RJN, Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Perindustrian Kabupaten Bekasi bersama Kementrian Perindustrian Ri, mendorong produktivitas dan daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) pangan nasional. Sektor ini menjadi salah satu yang di prioritaskan pengembangannya karena berperan dalam memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
Kepala Dinas Perindustrian (Disperin) Kabupaten Bekasi, Peno Suyatno mengatakan Bimtek kemasan terhadap pelaku IKM olahan ikan yang ada di Kabupaten Bekasi bekerja sama dengan kementrian perindustrian Ri.
“Ada sebanyak 30 IKM olahan ikan di Kabupaten Bekasi, di berikan bimtek kemasan dengan tujuan pelaku IKM dapat memahami cara pengemasan dan pemasaran atas produk olahan ikan agar dapat bersaing di luar, “ujarnya, pada Senin (25/03/2019)
Selain di berikan Bimtek, beber Peno, pihaknya ingin pelaku IKM Kabupaten Bekasi diberikan peralatan juga karena alat nya cukup mahal. Sehingga dari kementrian alhamdulilah mau terjun memberi bantuan peralatan kepada pelaku IKM q.
“Ada harapan yang kita inginkan dari pelaku IKM selain di berikan Bimtek, kedepannya mereka nanti bisa lebih mandiri dan sukses. Dinas Perindustrian juga telah meminta langsung kepada Kementrian agar dalam hal pemasaran dan lisensi halal nya juga minta di bantu agar pelaku IKM di Kabupaten Bekasi dapat bersaing.”kata dia
Sementara itu, Kasubdit Pengembangan IKM pangan, Barang dari kayu, dan Furniture pada Kementrian Perindustrian RI, Ibu Ni Nyoman Ambareni mengatakan, populasi IKM pangan memiliki jumlah paling banyak diantara IKM sektor lainnya, mencapai lebih 30 % dari IKM yang ada keseluruhan. Akan tetapi masih banyak IKM pangan yang memiliki performa produk dalam hal kualitas kemasan yang rendah.
kurangnya pemahaman dan belum luasnya akses untuk meningkatkan desain kemasan menjadi faktor rendahnya daya saing. Padahal kemasan produk tidak hanya berfungsi sebagai wadah, tetapi juga harus mampu menjadi sarana promosi tetapi juga berfungsi sebagai berdaya jual serta memenuhi fungsi lainnya seperti memberikan perlindungan pada produk yang dikemas, sumber informasi dan menggambarkan ciri khas produk yang akhirnya membuat konsumen tertarik membeli produk tersebut.
IKM Kabupaten Bekasi memiliki potensi yang besar dalam produk olahan ikan. Umumnya IKM yang telah mahir dalam hal pembuatan produk olahan ikan antara lain: lele fillet, kerupuk, Furai Ikan, Bandeng tanpa duri, presto ikan. Dimana para pelaku IKM ini mengeluhkan pemasaran dan kelemahan dalam aspek kemasan.
“Maka dari itu Direktorat IKM Pangan, Barang dari kayu, Furniture mengadakan Bimtek kemasan bagi IKM olahan ikan kepada 30 pelaku IKM yang ada di Kabupaten Bekasi,”tutupnya. (Advertorial)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT









