegaskan Netralitas dan Kolaborasi Desa
Asep Sebut SK Anggaran Pilkades Sudah Ditandatangani, Pemkab Bekasi Siapkan Rp59 Miliar
Tri Adhianto Tinjau Relokasi Pedagang Pasar Baru, Pemkot Siapkan Kanopi dan Eskalator

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:44 WIB

Fahrul Fauzi: Meningkatnya Laporan Menunjukkan Kesadaran Masyarakat Kian Baik

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:12 WIB

Hari Anak Nasional, Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi Soroti Perlindungan Anak

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:43 WIB

PAD Kota Bekasi Baru 85 Persen, PKS: WTP Tak Boleh Jadi Alasan Berpuas Diri

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:20 WIB

Open Dumping TPST Bantargebang Ditargetkan Berakhir pada 2029

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:09 WIB

Tanggapi Aspirasi Pegawai, Perumda Tirta Bhagasasi Pastikan Layanan Air Tetap Normal

Berita Terbaru

Jajaran manajemen Geely Auto Indonesia berfoto bersama Geely Coolray di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok. SUV bermesin bensin (ICE) pertama Geely di Indonesia ini resmi memasuki masa pre-book menjelang peluncuran harga pada GIIAS 2026.

Otomotif

Geely Buka Pre-Book Coolray, SUV ICE Pertama di Indonesia

Kamis, 23 Jul 2026 - 14:32 WIB