Pemasangan Tanda Penjemputan Online, Masih Ada Oknum yang Keberatan

oleh -

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Pemasangan tanda penjemputan bagi angkutan online dimulai hari ini, Selasa (7/11) di 10 titik. Dalam pemasangan tersebut, dilakukan oleh Satgab Oke (Satuan Gabungan Online dan Konvensional), serta didampingi oleh petugas Dishub dan KBO Lantas Iptu Edi Supeno.

10 titik tersebut diantaranya adalah depan kantor PKPN, depan Taman Krucuk, depan Hotel Cordova Siliwang, depan toko La Palma Siliwangi, Jl. Prujakan depan Gang Samsul, Jl. Cipto dekat Hotel Citra Dream, Jl. Wahidin depan Gang Citra, Jl. Pemuda dekat Kodim, Jl. By pass depan Alfamart samping Terminal, dan Jl. Perjuangan gang Binawan. Titik pertama yang dipasang dan dilakukan secara simbolis adalah yang di Jl. Wahidin. Total semuanya ada 32 titik. Namun, baru dipasang 10 titik hari ini.

Menurut KBO Lantas Iptu Edi Supeno, ada satu titik yang dipending, yaitu di depan PGC. Hal itu dikarenakan masih ada yang memprotes dari pihak konvensional. Padahal, itu hanya sebagai titik penjemputan saja, bukan tempat mangkal.

“Padahal itu hanya titik penjemputan saja. Mungkin masih butuh banyak sosialisasi lagi,” jelasnya saat ditemui RakyatJabarNews.com di kantor Dishub Kota Cirebon usai mendampingi proses pemasangan tanda penjemputan.

Dia mengeluhkan atas lamanya kegiatan penentuan dan pemasangan tanda yang berlangsung selama 3 jam lebih. Padahal hanya 10 titik saja yang dipasang.

“Mungkin perencanaannya saja yang masih belum diperjelas lagi. Saya sama Dishub hanya mendampingi saja, sedangkan yang menentukan adalah dari Satgas, Organda, dan pihak online,” pungkasnya.

Sedangkan menurut Korlap Satgas Ayip mengatakan, pemasangan tanda ini merupakan kesepakatan antara pihak online dan konvensional serta pemerintah supaya tidak terjadi kisruh lagi.

“Saya minta supaya sepakati peraturan pemerintah ini. Yang perlu diinget, titik penjemputan bukan tempat mangkal. Itu yang bikin salah kaprah,” jelas Ayip.

Menurut Ayip, pihak-pihak yang keberatan terhadap pemasangan tanda itu hanyalah oknum. Sebab, ini adalah peraturan yang sudah disepakati oleh pemerintah, serta pihak online dan konvensional.

Dia melanjutkan, sejauh ini sosialisasi kepada para driver angkutan online sudah melalui komunitas masing-masing. Hanya saja, masih banyak juga yang belum gabung di komunitas, sehingga belum mengetahui informasi ini.

“Kami akan sosialisasikan terus, termasuk kepada pelanggan-pelanggan kita,” tutur Ayip.(Juf/RJN)

Comment