Nono: Patung dari Abad ke Berapa Bisa Diteliti

oleh -
banner 120x600

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Dalam acara Musyawarah Keraton yang berlangsung di Keraton Kesepuhan Kota Cirebon, sebagai bentuk dari rangkaian Festival Keraton Nusantara ke XI di Kota Cirebon, turut hadir Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan, Drs. Nono Adya Supriyanto, M.M., M.T untuk mengisi acara hari Minggu (17/9).

Dia menyinggung soal arti pelestarian kebudayaan. Menurutnya, pelestarian ini mempunyai arti perlindungan permaslahatan. “Jangan sampai benda-benda warisan kita berkeliaran di luar negeri tanpa jelas siapa pemiliknya. Dan banyak dijual palsu dengan mengklaim memiliki historis tinggi. Maka, itulah tugas kita untuk melakukan perlindungan,” ungkapnya saat ditemui awak media hari Minggu (17/9) di Keraton Kesepuhan.

Dia menjelaskan kalau misalnya ada patung dari perungu yang katanya dari abad 7. Kalau diteliti logamnya dan lainnya, pada abad ke 7 apakah sudah semaju itu. “Karena bisa dilihat itu, patung dari abad ke berapa itu bisa diteliti,” tandasnya.

Dia menjelaskan bahwa terdata 95.000 benda-benda peninggalan yang tercatat. Di museum nasional sudah hampir 153.000

“Makanya di Undang-Undang kajian kebudayaan ada salah satunya tentang pendataan. Kemudian diteruskan dengan perlindungan, pengembangaan,dan pemakaratan,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Comment