Parah, 40 Proyek Kabupaten Bekasi Dihentikan

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 30 Desember 2017 - 19:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cikarang – Sekitar 40 proyek pembangunan gedung dan jalan di Kabupaten Bekasi terpaksa dihentikan. Hal itu dikarenakan tidak mencukupinya waktu pengerjaan, sehingga membuat proyek tersebut tidak dilanjutkan.

Sayangnya, kebanyakan proyek yang dihentikan di tengah jalan itu merupakan pembangunan sekolah dengan anggaran mencapai Rp37 miliar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, Jamaludin mengatakan, proyek dihentikan karena telah memasuki batas akhir tahun anggaran. Penghentian dilakukan per tanggal 27 Desember 2017.

ADVERTISEMENT

ads"/ https://rakyatjabarnews.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240720-WA0020.jpg

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Memang sudah kami lihat dan dihitung, pembangunan tidak maksimal. Ada beberapa bangunan yang belum selesai, dan kami putus kontrak. Ada sekitar 40 bangunan, terutama sekolah,” terang Jamal.

Dia menjelaskan, penghentian proyek pembangunan tersebut merupakan imbas dari terlambatnya proses lelang. Meski demikian, kata Jamal, waktu yang sempit sebenarnya telah disampaikan kepada pemborong sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi. Hanya saja, syarat tersebut tidak bisa dipenuhi, sehingga pembangunan disetop dan kontrak dihentikan.

Baca Juga :  Bapenda Genjot PAD dan Piutang, Pemkab Bekasi Gelar Rapat Implementasi Pemungutan Retribusi Daerah

“Total anggarannya Rp37 miliar, tapi kami harus tegas. Maka dari itu, mereka tidak boleh lagi bekerja, kalau masih kerja, kami tidak akan bayar. Jika mereka tetap mengerjakan, itu terserah, tapi tidak akan dibayar,” tegasnya.

Lanjut Jamal, meski dihentikan, ke 40 proyek tersebut kembali dianggarkan pada 2018. Namun dia memastikan, pengerjaan lanjutan bakal dilakukan oleh pemborong lainnya dengan sistem lelang.

“Pengerjaan proyek dihentikan, kemudian kami opname, lalu sisa pengerjaannya dianggarkan lagi di 2018. Sedangkan pemborong yang kami putus kontraknya, akan diberi surat terguran hingga sanksi black list. Artinya, hingga tiga tahun ke depan, mereka tidak boleh mengikuti lelang,” tuturnya.

Ditambahkan Jamal, tidak hanya di Dinas PUPR, penghentian proyek pun terjadi di Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Bekasi.

Diakui Jamal, ada beberapa proyek yang tidak bisa dikerjakan karena keterbatasan waktu. Salah satunya proyek jalan lingkungan yang melintasi pemukiman warga.

Baca Juga :  Demo Pedagang Warga Tegal Gubug Tolak PGTC

Dari 1.297 proyek jalan lingkungan, baru sekitar 700 yang dikerjakan. Berbeda dengan gedung, jika tidak dikerjakan, maka proyek jalan lingkungan tidak lagi dianggarkan di Tahun 2018.

“Memang baru sekitar 600-700 jalan lingkungan yang selesai dikerjakan, kalau dipersentasekan, berarti ada sekitar 70 persen sudah terserap. Sisanya tidak keburu waktunya, jadi ya sudah seadanya, beda dengan gedung,” ucapnya.

Menurut Jamal, banyaknya proyek yang tidak terlaksana lantaran terbatasnya waktu pengerjaan. Biaya pengerjaan jalan lingkungan pun berasal dari APBD Perubahan 2017 yang baru diketuk beberapa waktu lalu.

“Perlu dicatat, yang tidak selesai itu yang dibiayai APBD Perubahan. Dan anggaran peralihan yang tidak diserap dari SKPD lain, kemudian dialihkan ke Dinas Pemukiman. Meski begitu, kami tetap optimis jika dihitung persentase serapan anggaran, hingga akhir tahun ini 80 persen anggaran bisa terserap,” pungkasnya.(yto/RJN)

Berita Terkait

Disdukcapil Kabupaten Bekasi: Tidak Semua Warga Melek Teknologi, Botram Solusi Efektif Layani Masyarakat
Pemkab Bekasi Serahkan Aset Wilayah Layanan Perumda Tirta Bhagasasi Pada Pemkot Bekasi
Peduli ODGJ, Pj. Wali Kota Bekasi Beri Bantuan Sembako dan Pemeriksaan dan OBat-Obatan Gratis
Tingkatkan Kenyamanan Pengunjung, PT JMRB dan PT PGNMAS Bangun Executive Lounge di Rest Area Travoy KM 88
Capai Progress 44%, PT JMRB Siap Hadirkan Ruang Komersial dan Ruang Terbuka Hijau
Sekda Serahkan Penghargaan Kepada Pemenang Abang Mpok Kota Bekasi Tahun 2024
PMPL RT-RW Kabupaten Bekasi Deklarasi Dukung Ade Kunang, Usul Budi MM PKS jadi Wakil Bupati Bekasi
Pj. Wali Kota Bekasi, Gani Muhamad Lantik Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juli 2024 - 11:22 WIB

Disdukcapil Kabupaten Bekasi: Tidak Semua Warga Melek Teknologi, Botram Solusi Efektif Layani Masyarakat

Jumat, 19 Juli 2024 - 15:32 WIB

Pemkab Bekasi Serahkan Aset Wilayah Layanan Perumda Tirta Bhagasasi Pada Pemkot Bekasi

Kamis, 18 Juli 2024 - 15:12 WIB

Peduli ODGJ, Pj. Wali Kota Bekasi Beri Bantuan Sembako dan Pemeriksaan dan OBat-Obatan Gratis

Rabu, 17 Juli 2024 - 14:59 WIB

Tingkatkan Kenyamanan Pengunjung, PT JMRB dan PT PGNMAS Bangun Executive Lounge di Rest Area Travoy KM 88

Selasa, 16 Juli 2024 - 12:26 WIB

Capai Progress 44%, PT JMRB Siap Hadirkan Ruang Komersial dan Ruang Terbuka Hijau

Berita Terbaru

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memberikan panduan untuk memudahkan kedatangan dan menjadikan waktu berburu mobil baru jadi lebih menyenangkan.

Bisnis

Suzuki Berikan Tips di Pameran GIIAS 2024, Ini Tipsnya !

Sabtu, 20 Jul 2024 - 17:54 WIB

Foto : Partai Amanat Nasional Kota Bekasi Resmi Rekomendasi Tri Adhianto Calon Walikota Bekasi 2024.

Bekasi

Mas Tri dari Dapat Surat Rekomendasi dari PAN

Sabtu, 20 Jul 2024 - 16:03 WIB