Pabrik Aspal Beroperasi Warga Klapanunggal Dihantui Penyakit Ispa

- Redaksi

Selasa, 5 September 2017 - 19:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Bogor –  Warga pemukiman Kampung Nambo kebon kopi RT02/RW05 Desa Bantar Jati, Kecamatan Klapanunggal mengalami dampak polusi udara dari pabrik pemasakan aspal yang berlokasi persis di seberang kali yang masuk wilayah RT02/RW13 Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Dampak polusi udara tersebut sudah memakan dua korban warga yang bernama Moh. Rifal dan ibunya Elisa terkena sakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Warga Masyarakat sekitar lokasi industri pemasakan aspal tersebut mengeluhkan dampak polusi udara yang ditimbulkannya ketika sedang beroperasi karena mengeluarkan asap tebal dan debu yang menempel rumah warga maupun susuatu barang yang berada di luar hingga beberapa milimeter tebalnya.

Baca Juga :  Desa Melakasari Konsentrasi Perbaiki Jalan Lingkungan

Salah satu warga Kebon Kopi RT02/RW05 Desa Bantar Jati, Kecamatan Klapanunggal bapak Seni, saat ditemui mengatakan bila pabrik beroperasi, rumah dan lantai maupun pekarangan dipastikan jadi sasaran debu.

“Sejak beroperasi, saya dan warga lain di sini sering mengalami sesak nafas (Asma) dan batuk-batuk, sementara perhatian perusahaan Pabrik Aspal tersebut untuk kesehatan warga sekitar boleh dikatakan tidak ada,” ungkap Seni kepada RakyatJabarNews.com, beberapa waktu lalu.

“Warga Kampung Kebon Kopi mengeluhkan kepada pihak Pabrik Aspal termasuk keluhan penyaluran dana CSR yang tidak ada untuk warga sekitar pabrik, baik untuk perbaikan lingkungan, kesehatan maupun usaha untuk kesejahteraan sama sekali tidak ada dari pihak pabrik Aspal tersebut,” kata Seni.

Baca Juga :  Seorang Pembantu Ditemukan Tewas Oleh Majikannya

Keluhan yang sama disampaikan H. Sidik, warga kampung Kebon Kopi mengatakan, warga sekitar pabrik yang berjarak hanya sekitar satu kilometer dari pabrik sering mengeluhkan polusi tersebut. “Namun pihak perusahaan tidak pernah memberikan dan menikmati pelayanan apalagi pengobatan gratis maupun bantuan sosial lainnya, padahal seharusnya diberikan sesuai ketentuan undang-undang,” ujarnya.

“Walaupun lokasi pabrik berada diwilayah tetangga Desa Bantarjati tepatnya berada di gang Asem RT03/RW13 Desa Gunung Putri, dampak polusinya besar kepada warga Desa Bantar Jati Kecamatan Klapanunggal khususnya kepada warga Kampung Kebon Kopi karena Pabrik dan pemukiman warga di sini hanya berjarak satu kilometer. Kenapa pihak Perusahaan sampai saat ini tidak ada perhatiannya sedikit pun kepada warga disini, minimal pengobatan gratis setiap enam bulan sekali, ini merugikan warga tentunya,” keluhnya.

Baca Juga :  Pemkab Bekasi Ingin Fungsikan Kembali BLK

Lanjutnya, padahal beberapa bulan yang lalu sudah ada peninjauan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Jaro Ade. “Namun sampai sekarang pabrik tersebut masih tetap melakukan aktifitas produksinya sehingga menimbulkan asap dan debu yang mengakibatkan penyakit bagi warga masyarakat sekitar pabrik tersebut,” pungkasnya.

Untuk sementara, Kepala Desa Bantar Jati, Kecamatan Klapanunggal belum bisa ditemui terkait warganya yang terkena dampak polusi udara tersebut. (Ziz/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atlet Paralimpik Kota Bekasi Bikin Bangga
Tri Adhianto Minta OPD Perkuat Pengawasan, Pemkot Bekasi Benahi Sistem Cegah Korupsi
Tri Adhianto Teken Komitmen Antikorupsi Bersama KPK dan ATR/BPN, Perkuat Tata Kelola Pertanahan
Pemkot Bekasi Siagakan 11 Water Trucking
Kebocoran Air Tembus 60 Persen hingga Dewas Dinilai Tak Kompak
Tri Adhianto Minta ASN Tingkatkan Kinerja, Pelayanan Publik Kota Bekasi Masuk 4 Besar Jabar
Pemkab Bekasi Siapkan Pesta Rakyat HUT RI 2026, Puncaknya Digelar 21 Agustus
DPRD Kabupaten Bekasi Panggil Dewan Pengawas Tirta Bhagasasi Bahas Kisruh Internal

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Atlet Paralimpik Kota Bekasi Bikin Bangga

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:16 WIB

Tri Adhianto Minta OPD Perkuat Pengawasan, Pemkot Bekasi Benahi Sistem Cegah Korupsi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:33 WIB

Tri Adhianto Teken Komitmen Antikorupsi Bersama KPK dan ATR/BPN, Perkuat Tata Kelola Pertanahan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:27 WIB

Pemkot Bekasi Siagakan 11 Water Trucking

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:52 WIB

Kebocoran Air Tembus 60 Persen hingga Dewas Dinilai Tak Kompak

Berita Terbaru

Atlet balap sepeda Kota Bekasi, Dharmawan Bekti, berhasil meraih podium pertama nomor Criterium Men Youth Jawa Barat pada Bupati Bogor Cup 2026 di Pakansari, Bogor, Sabtu (8/8/2026).

Bogor

Dharmawan Bekti Naik Podium, Bekasi Bidik Emas Porprov

Sabtu, 8 Agu 2026 - 21:12 WIB

Diskusi “Bedah Roadmap Implementasi B50: Regulasi hingga Dampaknya terhadap Industri Otomotif Indonesia” menghadirkan Cahyo Setyo Wibowo dari Kementerian ESDM, Ronny Senjaya, dan Aji Jaya dalam rangkaian GIIAS 2026, Tangerang, Jumat (7/8/2026).

Otomotif

B50 Diuji 40.000 Km, Apa yang Terjadi pada Kendaraan Diesel?

Jumat, 7 Agu 2026 - 13:39 WIB

Peserta Fashion Show Gebyar Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bekasi tampil mengenakan busana bernuansa budaya Nusantara di atas catwalk. Kegiatan tersebut menjadi ajang memperkenalkan kekayaan budaya dan kreativitas lokal Kabupaten Bekasi.

Lainnya

34 OPD Adu Gaya di Panggung Bekasi

Jumat, 7 Agu 2026 - 12:46 WIB

Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe memberikan apresiasi kepada atlet Peparpeda saat membuka ajang olahraga pelajar disabilitas di Kota Bekasi.

Olahraga

Atlet Paralimpik Kota Bekasi Bikin Bangga

Kamis, 6 Agu 2026 - 14:00 WIB